Total Pageviews

Check Page Rank

Pemeriksaan Widal (Prosedur, Prinsip, Cara Kerja dan Interpretasi Hasil) - Seri Eduaksi Teknologi Laboratorium Medik

Posted by On 5:59 AM



Tes widal digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella sp, yang terbagi kedalam 4 golongan ( Salmonella typhi, salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B dan Salmonella paratyphi C). Masing masing golongan terdiri atas antigen O yang berasal dari bagian badan kuman (somatic) dan antigen H yang berasal dari flagel kuman.



Antigen O lebih tahan terhadap panas, alkohol, dan dapat rusak oleh formaldehyde. Sedangkan antigen H tidak tahan terhadap panas, fenol, dan tahan terhadap formaldehyde.

Prosedur Kerja
Metode : Aglutinasi

Tujuan
Untuk mendeteksi adanya antibodi  terhadap Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A, B, dan C.

Prinsip :
Reaksi antara antigen Salmonella sp yang terdapat pada reagen widal dengan antibodi Salmonella sp yang terdapat pada serum pasien.

Cara Kerja Kualitatif
  1. Pada 8 circle slide (plat widal) pemeriksaan widal teteskan 80 ul serum pasien.
  2. Pada masing – masing circlre ditambah 80ul antigen H, AH, BH, CH,O, AO, BO, CO.
  3. Serum masing – masing antigen dihomogenkan, digoyang – goyang selama 1 menit dan diamati terjadinya aglutinasi pada setiap circle.
Cara kerja Kuantitatif ( Cara Slide )

  1. Pada masing – masing circle ditambah 80ul antigen H, AH, BH,CH, O, AO, BO dan CO yang telah dihomogenkan.
  2. Serum dan masing – masing antigen dihomogenkan, digoyang – goyang selama 1 menit dan diamati terjadinya aglutinasi pada setiap circle.
Interpretasi Hasil


Ul serum
Pengenceran
80
1/20
40
1/40
20
1/80
10
1/160
5
1/320


Kualitatif : Positif atau Negatif
Kuantitatif :
  • Titer pemeriksaan widal dilihat pada pengenceran terakhir yang masih memberikan aglutinasi.
 Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber :
  1. Diktat Penuntun Imunoserologi. (2014). Prosedur Pemeriksaan Widal. Hal : 6-7. Jakarta ; Gramedia
Kontribusi Artikel oleh : Nafa Ardila





Next
« Prev Post
Previous
Next Post »