Total Pageviews

Check Page Rank

Diagnosa HCV Terbaru ; HCV core antigen testing

Posted by On 8:16 PM



Infolabmed. Produsen diagnostik terus meningkatkan kepekaan tes serologi untuk mendapatkan hasil lebih dekat dengan HCV RNA atau HCV core antigen dan mempersempit seroconversion window. Tes anti-HCV saat ini telah mempersempit window period menjadi enam sampai delapan minggu. Pada tahun 2016, WHO dan European Association for the Study of the Liver (EASL) keduanya memasukkan panduan HCV core antigen testing sebagai alternatif untuk konfirmasi  RNA HCV pada infeksi aktif. Antigen inti HCV secara signifikan lebih murah dan kurang kompleks daripada RNA HCV, yang memungkinkan penyederhanaan dan peningkatan akses terhadap diagnostik HCV.


Perkembangan ini penting, karena lebih dari 71 juta orang dengan infeksi HCV kronis tinggal di tempat yang memiliki penghasilan rendah sampai menengah. Negara berpenghasilan tinggi atau merupakan bagian dari populasi terpinggirkan seperti orang-orang yang menyuntikkan narkoba atau pekerja s*ks (atau pria gay dan wanita di negara-negara yang perilaku h*mos*ksualnya distigmatisasi atau dikriminalkan). EASL juga memasukkan pengujian antigen inti HCV untuk memantau tanggapan pasien terhadap terapi dan penentuan terus menerus respon virologi ("penyembuhan"), yang selanjutnya menyederhanakan dan menurunkan biaya pengobatan HCV secara keseluruhan.

Proses pemeriksaan diagnostik saat ini memerlukan tindakan flebotomi diikuti pendinginan atau pembekuan sampel sampai waktu pengujian. Ini membatasi penerapan diagnosis HCV dan inisiasi terapi di rangkaian terbatas sumber daya dimana transportasi dingin dan rantai dingin mungkin tidak tersedia. Penggunaan jenis spesimen selain pendinginan atau pembekuan sampel untuk tes diagnostik HCV dapat menghilangkan keterbatasan logistik ini dan memperbaiki pengelolaan klinis pasien. 

Di rangkaian terbatas sumber daya, koleksi dried blood spots (DBS) merupakan alternatif yang minimal invasif, tidak memerlukan flebotomis terlatih, dan telah terbukti efektif dalam diagnosis dan pemantauan pasien dengan HIV-1. WHO dan EASL juga memasukkan DBS ke dalam panduan mereka pada tahun 2016, menyederhanakan pengumpulan dan pengangkutan sampel dan peningkatan akses terhadap pengujian diagnostik.


PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Baca juga :





Next
« Prev Post
Previous
Next Post »