Menu

Pemeriksaan Jumlah Trombosit Pada Tes Hemostasis

Friday, April 26, 2019

Hemostasis merupakan keadaan seimbang antara faktor pembekuan darah dan faktor fibrinolitik hingga darah tetap mengalir. Gangguan faktor pembekuan dapat terjadi perdarahan dan gangguan faktor fibrinolitik dapat terjadi trombosis. Tiga determinan hemostasis utama yaitu trombosit, kardiovaskuler dan koagulasi, disamping fosfolipid dan CaCl2.
jumlah trombosit ,jumlah trombosit normal,jumlah trombosit demam berdarah,jumlah trombosit penderita dbd,jumlah trombosit normal pada anak,jumlah trombosit gejala dbd,jumlah trombosit kritis,jumlah trombosit normal pada balita,jumlah trombosit normal anak 1 tahun,jumlah trombosit normal bayi,jumlah trombosit orang sehat,jumlah trombosit normal anak2,jumlah trombosit saat dbd,jumlah trombosit pada manusia,jumlah trombosit pada bayi,jumlah trombosit dalam darah,jumlah trombosit terlalu tinggi,jumlah trombosit pasien dbd,jumlah trombosit anak dbd,jumlah trombosit penyakit dbd,jumlah trombosit diatas normal,jumlah trombosit anak normal,jumlah trombosit adalah,jumlah trombosit anak 5 tahun,jumlah trombosit anemia,jumlah aman trombosit,jumlah trombosit pada anak,jumlah trombosit normal anak kecil,jumlah trombosit normal adalah,jumlah trombosit normal anak 3 tahun,jumlah trombosit penderita anemia,hitung jumlah trombosit adalah,jumlah trombosit pada anemia,jumlah trombosit tinggi artinya,jumlah trombosit normal pada anak balita,jumlah trombosit tinggi pada anak,jumlah trombosit normal pd anak,jumlah trombosit normal pada anak2,jumlah trombosit dbd pada anak
Pemeriksaan Jumlah Trombosit Pada Tes Hemostasis

Trombosit membantu proses koagulasi dan membentuk sumbatan pada luka dengan perdarahan, karena itu hitung jumlah trombosit sangat penting. Namun karena trombosit sangat kecil dan mudah melekat pada permukaan asing misalnya endotel yang rusak, maka hitung jumlah trombosit perlu memperhatikan hal tersebut. 

Tujuan : 
  1. Evaluasi produksi trombosit 
  2. Mengetahui efek kemoterapi atau radiasi terhadap produksi trombosit
  3. Diagnosis dan monitor trombsitosis atau trombositopenia
  4. Konfirmasi estimasi jumlah dan morfologi trombosit pada sediaan apus
Persiapan Pasien :
  • Terangkan bahwa tes ini untuk mengetahui kemampuan koagulasi darah.
  • Akan diambil darah seperlunya, karena itu ada sedikit rasa sakit. 
  • Tidak ada larangan makan dan minum sebelum tes.
  • Tanyakan apakan mengkonsumsi obat yang dapat mengganggu hasil tes, misalnya antineoplastik, thiazid, isoniasid, dan antibiotik lainnya. 
Alat dan Bahan :
  • Bilik Hitung Improved Naubauer
  • Pipet eritrosit
  • Mikroskop 
  • Larutan pengencer (Rees Ecker) disaring sebelum dipakai.
Cara Manual Langsung :
  1. Darah diencerkan dengan Rees Ecker.
  2. Hitung dengan menggunakan mikroskop setelah trombosit mengendap 10 menit dalam kamar hitung seluas 1 mm2. 
  3. Hasilnya dikalikan 2.000
Cara Manual tak Lansung : yaitu jumlah trombosit pada sediaan apus dibandingkan dengan 1000 eritrosit kemudian jumlah mutlaknya dapat diperhitungkan dari jumlah mutlak eritrosit. 

Cara Semi Otomatik dan Otomatik

Dipakai alat electronic particle counter sehingga ketelitiannya lebih baik dibandingkan cara manual.

Nilai Rujukkan :
150.000 - 400.000/mm3

Nilai abnormal :

Kelainan Jumlah Trombosit 

  • 50.000-100.000/mm3 : perdarahan sedang post trauma.
  • 20.000-50.000/mm3 : purpura, perdarahan post trauma.
  • <20.000/mm3 : perdarahan spontan, perdarahan intrakarnial

Trombositopenia :

  • Gangguan produksi trombosit, jumlah megakariosit berkurang pada sumsum tulang terjadi pada anemia aplastik, leukemia.
  • Trombopoesis tidak terjadi pada anemia megaloblastik, AML-M7.
  • Gangguan distribusi, terjadi penumpukan di suatu tempat (splenomegali)
  • Kekurangan trombosit karena splenektomi.
  • Kerusakan trombosit karena obat atau kelainan imunologik.
  • Transfusi darah masif.

Trombositosis :

  • Akibat perdarahan, sesudah operasi.
  • Anemia dengan defisiensi besi
  • Inflamasi dan jumlahnya kembali normal setelah sembuh.
  • Trombosis menetap pada trombositosis primer, meyloid metaplasia, polisitemia dan leukemia mielodik kronik. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Info Lainnya