Penyakit Parasit yang Menjadi Masalah Kesehatan di Indonesia | Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Table of Contents

Penyakit parasit yang disebabkan baik oleh cacing, protozoa maupun serangga parasitik pada manusia, banyak terdapat di negara berkembang, didaerah tropis termasuk juga Indonesia. Hal ini disebabkan banyak faktor yang menunjang untuk hidup dan berkembang parasit, antara lain kondisi alam dan lingkungan, iklim, suhu, kelembapan serta juga hal - hal yang berhubungan dengan orang (masyarakat) yang disebabkan kekurangmengertian, pendidikan yang kurang, sosial ekonomi rendah yang muncul antara lain sebagai keadaan sanitasi lingkungan kurang baik, kepadatan penduduk, higiene perorangan kurang baik serta kebiasaan - kebiasaan yang kurang baik misalnya buang air besar dimana saja; penggunaan air yang kurang baik untuk mencuci alat makan maupun air untuk minum; tidak memakai sepatu waktu bekerja ditanah perkebunan, tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak mencuci dengan baik sayuran atau buah - buahan sebelum dimakan, kebiasaan anak main di tanah serta hal - hal lainnya yang kesemuanya akan sangat menunjang tumbuh-berkembangnya parasit di Indonesia. 



Selain faktor lingkunan, kemunculan parasit penyakit parasit ditentukan pula oleh organ yang diserang oleh parasit tersebut serta faktor dari parasitnya sendiri, antara lain spesies, stadium, keganasan, jumlah parasit yang menyerang.

Berikut ini adalah jenis parasit yang paling sering menimbulkan masalah kesehatan di Indonesia

1. Malaria
Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari manusia dan hewan lain yang disebabkan oleh protozoa parasit (sekelompok mikroorganisme bersel tunggal) dalam tipe Plasmodium. Malaria menyebabkan gejala yang biasanya termasuk demam, kelelahan, muntah, dan sakit kepala. Dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kulit kuning, kejang, koma, atau kematian. 

Gejala biasanya muncul sepuluh sampai lima belas hari setelah digigit. Jika tidak diobati, penyakit mungkin kambuh beberapa bulan kemudian. Pada mereka yang baru selamat dari infeksi, infeksi ulang biasanya menyebabkan gejala ringan. resistensi parsial ini menghilang selama beberapa bulan hingga beberapa tahun jika orang tersebut tidak terpapar terus-menerus dengan malaria.
2. Toxoplasmosis
Toxoplasmosis adalah penyakit parasitik yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii. Parasit tersebut menginfeksi banyak binatang berdarah-hangat, termasuk manusia, tetapi paling sering menginfeksi kucing pada famili felidae. Binatang terinfeksi dengan mengigit daging yang terinfeksi, dengan kontak terhadap kucing feses, atau dengan infeksi dari ibu ke fetus. Sementara hal ini benar, kontak dengan daging terinfeksi yang belum dimasak menjadi akibat lebih penting terhadap infeksi manusia pada banyak negara.

3. "Soil transmitted helminths"
Soil transmitted helminths mengacu pada cacing yang menginfeksi manusia yang ditularkan melalui tanah yang terkontaminasi ("helminth" berarti cacing parasit): Ascaris lumbricoides (terkadang hanya disebut "Ascaris"), Cacing cambuk (Trichuris trichiura), and Cacing tambang (Anclostoma duodenale dan Necator americanus).

4. Filariasis
Filariasis adalah penyakit parasit yang ditularkan melalui darah – dari vektor arthropoda, terutama lalat hitam dan nyamuk. Ada delapan jenis nematoda (cacing yang berupa seperti benang) yang menyebabkan filariasis. Sebagian besar kasus filaria disebabkan oleh parasit yang dikenal sebagai Wuchereria bancrofti.

5. Mikosis Superfisialis
Mikosis superfisialis adalah penyakit infeksi mukokutaneus yang paling banyak dijumpai, disebabkan oleh infeksi jamur dengan kedalaman infeksi 1-2 mm. Penyakit ini timbul akibat perubahan lingkungan mikro di kulit, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu dermatofitosis dan nondermatofitosis (Budimulja, 2002; Wolff, 2005; Odom dkk, 2000).

Dermatofitosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk (keratin), misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita (Budimulja, 2002). Terdiri atas: Tinea kapitis, Tinea korporis, Tinea kruris, Tinea pedis et manum, Tinea unguium, Tinea imbrikata, Tinea barbae

Sedangkan Nondermatofitosis terdiri atas: Pitiriasis versikolor, Piedra dan kandidiasis

Demikian beberapa parasit yang dapat menyebabkan penyakit parasit yang sering terjadi di Indonesia.

Baca juga :

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya

Sumber :
  1. Irawati,  N. (2017). Parasitologi. [online]. Tersedia ; http://repository.unand.ac.id/23133/2/PARASITOLOGI.pdf. (09 Maret 2017). 
  2. Wikipedia. (2017). Malaria. [Online]. tersedia ; https://id.wikipedia.org/wiki/Malaria. (09 maret 2017)
  3. CDC ; Centers for Disease Control and Prevention. (2017) Parasites ; Soil- transmitted Helminths. [online]. Tersedia ; https://www.cdc.gov/parasites/sth/. (09 maret 2017).
  4. Dokter Sehat. (2017). Filariasis (Kaki Gajah) - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan. [Online]. Tersedia ; http://doktersehat.com/filariasis-kaki-gajah/. (09 maret 2017)
  5. Kesehatan. (2017). Mikosis Superfisialis. [online]. Tersedia ; http://niaaini.blogspot.co.id/2010/07/mikosis-superfisialis.html. (09 maret 2017)

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment