Total Pageviews

Check Page Rank

Pemeriksaan Sifilis Metode TPHA (Treponema Palidum Hemaglutinasi Assay) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Posted by On 8:01 AM


Infolabmed.com.  Sifilis adalah penyakit yang pada umumnya berjangkit setelah melakukan hubungan seksual menahun dengan adanya remisi dan eksaserbasi, dapat menyerang semua organ dalam tubuh terutama sistem kardiovasikular, otak dan susunan saraf serta dapat terjadi kongenital.

Treponema Pallidum Hemagglutination (TPHA) merupakan suatu pemeriksaan serologi untuk sipilis dan kurang sensitif bila digunakan sebagai skrining (tahap awal/primer) sipilis. Untuk pengujian skirining penyakit sipilis biasanya dilakukan pengujian, seperti VDRL atau RPR, apabila hasil pengujian menunjukkan hasil reaktif, maka harus dilakukan lanjutan seperti pengujian TPHA sebagai tindakan konfirmasi.


Treponema pallidum partikel aglutinasi assay (juga disebut uji TPPA) adalah pemeriksaan aglutinasi tidak langsung yang digunakan untuk mendeteksi dan titrasi antibodi terhadap agen penyebab sifilis, Treponema pallidum subspesies pallidum

Dalam pengujian, partikel gelatin sensitif terhadap antigen T. pallidum. Serum pasien dicampur dengan reagen yang mengandung sensitif partikel gelatin. Partikel agregat untuk membentuk gumpalan ketika serum pasien positif untuk sifilis. Dengan kata lain, serum pasien mengandung antibodi T. pallidum. Sebuah hasil pengujian menunjukkan nilai, negatif yang berarti tidak menunjukkan penggumpalan partikel gelatin. Ini adalah jenis tes treponemal spesifik untuk sifilis.

METODE PEMERISKAAN
  • Hemaaglutinasi tidak langsung (indirek hemaaglutinasi) untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap T.pallidum.
PRINSIP PENGUJIAN
Adanya antibody Treponema Palidum akan breaksi dengan antigen treponema yang menempel pada eritrosit ayam kalkun/ domba sehingga terbentuk aglutinasi pada eritrosit-eritrosit tersebut.

SPESIMEN
Serum atau cairan otak

ALAT DAN BAHAN
  • Mikroplate tipe U
  • Mikropipet 25 ul dan 100 ul
  • Automati vibrator
  • Reagen kit TPHA

LANGKAH KERJA
1. Prosedur Kualitatif
  • Teteskan masing-masing 1 tetes  (25 ul) serum diluent ke lubang 1, 3, 4 dan 5 dan untuk  lubang ke-2 tambahkan r tetes ( 100 ul).
  • Teteskan  25 serum pada lobang 1 dan lakukan pengenceran sampai lubang ke-5  dengan cara ambil 25 ul dari lobang pertama dan taruh ke lubang kedua. Dihomogenkan lalu ambil masing-masing 25 ul  dan di taroh di lobang ke tiga dank e empat.  Dari lobang ke empat diambil 25 ul dan di taruh ke dalam lobang ke lima. Paka akan didapat pengenceran 1/2, 1/10, 1/20, 1/20 dan 1/40.
  • Tambahkan 75 ul sel control  ke lobang tiga dan 73 un sel tes ke lobang 4 dan 5 , maka pengenceran terakhir  1/2 , 1/10,1/80, 1/80,1/160
  • Homogenkan pada mixer dan inkubasi pada suhu kamar selama 45-60 menit
  • Amati aglutinasi pada masing-masing lobang.

2. Prosedur Kuantitatif
Prosedurnya sama dengan prosedur kualitatif,  hanya pada prosedur kuantitatif pada pengenceran sampel di lobang ke lima dilanjutkan lagi sampai lubang ke Sembilan, sehingga pengenceran akhir yang didapa setelah masing-masing ditambah 75 ul sel tes menjadi 1/160, 1/1320, 1/640, 1/1280, 1/2560. Hasil dibaca sampai pengenceran tertinggi yang masih aglutinasi.
  • Mikroplate tipe U
  • Mikropipet 25 ul dan 100 ul
  • Automati vibrator
  • Reagen kit TPHA
INTERPRETASI HASIL
  • Lobang 1 dan 2 merupakan hasil tes yang menunjukkan positif
  • Lobang 3 merupakan control cell (sel yang tidak dilapisi denganantigen treponema
  • Lobang 4 merupakan tes sel ( sel yang dilapisi dengan antigen treponema)
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI PEMERIKSAAN
  • Jangan menggunakan serum yang hemolysis karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan
  • Jika menggunakan cairan otak, harus disentrifuge dulu
  • Uji TPHA menunjukkan hasi rektif setelah 1-4 minggu setelah terbentuknya chancre
Manfaat yang bisa didapatkan dari pemeriksaan TPHA

TPHA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kehadiran antibodi terhadap treponema. Pemeriksaan ini akan menunjukkan hasil positif apabila ternyata dalam tubuh kita terdeteksi adanya bakteri treponema. Dengan begitu perlu dilakukan tindakan selanjutnya, yaitu langkah pengobatan.  Setelah 6 hingga 24 bulan pasca pengobatan biasanya pemeriksaan akan menunjukkan hasil negatif. Adapun manfaat dari test ini adalah : Mengkonfirmasi kebenaran seseorang yang diduga terkena sifilis dan untuk mengidnetifikasi adanya respon serologis secara spesifik pada bakteri Treponema pallidum tahap lanjut sifilis.

Sifilis merupakan suatu penyakit kronik dan sistemik yang diakibatkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Sifilis mempunyai nama lain Great pox, lues venereum, dan morbus gallicus. Penyakit ini bisa menyerang berbagai organ dari tubuh manusia seperti sistem kardiovaskular, susunan saraf, dan otak.  Untuk mendeteksi adanya penyakit ini, ada 2 test dalam mendiagnosanya, yaitu uji non treponema dan uji treponema. TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination Assay ) merupakan salah satu metode pemeriksaan serologi dalam mendeteksi penyakit tersebut. Akan tetapi, TPHA kurang sensitif jika diterapkan sebagai skrining yang merupakan tahap awal pemeriksaan/ pemeriksaan primer terhadap sifilis seperti VDRL. Akan tetapi TPHA merupakan konfirmasi untuk penyakit yang diakibatkan oleh treponema tersebut.



PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.
Baca juga :


Sumber :
  1. Wikipedia. 2017. Treponema pallidum particle agglutination assay. Diakses tanggal 02 Maret 2017. Link ; https://en.wikipedia.org/wiki/Treponema_pallidum_particle_agglutination_assay
  2. Arman Tonny Nasution. 2017. Pemeriksaan Sifilis Metode TPHA (Treponema Palidum Hemaglutinasi Assay). Diakses tanggal 02 Maret 2017. Link ;http://armantonnynasution.blogspot.co.id/2013/02/pemeriksaan-sifilis-methode-tpha.html
  3. Halo Sehata. 2017. Pemeriksaan TPHA pada Sifilis – Manfaat dan Prosedur. Diakses tanggal 2 Maret 2017. Link ; http://halosehat.com/penyakit/sifilis/pemeriksaan-tpha-pada-sifilis

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »