Total Pageviews

Check Page Rank

Penelitian ini Menunjukkan Alkohol Bisa Lebih Merusak Otak daripada Ganja

Posted by On 4:09 AM



Infolabmed. Minuman keras lebih dapat merusak otak daripada rokok ganja - menurut sebuah penelitian yang dilakukan dengan menghubungkan konsumsi alkohol pada perubahan jangka panjang ke bagian otak, namun pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perubahan jangka panjang yang berkaitan dengan ganja. 

Studi tersebut menemukan bahwa efek negatif dari minuman alkohol lebih buruk pada orang dewasa di atas usia 18 tahun, bahkan pada usia muda ada efek  nyata pada pengurangan tingkat kecerdasan yang memproses informasi penting di otak.



Tetapi para periset ingin menunjukkan bahwa ini adalah gambaran yang kompleks, sehingga  butuh lebih banyak upaya untuk mengetahui secara pasti tentang kandungan yang terdapat pada obat obatan ini pada saluran sistem rangkaian koneksi di dalam jaringan saraf kita.

"Dengan alkohol, kami tahu ini buruk bagi otak selama beberapa dekade," kata salah satu tim, Kent Hutchison dari Universitas Colorado Boulder. "Tapi untuk ganja, yang kita ketahui hanya sedikit."

Penelitian tersebut mengamati terhadap pemindaian otak yang dikumpulkan dalam penelitian sebelumnya, yang mencakup 853 orang berusia antara 18 dan 55, dan 439 orang dewasa muda berusia antara 14 dan 18 tahun. Berbagai tingkat penggunaan ganja dan alkohol dilaporkan oleh para peserta.

Pengurangan volume tingkat kecerdasan pada otak, penggunaan alkohol dikaitkan dengan hilangnya integritas dalam sumsum otak- bagian otak yang menangani komunikasi antara kelompok kecerdasan otak, serta kaitannya dengan bagian tubuh lainnya.

Dengan kata lain, segala jenis kerusakan pada kecerdasan otak seseorang atau sumsum otak bisa mengganggu fungsi normal otak. Efek negatifnya sangat terasa bagi orang dengan catatan minum alkohol yang panjang, kata para peneliti.

Salah satu tujuan utama di balik penelitian ini adalah untuk mengumpulkan lebih banyak informasi tentang dampak cannabinoids, bahan aktif pada ganja, pada kesehatan kita - terutama karena obat tersebut saat ini sudah legal di beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Dalam studi ini setidaknya, tidak ditemukan kaitan antara penggunaan ganja dan kerusakan sistem kecerdasan atau sumsum pada otak manusia. Hal ini mendukung penelitian lain bahwa rokok ganja tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti halnya pada minuman keras.



Jadi apakah ganja ini sudah clear? Belum tentu.

"Terutama dengan penggunaan ganja, masih banyak yang tidak kita ketahui tentang bagaimana dampaknya pada otak," kata salah satu peneliti, Rachel Thayer dari Universitas Colorado Boulder. "Penelitian masih sangat terbatas dalam hal apakah penggunaan ganja itu berbahaya, atau bermanfaat, pada otak".

Setidaknya saat ini para peneliti memiliki berbagai data untuk dianalisa saat menilai risiko kesehatan antara keduanya. Para peneliti meminta konsistensi lebih dalam studi dimasa depan dalam hal bagaimana mereka menilai kerusakan struktur otak.

Khususnya di AS, ada banyak perdebatan tentang seberapa bagus atau buruknya rokok ganja pada tubuh kita sebenarnya, dengan klaim dan klaim balik yang tidak selalu didukung oleh ilmu pengetahuan yang solid. Studi terbaru ini berharap bisa memperbaiki beberapa hal itu.

"Mengingat berapa banyak yang terjadi di dunia nyata dengan gerakan legalisasi, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Hutchison. Penelitian ini telah dipublikasikan di Addiction (Editor / Sumber : Febby / sciencealert)

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.
Baca juga :
  1. Proyek Global Virome Memburu Ratusan Ribu Virus Mematikan  
  2.  Ilmuwan Menemukan 110 Gen Khasanah Menarik Terkait Kanker Payudara
  3. Para Peneliti Menyelidiki Peran Arsen dalam Perkembangan Diabetes 


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »