Blood Urea Nitrogen (BUN), Serum - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Table of Contents

Hati memproduksi urea dalam siklus urea sebagai produk limbah dari pencernaan protein. Darah manusia dewasa yang normal harus berisi antara 6 dan 20 mg nitrogen urea per 100 ml (20/6 mg / dL) darah. Beberapa laboratorium akan memiliki rentang nilai rujukkan yang berbeda dari pemeriksaan uji yang digunakan, dan juga akan memiliki berbagai variasi antara laboratorium satu dengan lainnya.

Penyebab utama peningkatan BUN adalah: diet protein tinggi, penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) (sugestif gagal ginjal) dan volume darah (hipovolemia), gagal jantung kongestif, perdarahan gastrointestinal, demam dan peningkatan katabolisme . Hypothyroidism dapat menyebabkan kedua penurunan GFR dan hipovolemia, namun rasio BUN-ke-kreatinin telah ditemukan untuk diturunkan pada hipotiroidisme dan dibesarkan di hipertiroidisme.



Tujuan
Penentuan Nitrogen Urea Darah (BUN) serum saat ini merupakan tes skrining yang paling banyak digunakan untuk mengevaluasi fungsi ginjal. Tes ini sering diminta bersamaan dengan tes kreatinin serum sejak penentuan simultan dari 2 senyawa ini muncul untuk membantu dalam diagnosis diferensial dari prerenal (dekompensasi jantung, penipisan air akibat penurunan asupan dan kehilangan yang berlebihan, peningkatan katabolisme protein, dan diet protein tinggi), renal (glomerulonefritis akut, nefritis kronis, penyakit ginjal polikistik, nephrosclerosis, dan nekrosis tubular) dan postrenal hyperuremia (misalnya, semua jenis obstruksi pada saluran kemih, seperti batu, pembesaran kelenjar prostat, tumor)..

Metode Pemeriksaan 
Fotometrik, Urease
Juga tersedia sebagai bagian dari panel Elektrolit.

Nama Lain
  • BUN
  • Urea
Jenis Sampel
Serum

Syarat Sampel
  • Wadah/tabung
  • Diutamakan : Serum gel
  • Diterima : Tutup Merah 
  • Wadah/tabung pengiriman : Vial plastik
  • Volume sampel : 0,5 mL (Minimal 0,25 mL)
  • Instruksi Pengumpulan : 1. Puasa; 2. Tabung gel serum harus disentrifugasi dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah; 3. Tabung tutup merah harus disentrifugasi dan aliquoted dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah.
  • Informasi Tambahan: Usia pasien dan jenis kelamin juga diperlukan.
Nilai Rujukkan
Laki - Laki
1-17 tahun: 7-20 mg / dL
> Atau = 18 tahun: 8-24 mg / dL
Nilai referensi belum ditetapkan untuk pasien yang usia <12 bulan.

Wanita
1-17 tahun: 7-20 mg / dL
> Atau = 18 tahun: 6-21 mg / dL
Nilai referensi belum ditetapkan untuk pasien yang usia <12 bulan .

Faktor yang Mempengaruhi Temuan Laboratorium
  • Status hidrasi pada klien harus diketahui. Pemberian cairan yang berlebihan dapat menyebabkan  kadar BUN rendah palsu, dan sebaliknya, dehidrasi dapat memberikan temuan kadar tinggi palsu.
  • Obat (misal, antibiotik, diuretik, dan obat antihipertensif) dapat menignkatkan kadar BUN.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL
  • Bandingkan temuan kreatinin serumdan BUN serum. Jika kadar BUN dan kreatinin meningkat, sangat dicurigai terjadi penyakit ginjal.
PENURUNAN KADAR
  • Kaji asupan diet klien. Asupan rendah protein dan tinggi karbohidrat dapat menurunkan kadar BUN. 
  • Laporkan pada klien yang menerima terapi glukosa per IV secara terus menerus, tanpa disertai dengan asupan protein.
  • Pantau tanda dan gejala dehidrasi yang berlebihan (batuk yang mengiritasi, dispnea, pembuluh darah vena-leher yang membesar, serta rales di dada) jika kadar BUN berkurang. Hidrasi yang berlebihan (hipervolemia) dapat menyebabkan hemodilusi sehingga mengencerkan konsentrasi urea dalam darah.

PENINGKATAN KADAR
  • Laporkan bila haluaran urin < 25 ml/jam atau 600 ml/hari. Urea dieksresikan oleh ginjal, dengan menurunnya haluaran urin, urea tereakumulasi dalam darah.
  • Pantau tanda vital. Frekuensi nadi yang cepat, penurunan tekanan darah, serta peningkatan usaha napas dapat mengindikasikan dehidrasi dan, bila keadaan ini semakin memburuk, akan terjadi syok.
  • Tentukan status hidrasi klien. Jika terdapat dehidrasi, penginkatan kadar BUN berhubungan dengan hemokonsentrasi. Pemberian cairan per IV merupakan pemecahan masalah ini.
  • Hindari hidrasi yang berlebihan menggunakan cairan IV. Pemebrian cairan IV yang terlalu cepat dapat memberikan muatan berlebih pada sistem vaskular, terutama pada lanjut usia, pada anak, serta pasien yang menderita gangguan jantung, yang mengarah pada hipervolemia. Proses ini dapat mengakibatkan edema paru.
  • Kaji asupan makanan klien. Diet tinggi protein akan menigkatkan kadar BUN serum. Individu yang sedang menjalani diet tinggi protein akan mengalami penginkatan kadar BUN, kecuali ia banyak minum.
  • Identifikasi obat yang dapat meningkatkan kadar BUN, (contoh, antibiotik, diuretik, obat antihipertensif, dan lainnya).
PENYULUHAN KLIEN
  • Jelaskan pada klien yang mengalami sedikit peningkatan kadar BUN untuk banyak minum. namun, hati - hati bila melakukan tindakan pemaksaan asupan cairan yang banyak pada klien yang mengalami gangguan jantung dan ginjal.


PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

 Baca juga :

Sumber :
  1. Mayo Clinic. 2017. Blood Urea Nitrogen (BUN), Serum. Diakses tanggal 28 Februari 2017. Link ; http://www.mayomedicallaboratories.com/test-catalog/Specimen/81793
  2. Wikipedia. 2017. Blood urea nitrogen. Diakses tanggal 28 Februari 2017. Link ; https://en.wikipedia.org/wiki/Blood_urea_nitrogen
  3. LeFever Ke, Joyce. 2002. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik ; Edisi 6. Hal : 89 - 91. Cetakan 2017. EGC ; Jakarta


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment