Total Pageviews

Check Page Rank

Pemeriksaan Billirubin Total (Serum) (Dimetil Sulfoksida)

Posted by On 10:03 AM


Pemeriksaan billirubin merupakan pemeriksaan indikasi adanya gangguan hati. hati merupakan organ padat yang terbesar dan terletak di rongga perut bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran terpenting karena merupakan regulator dari semua metabolisme. Selain itu, hati merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran steroid seperti estrogen.  


Metode     : Dimetil Sulfoksida

Prinsip
Billirubin total yang terdapat dalam sampel akan bereaksi dengan asam sulfonilat terazotinasi dalam DMSO membentuk senyawa yang berwarna. Intensitas warna yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi billirubin dalam sampel yang diukur pada panjang gelombang 546 nm.

Tujuan
Untuk mengetahui kadar billirubin total dalam darah.

Alat dan Bahan
  1. Tabung reaksi
  2. Mikropipet
  3. Blue dan yellow tip
  4. Reagen billirubin
  5. Sampel serum
 Prosedur 
  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  2. Sampel darah dibekukan terlebih dahulu selama 15-30 menit.
  3. Sampel darah yang sudah beku disentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 5 menit sampai diperoleh serum.
  4. Serum yang sudah terpisah dapat digunakan sebagai sampel pemeriksaan.
  5. Memipet serum kedalam tabung reaksi.


Blanko
Standart
Sampel
Standart

50 µL

Serum


50 µL
Reagen Kerja
1000 µL
1000 µL
1000 µL

     6.    Dihomogenkan, inkubasi 5 menit.
     7.    Dibaca pada panjang gelombang 578 nm.

Interpretasi Hasil
  • Dewasa     < 1 mg/dL
  • Bayi          < 12 mg/dL
Masalah Klinis
PENINGKATAN KADAR: Anemia defisiensi zat besi. Pengaruh Obat: Barbiturat, salisilat (aspirin) - penisilin, kafein dalam dosis tinggi.
PENINGKATAN KADAR: Ikterik obstruktif disebabkan oleh batu atau neoplasma, hepatitis, sirosis hati, mononukleusis infeksius, metastasis (kanker) hati, penyakit wilson. Pengaruh Obat: Antibiotik (amfoterisin B, klindamisin, eritromisin, gentamisin, linkomisin, oksasilin, tetrasiklin), sulfonamid, obat antituberkulosis (asam para-aminosalisilat, isoniazid [INH]), alopurinol, diuretik (asetazolamid [Diamox], asam etakrinat [Edecrin]), Mitramisin, dekstran, diazepam (Valium), barbiturat, narkotik (kodein, morfin, meperidin [Demerol]), flurazepam (Dalmane), indometasin (Indocin), metotreksat, metildopa (Aldomet), papaverin, prokainamid (Pronestyl), steroid, kontrasepsi oral, tolbutamid (Orinase), Vitamin A, C, dan K.

Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »