-->
Menu

Identifikasi Jamur Penyebab Mikosis Superfisial

Wednesday, July 8, 2020

Identifikasi Jamur Penyebab Mikosis Superfisial. Mikosis superfisialis adalah infeksi jamur superfisial yang disebabkan oleh kolonisasi jamur atau ragi. Penyakit yang termasuk mikosis superfisialis adalah dermatofitosis, pitiriasis versikolor, dan kandidiasis superfisialis. Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofit yang menyerang jaringan yang mengandung keratin seperti stratum korneum epidermis, rambut, dan kuku (Hidayati dkk, 2009). Penyebab dermatofitosis adalah spesies dari Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton (Sweetman, 2009).

Identifikasi Jamur Penyebab Mikosis Superfisial

Mikosis superfisialis cukup banyak diderita penduduk negara tropis. Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis yang memiliki suhu dan kelembaban tinggi. Suhu dan kelembapan tinggi merupakan suasana yang baik bagi pertumbuhan jamur, sehingga jamur dapat ditemukan hampir di semua tempat (Hidayati dkk, 2009).

Genus Trichophyton, khususnya Trichophyton rubrum, merupakan penyebab dermatofitosis terbanyak di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Venkatesan dkk (2007) di India, diketahui bahwa sebanyak 93% dermatofitosis disebabkan oleh genus Trichophyton, antara lain Trichophyton rubrum (73,3%), Trichophyton mentagrophytes (19,7%), diikuti oleh Epidermophyton floccosum (4,2%) dan Microsporum gypseum (2,8%).

Mikroorganisme yang terdapat di dalam Ragi tape adalah Kapang Amylomyces Reuxii, Mucor sp dan Rhizopus sp. Khamir saccharomycopsis fibuligera, candida utilis serta bakteri Pediococcus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerjasama dan menghasilkan Tape ketan.

Jamur udara merpakan kelompok jamur yang sporanya tersebar diudara bebas, biasanya jamur kapang. Spora jamur kapang misalnya konida Aspergilus muda terlepas, berukuran kecil dan ringan, sehinnga muda diterbangkan oleh angin. Spora jamur akan jatuh kebawah dan menempel pada benda atau makanan yang berada di ruangan tersebut dan jamur akan tumbuh, sehingga maknanan akan menjadi rusak dan tidak layak dikonsumsi, karena sudah terkontaminasi oleh Jamur.

Tujuan Pemeriksaan Jamur Mikosis Superfisial
Mengidentifikasi Jamur yang berada di Udara, Minuman Kemasan dan Tape ketan

Bahan Pemeriksaan Jamur Mikosis Superfisial : Tape ketan, Minuman Kemasan dan Media SDA

Cara Kerja Pemeriksaan jamur Mikosis Superfisial :
  • Pembiakan Secara Tidak Langsung
  1. Diambil 1 ose bahan yang akan diamati ( Tape Ketan), Minuman kemasan hanya 1 tetes
  2. Kemudiab Arsir pada media SDA secara Zig-zag
  3. Inkubasi pada suhu 25-30 derajat Celcius selama 5 - 7 hari
  4. Amati Hasilnya
  • Pembiakan Secara langsung
Setelah sampel diinkubasi selama 5-7 hari
  1. Diambil 1 ose sampel (Tape ketan, minuman kemasan), letakan ke objek glass
  2. Kemudian tetesi 1 tetes larutan LPCB, lalu ratakan menggunakan ose
  3. Tutup dengan cover glass
  4. Kemudian amati pada mikroskop dengan pembesaran 40x

Interpretasi Hasil


  • Hasil pengamatan Secara tidak langsung
  1. Sampel tape ketan pada media SDA : Hifa berserabut (Miselium), warna putih ke orens an
  2. Sampel minuman pada media SDA : Hifa berserabut (Miselium), warna putih ke orens an
  • Hasil pengamatan Secara langsung
  1. Jamur yang ditemukan pada sampel tape ketan yaitu Sacharomyces sp
  2. Jamur yang ditemukan pada sampel minuman kemasan yaitu Neurospora sitophila
  3. Jamur yang ditemukan pada media SDA yang dibiarkan terbuka yaitu Aspergillus sp

Sumber
  • Rosida. F. Mikosis Superfisialis. 2017. Tersedia : http://eprints.umm.ac.id/29385/2/jiptummpp-gdl-evaanggrea-31212-2-babi.pdf.
  • Supenah. P. Jurnal Praktikum Mikologi. 2017. Akademi analis kesehatan An-Nasher Cirebon.
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
  1. Kenali Manfaat dan Gejala Jamur Enokitake Yang Diduga Mengandung Bakteri Listeria.
  2. Harga Vaksin Corona Diperkiran Rp. 75.000 per Orang, Kapan Siap?
  3. Pewarnaan KOH
  4. Pemeriksaan jamur pada Kulit dan Rambut (KOH) Seri Edukasi Tekonologi Laboratoium Medik
  5. Pemeriksaan pus untuk Diagnosa Misetoma (jaringan Kulit) Seri Edukasi Tekonologi Laboratoium Medik
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *