Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Parasitologi | Parasit, Hospes dan Lingkungan - Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Posted by On 1:50 AM


Semua binatang dan tumbuhna sehjak dulu berkembang sebagai organisme bebas yang harus berlomba dengan organisme lainnya sehingga akan dapat mempertahankan keberadaannya. Hanya bagi yang berkembang dan berhasil menyesuaikan serta beradaptasi dengan lingkungan serta organisme lainnya, akan dapat tetap bertahan hidup. Banyak spesies, baik binatang ataupun tumbuhan yang dapat bertahan hidup dengan menggantungkan dirinya terhadap organisme lain yang bertindak sebagai pelindung serta sumber makanan. Jika diikuti serta diperhatikan, ternyata hubungan demikian ini telah terjadi dalam waktu lama bahkan telah ratusan tahun.


PARASIT, HOSPES, DAN LINGKUNGAN


Parasitologi adalah bidang ilmu yang sangat berhubungan dengan fenomena - fenomena ketergantungan dari satu organisme terhadap yang lainnya. Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari organisme yang hidup untuk sementara atau menetap didalam atau pada permukaan organisme lain dengan maksud untuk mengambil sebagian atau seluruh kebutuhan makanannya serta mendapat perlindungan dari organisme lain tersebut. 

Organisme yang mengambil makanan serta mendapat perlindungan dari organisme lain tersebut disebut parasit (sites artinya makanan, parasit artinya orang yang ikut makan), sedangkan organisme yang mengandung parasit disebut hospes atau tuan rumah. Biasanya organisme yang lebih besar merupakan hispes yang akan memberikan perlindungan serta makanan pada organisme lainnya yang lebih kecil yang disebut parasit. Hubungan timbal balik antara parasit dengan hospes yang berguna untuk kelangsungan hidup parasit tersebut disebut parasitisme. Hubungan timbal balik ini diuraikan dibawah ini.

Dari uraian diatas dapat disimpilkan bahwa parasitologi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari parasit, hospes, lingkungannya serta intersaki diantara komponen - komponen tersebut.

Tergantung dari garapannya, parasologi dibagi kedalam beberapa bidang meliputi bidang parasitologi medik yang menggarap parasitologi kedokteran; parasitologi veteriner di dunia kedokteran hewan; parasitologi pertanian di dunia pertanian (tumbuhan).

Parasit dapat diperankan oleh binatang atau tumbuhan. Jika yang bertindak sebagai parasit tersebut binatang, disebut zooparasit, sedangkan jika tumbuhan disebut phytoparasit. Sekarang ini yang dimaksud dengan aprasit, yaitu zooparasit sehingga untuk selanjutnya parasit dalam pembahasan ini dibatasi pada zooparasit, sedangkan parasit yang termasuk kedalam phytoparasit dipelajari dalam bakteriologi.

Menurut jumlah sel yang membentuknya, parasit dibagi atas: parasit satu sel disebut protozoa, sedangkan jika terdiri dari banyak sel disebut metazoa. Metazoa terbagi atas: arthropoda dan helminths (cacing). Beberapa istilah yang penting baik yang berhubundan dengan parasit, tuan rumah maupun hubungan timbal balik antar keduanya, diuraikan dibawah ini.

Parasit yang sama sekali tidak dapat hidup tanpa hospes disebut parasit obligat (permanen); sedangkan organisme yang hidup bebas akan tetapi pada suatu waktu dapat masuk dan membentuk koloni di dalam otak manusia, yaitu genus Acanthamoeba dan Naegleria. Untuk organisme demikian, Page (1974) menamakan amhizoic. Yang dimaksud dengan parasit temporer atau intermitten, yaitu patrasit yang sebagian masa hidupnya, hidup bebas, sewaktu - waktu akan menjadi parasit, contohnya Strongyloides stercoralis. Spesies asing yang melalui intestiunum dan ditemukan dalam tinja manusia dalam keadaan hidup/mati disebut parasit koprozoik atau parasit spuria (palsu); sedangkan pseudoparasit merupakan artefak yang mirip parasit, sering kali disangka sebagai parasit. Jika parasit kebetulan bersarang pada hospes yang biasanya tidak dihinggapinya disebut parasit insidentil.

Menurut tempat hidup parasit pada hospes ada 2 macam parasit, yaitu ektoparasit, hidupnya pada permukaan tubuh (kulit) hospes, kebanyakan dari arthropoda; sedangkan endoparasit hidupnya di dalam tubuh hospes. Proses masuknya endoparasit kedalam tubuh hospes disebut infeksi, sedangkan menempelanya ektoparasit pada tubuh hosopes disebut infestasi (Neva FA, 1994). Istilah inipun sering dipergunakan dalam mikrobiologi. Dalam penggunaan yang terbatas pada parasitologi, istilah infestasi dan infeksi disebut juga parasitosis.

Menurut jumlahnya, hospes definitif parasit terdiri atas: Homoksenosa jika dibutuhkan hanya satu hospes definitif; stenoksenosa jika dibutuhkan sedikit macam hospes definitif; heteroksenosa jika dibutuhkan banyak hospes definitif.

Jika seseorang yang sudah mengandung parasit, terjadi reinfeksi dengan parasit dari spesies yang sama, disebut superinfeksi; sedangkan jika infeksi tersebut terjadi oleh parasit yang sudah ada dalam tubuh orang tersebut disebut autoinfeksi. Terkadang autoinfeksi ini mengambil jalan luar, misalnya dari anal/perianal ke mulut melalui tangan, hal ini disebut autoinfeksi eksterna; jika masuknya secara langsung disebut autoinfeksi interna.

Beberapa parasit, pada manusia tidak menimbulkan gangguan, komensal, misalnya beberapa amoeba dan flagelata usus. Dilihat dari segi kerusakan yang ditimbulkan oleh parasit, parasit dibagi dua kelompok, yaitu yang dapat menimbulkan kerusakan lokal/sistemik disebut parasit patogen, sedangkan yang tidak menimbulkan kerusakan disebut parasit apatogen.

Mengenai hospes (tuan rumah) yang menjadi tempat bagi parasit untuk menggantungkan hidup dan pembiakannya, ada beberapa istilah yang perlu diketahui. Hospes definitif (hospes terminal/akhir), yaitu manusia, hewan, atau tumbuhan yang menjadi tempat hidup parasit dewasa atau parasit mengadakan reproduksi seksual. Hospes perantara (intermediate host), yaitu manusia, hewan, atau tumbuhan yang menjadi tempat parasit menyempurnakan sebagian dari siklus hidupnya dan atau tempat parasit mengadakan pembiakan aseksualnya. 

Tuan rumah peserta ialah hospes yang dapat juga dihuni oleh parasit tertentu walaupun sebenarnya bukan merupakan tuan rumah definitif bagi parasit tersebut. Hospes paratenik merupakan tuan rumah potensial dan didalamnya tidak terjadi perkembangbangan parasit muda; hospes itu tidak mendukung atau menghalangi parasit itu dalam menyelesaikan siklus hidupnya, misalnya Taxocara cati yang merupakan ascaris pada kucing. Jika telur yang telah matang termakan manusia maka larva keluar setelah telur menetasm akan tetapi larva ini tidak akan pernah berkembang lebih lanjut, manusia bertindak sebagi hospes paratenik. Ada hospes yang menularkan parasit pada manusia disebut vektor, biasanya yang bertindak sebagai vektor tersebut arthropoda. Ada dua jenis vektor, yaitu vektor mekanis (phoretik) dan vektor biologis. Yang dimaksud para parasitologi, yaitu vektor biologis yang sebagian siklus hidup parasitnya terjadi pada tubuh vektor tersebut; jika dalam tubuh vektor tersebut tidak terjadi sebagian siklusnya maka disebut vektor mekanis.

Hubungan timbal balik antara dua spesies yang berbeda dan bersifat permanen disebut simbiosis (mula mula diusulkan oleh de Bary, 1879). Ada tiga jenis simbiosis, yaitu mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Mutualisme jika hubungan timbal balik ini menguntungkan kedua-belah pihak; sedangkan pada komensalisme, jika salah satu untuk akan tetapi yang lainnya tidak dirugikan, biasanya satu spesies lebih kecil (yang mendapat keuntungan) dari spesies lainya. Pada parasitisme, satu spesies (parasit) mendapat keuntungan sedangkan yang lainnya dirugikan oleh hubungan timbal balik parasit-hospes. Anderson 1978, menyatakan bahwa pendorong kematian hospes dan/atau pengurangan potensi reproduktif hospes adalah syarat yang penting untuk mengklasifikasikan suatu organisme bersifat parasitik atau bukan. Jika spesies parasit telah hidup bersama dengan hospesnya selama bertahun - tahun, masing - masing pasangan sudah saling menyesuaikan diri dalam banyak hal antara lain perubahan dalam metabolik yang memerlukan adanya jaringan atau cairan hospes sehingga secara metabolik, parasi sangat tergantung dari hospesnya. Hal ini ditegaskan oleh Smyth, 1996, bahwa ketergantungan parasit bersifat metabolik. Biasanya parasit ukurannya lebih kecil akan tetapi memeiliki potensi reproduksi lebih besar daripada hospesnya.

Istilah yang penting pada parasitologi medik adalah istilah zoonosis, yaitu pernyakit yang secara alamiah merupakan parasit pada hewan akan tetapi dapat berpindah kepada manusia. Dalam arti yang luas semua hewan dapat termasuk dalam definisi diatas, akan tetapi kebanyakan zoonesis hanya melibatkan penyakit pada vertebrata. Anthroponoses berarti penyakit manusia yang dapat ditularkan pada hewan. Banyak Zoonoses, terutama terdapat pada hewan, jarang pada manusia, misalnya balantidiasis, fascioloasos hepatica. Sedangkan leishmaniasis, trypanosomiasis (penyakit tidur Afrika), opisthorchiasis biasa ditemukan pada hewan dan manusia.

Untuk mendapatkan pengertian fungsi serta perilaku parasit dan hospesnya, perlu dipelajari fisiologi, imunologi, dan genetika. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya

Sumber :
  1. Natadisastra, Dj dan Agoes, R. (2009). Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. Jakarta : EGC Penerbit Buku Kedokteran.
  2. Infolabmed. (2017). Parasitologi | Pengertian Secara Umum - Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik. [online]. Tersedia ; http://www.infolabmed.com/2017/03/parasitologi-pengertian-secara-umum.html. [09 Maret 2017].


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »