Pemeriksaan Pus untuk Diagnosa Misetoma (Jaringan Kulit) | Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Table of Contents

Misetoma adalah penyakit granulomatosa kronis pada jaringan subkutis dan jaringan-jaringan yang lebih dalam. Kaki merupakan  tempat predileksi tersering, yang disebut sebagai "kaki Madura". Tempat-tempat predileksi lainnya: tangan, kepala, dan dada.


Jamur penyebab misetoma menghasilkan granula-granula kecil, yang dikeluarkan ke permukaan melalui sinus (rongga). Adanya granula-granula ini merupakan tanda diagnostik misetoma.

Penyakit ini biasanya muncul pada para pekerja yang berada di daerah pertanian, lebih khusus pada pria dengan usia 20-40 tahun. Penyakit ini terjadi karena adanya spora bakteri atau fungi yang terdapat dalam tanah. Pseudoallescheria boydii spp. adalah salah satu contoh fungi penyebab penyakit ini. Adanya infeksi karena penyakit ini tampak dengan adanya bentukan seperti agar-agar/ yogurt saat sudah dewasa. Penyebaran yang tidak sewajarnya juga bias terjadi, yaitu terjadinya hematogenus dan penyebaran pada limpha. Normalnya, infeksi pertama ditemukan pada daerah kaki atau tangan dan akan berjalan kearah lengan.

Prosedur Kerja
Metode : Pus untuk diagnosa misetoma

Prinsip :
Bakteri Streptococcus mutans (selanjutnya disingkat S. mutans) memiliki 3 macam enzim yang sifatnya destruktif, salah satunya adalah enzim hyaluronidase. Enzim ini berperan layaknya parang petani yang membuka hutan untuk dijadikan ladang persawahannya, ya, enzim ini merusak jembatan antar sel yang terbuat dari jaringan ikat (hyalin/hyaluronat), kalau ditilik dari namanya “hyaluronidase”, artinya adalah enzim pemecah hyalin/hyaluronat.

Pengambilan Spesimen
Dengan bevel steril, angkat permukaan berkrusta yang menutupi suatu sinus.
  1. Tampung sebagian pus yang keluar dan pindahkan ke kaca objek dengan hati-hati.
  2. Tambahkan setetes larutan saline atau air, ratakan pus perlahan-lahan dan perhatikan apakah terdapat granula pada pus tersebut. Warna, ukuran, bentuk, dan konsistensi granula-granula ini bervariasi.
  3. Larutkan beberapa granula dengan air suling kemudian letakkan pad a dua kaca objek.
  4. Biarkan salah satu preparat mengering, fiksasi dengan metanol selama 2-3 menit, dan pulas dengan larutan pewarna
  5. Tambahkan beberapa tetes KOH 20% pada preparat yang lain kemudian tutup spesimen dengan.penutup kaca objek.
  6. Diamkan preparat selama 10 menit untuk menjernihkannya.
 
Cara pengambilan spemsimen kulit

Pemeriksaan mikrokopik
Periksa  preparat, yang sudah dijernihkan tadi, memakai objektif x10 dan x40. Atur diafragma hingga dihasilkan bayangan objek yang  jelas. Perhatikan apakah terdapat hifa-hifa yang bercabang dan terpilin atau benang-benang yang terputus-putus. Pada pulasan Gram, granula-granula akan tampak berupa benang-benang positif-Gram yang tipis atau terputus-putus.

Interprestasi Hasil
  • "ditemukan granula-granula (perinci warna dan ukurannya) pada pus yang berasal dari sinus";
  • "ditemukan hifa positif-Gram yang tipis pada pewarnaan Gram" atau "tidak ditemukan hifa positif-Gram yang  tipis pad a pewarnaan Gram".
Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya
Sumber :
  1. Pedoman Teknik Dasar Laboratorium. (2012). Mikologi Pemeriksaan Pus untuk Mendiagnosa Misetoma. Hal : 221 – 222. Jakarta : Buku Mikologi
Kontributor Artikel Oleh Nafa Ardila


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment