-->
Menu

Biofarma Bantah Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin Sinovac

Saturday, August 1, 2020

Biofarma Bantah Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin Sinovac. Dinilai jadi kelinci percobaan vaksin cinovac asal China, PT. Biofarma yang berada di Kota Bandung membantah rumor tersebut, Selain bukan ujicoba pertama kalinya, vaksin ini sudah memiliki hasil ujicoba pasti, yakni tidak akan menimbulkan efek samping bagi penggunanya.

Biofarma Bantah Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin Sinovac

Kepala bagian Corporate Communication  Biofarma, Iwan Setiyawan menepis anggapan bahwa uji klinis vaksin covid-19 ini menjadikan Indonesia sebagai kelinci percobaan vaksin dari China. 

Iwan menegaskan uji klinis di negara lain adalah hal yang biasa. Apalagi uji vaksin di negara Indonesia ini bukan yang pertama kali dilakukan, melainkan sudah memasuki tahap ke tiga. Setelah sebelumnya untuk pertama kali uji klinis dilakukan di kota Wuhan. 

Uji coba juga di fase sebelumnya sudah di uji cobakan kepada hewan dan manusia. Satu hal yang sudah dapat dipastikan dari uji coba vaksin sebelumnya yakni vaksin tersebut tidak akan menimbulkan efek smaping pada manusia. 

"Tidak bisa disebutkan kelinci percobaan karena yang kita ujikan klinis ini adalah sudah betul-betul safety dari sisi safety-nya itu tadi sudah di melewati fase I dan fase II, kayak gitu. Yang berikutnya, benefit yang kita dapatkan dengan uji klinis ini kita dapat akses lebih dulu daripada orang lain, kan di dunia terbatas nih. Kita bisa mendapatkan akses dari bibit vaksin lebih duluan meskipun nanti dikembangkannya itu atau di produksi secara masalnya itu di Indonesia. Nah, berikutnya memang untuk vaksin ini haris bisa digunakan oleh semua orang, oleh semua ras di seluruh dunia kalau kita lebih duluan mendapatkan, lolos di uji klinisnya bisa dipakai oleh orang Indonesia itu bisa dipastikan bahwa orang Indonesia protektif menggunakan vaksin itu" ucap Iwan Setiyawan. 

Jika tahap ke III ini berhasil maka akan banyak benefit yang didapatkan oleh negara karena memiliki akses pertama penggunaan bibit vaksin Sinovac tersebut. (Sumber : Kompas)

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *