Total Pageviews

Check Page Rank

Pewarnaan Negatif (Tinta India)

Posted by On 6:03 AM


Pewarnaan Negatif (Tinta India) pada bakteri
Pewarnaan Negatif (Tinta India)

Infolabmed. Pewarnaan negatif adalah pewarnaan yang tidak langsung mewarnai bakteri, melainkan mewarnai latar belakang preparat bakteri tersebut. Pewarnaan ini dilakukan dengan menggunakan pewarna yang bersifat asam seperti nigrosin, tinta india atau eorsin. Pewarna dicampur dengan bakteri dan kemudian campurannya disebar diatas cover glass. Pewarna ini tidak akan menembus atau berikatan dengan dinding sel bakteri karena daya tolak menolak antara muatan negatif pewarna dan muatan negatif dinding sel bakteri. Pewarna akan membentuk deposit di sekitar bakteri atau menghasilkan latar belakang hitam sehingga bakteri tampak tidak berwarna, sementara latar belakangnya berwarna gelap (Harley dan Presscot, 2002).



Pewarnaan negatif dilakukan pada bakteri yang sukar diwarnai oleh pewarna sederhana seperti spirochaeta. Pewarnaan negatif bertujuan untuk memberi warna gelap pada latar belakang dan tidak memberi warna pada sel bakteri. Hal tersebut dapat terjadi karena pada pewarnaan negatif, pewarna yang digunakan adalah pewarna asam dan memiliki komponen kromoforik yang bermuatan negatif, yang juga dimiliki oleh sitoplasma bakteri. Sehingga pewarna tidak dapat menembus atau berpenetrasi ke dalam sel bakteri karena negatif charge pada permukaan sel bakteri. Pada pewarnaan negatif ini, sel bakteri terlihat transparan (tembus pandang).

Prinsip Pemeriksaan
Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lungkungan sekitarnya, sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. Pewarnaan negatif membutuhkan pewarnaan asam (acidic stain). Pewarnaan asam mengandung kromosom yang bermautan negati, sehingga tidak akan berpenetrasi ke dalam sel karena permukaan bakteri bermuatan negatif. Oleh karena itu sel yang tidak terwarnai akan jelas terlihat pada latar belakang yang telah terwarnai. Contoh zat yang sering digunakan adalah tinta India atau nigrosin. 

 Bahan Pemeriksaan 
a. Biakan bakteri
  • Klebsiella pneumoniae
  • Bacillus subtilis


b. Zat warna : nigrosin atau tinta India

Alat yang digunakan
  • Gelas alas
  • Sengkelit
  • Kertas saring
  • Pensil gelas
  • Rak untuk pewarnaan 
  • Bunsen/ lampu spiritus


Prosedur Pemeriksaan
  1. Meletakkan 1 tetes nigrosin/tinta India di dekat salah satu ujung gelas alas yang bersih
  2. Menggunakan teknik steril letakkan 1 inokulum bakteri pada tetesan nigrosu tersebut lalu campurkan.
  3. Ujung kaca slide yang lain di letakkan di depan suspensi bakteri pada sudut 45 dan campuran tersebut di dorong untuk membentuk pulasan yang tipis.
  4. Pulasan di keringkan di udara (jangan melakukan fiksasi dengan pemanasan)
  5. memeriksa dibawah mikroskop

Prosedur pewarnaan negatif mikrobiologi bakteri
Prosedur pewarnaan negatif 
Interpretasi Hasil
Sel bakteri atau jamur akan terlihat jernih/tidak bewarna dengan latar belakang hitam (tinta India). Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri : 
Mirkoskopis Pewarnaan Tinta India. (Foto : http://weareanalyst.blogspot.com)
Mirkoskopis Pewarnaan Tinta India. (Foto : http://weareanalyst.blogspot.com)


Bentuk
Contoh jenis
Coccus (sphere)
Neisseria, Veillonella, Enterococcus
Coccobacilli
Moraxella, Acinetobacter
Bacili, (rod), rounded ends
Eschericia, Lactobacilus, clostridium
Vibrio (curved)
Vibrio, Bdellovibrio, Ancylobacter, dll
Bacilli (Rod), blunt end
Bacillus
Helical (spirillum)
Spirochaeta, Spirillum, campylobacter
Diplococcus
Neisseria, Moraxela
Sterptococcus
Streptococcus
Streptobacillus
Bacillus  Mycobacterium
Staphylococcus
Staphylococcus
Tetrad (Gaffkya)
Deinococci, pediococcus, micrococcus
Sarcina (cuboid packets)
Sarcina

           a). Bacillus subtilis                    b). Staphylococcus aureus
Pembahasan :
  • Beberapa faktor yang mempengaruhi pengecatan negatif adalah pembautan apusan (smear), umur bakteri, preparat belum kering udara.
  • Pewarnaan negatif berguna untuk pengukuran sel karena pada pewarnaan negatif sel akan terlihat lebih jelas karena sel berwarna transparan dan latar belakang berwarna hitam.
  • Disebut pewarnaan negatif karena pada pewarnaan ini yang di cat adalah latar belakangnya bukan pada objeknya (bakterinya)
  • Keuntungan pewarnaan negatif adalah sel mudah dilihat karena kontras dengan latar belakangnya.
  • Kerugian pewarnaan negatif adalah susah dilakukan karena butuh keterampilan dan pengalaman pada saat pembuatan apusan. Kalau terlalu di tekan maka pewarna akan terlalu tipis, jika tidak di tekan maka hasilnya akan terlalu tebal dan pada akhirnya sulit untuk mengamati sel bakteri.

Sumber :
  1. Chairanisa. (2018). Pewarnaan/Pengecatan Bakteri. [Online]. Tersedia ; https://chairanisa.wordpress.com/2017/03/24/pewarnaanpengecatan-bakteri/. (13 September 2018)
  2. Live as Scientist. (2018). Morfologi Bakteri. [Online]. Tersedia : https://monruw.wordpress.com/tag/pengecatan-negatif/
  3. Padoli. (2013). Mikrobiologi dan Parasitologi Modul III "Panduan Praktikum Mikrobiologi" ; Hal 7 - 9. Kemenkes RI : Jakarta
  4. We are analyst. (2018). Pewarnaan Negatif. [Online]. Tersedia ; http://weareanalyst.blogspot.com/2013/04/pewarnaan-negatif.html. (13 September 2018) 
PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, karya tulis, dll. Email : laboratorium.medik@gmail.com.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »