Total Pageviews

Check Page Rank

Uji Ferritin (Serum) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Posted by On 6:11 AM



Ferritin, suatu protein simpanan-zat besi, diproduksi dalam hati, limpa, dan sumsum tulang. Kadar feritin berkaitan dengan kadar zat besi yang disimpan dalam jaringan tubuh. Protein ini akan melepas zat besi dari cadangan dijaringan sesuai kebutuhan dan akan menyimpan kelebihan zat besi untuk mencegah efek kerusakan akibat zat besi yang berlebihan. Satu nanogram per milimeter kadar feritin serum sebanding dengan 8 mg cadangan zat besi.

Kadar feritin serum berguna dalam mengevaluasi simpanan total zat besi dalam tubuh. Uji ini juga dapat mendeteksi dini defisinsi anemia zat besi dan anemia akibat penyakit kronis yang menyerupai defisiensi zat besi. Kadar ferritin serum tidak dipengaruhi oleh hemolisis dan obat.



Tujuan
  • Untuk mengevaluasi jumlah simpanan zat besi dalam tubuh.
  • Untuk mendeteksi dini kondisi anemia akibat defisiensi zat besi.

Nilai Rujukkan
DEWASA: Wanita: 10 - 235 ng/ml, 10 - 235 µg/l (satuan SI). Pria: 15 - 445 ng/ml, 15 - 445 µg/l (satuan SI). Pascamenopouse: 10 - 310 ng/ml.
ANAK: 1 - 16 Tahun : 8 - 140 ng/ml. Bayi: 2 - 12 bulan: 30 - 200 ng/ml; 1 Bulan: 200 - 550 ng/l.
BAYI BARU LAHIR: 20 - 200 ng/ml.

Prosedur
  • Kumpulkan 3 sampai 5 ml darah vena dalam tabung bertutup merah.
  • Tidak ada pembatasan asupan makanan ataupun minuman.
  • Catat dalam formulir laboratorium jika klien mengkonsumsi obat yang mengandung zat besi. 

Faktor yang Mempengaruhi temuan Laboratorium
  • Tidak ada yang diketahui 

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL
  • Bandingkan kadar feritin serum dengan saturasi presentase transferin dan zat besi serum. Kadar feritin serum cenderung lebih andal dalam penentuan defisiensi zat besi dibandingkan dengan kadar zat besi serum. Kadar feritin serum akan berkurang sebelum cadangan zat besi menipis.
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber : 
  1. LeFever Ke, Joyce. 2002. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik ; Edisi 6. Hal : 194 - 195. Cetakan 2017. EGC ; Jakarta
Baca juga :




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »