Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Sekresi Urine dan Mekanisme Fungsi Ginjal

Posted by On 7:28 AM

 
http://perpustakaancyber.blogspot.co.id

Infolabmed.com. Sebagai ATLM sangat penting bagi Kita untuk mempelajari anatomi tubuh sebagai penopang hasil yang Kita validasi. Hasil laboratorium sangat bergantung terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh seorang dokter.

Pada artikel kali ini admin akan mengangkat pembahasan tentang sistem urinari. Sistem urinari ini sangat berkaitan dengan pemeriksaan Fungsi Ginjal seperti Ureum dan creatinin, selain itu pemeriksaan Urine baik itu makroskopik atau mikroakopik pada urine.

Sistem urinari terdiri atas : Ginjal, yang mengeluarkan sekret urine. Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kencing. Kandung kencing, yang bekerja sebagai penampung, dan Uretra, yang mengeluarkan urine dari kandung kencing.

Fungsi Ginjal ialah pengaturan keseimbangan air ; pengaturan konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam-basa darah ; dan ekskresi bahan buangan dan kelebihan garam.

Sekresi Urine dan Mekanisme Fungsi Ginjal

Glomerulus adalah saringan. Setiap menit kira - kira 1 liter darah yang mengandung ccm plasma, mengalir melalui semua gromeruli dan sekitar 100 ccm (10%) dari itu disaring keluar. Plasma yang berisi semua garam, glukosa, dan benda halus lainnya, disaring. Sel dan protein plasma terlalu besar untuk dapat menembusi pori saringan dan tetap tinggal dalam aliran darah.

Cairan yang disaring, yaitu filtrat glomerulus, kemudian mengalir melalui tubula renalis dan sel - selnya menyerap semua bahan yang diperlukan tubuh dan ditinggalkan yang tidak diperlukan. Dengan mengubah - ubah jumlah yang diserap atau ditinggalkan dalam tubula, maka sel dapat mengatur susunan urine Di satu sisi dan susunan darah di sisi sebaliknya.

Dalam keadaan normal semua glukosa diabsorpsi kembali; air sebagian besar diabsorpsi kembali, kebanyakan produk buangan dikeluarkan. Dalam keadaan tertentu tubula menambah bahan pada urine.
Demikian maka sekresi terdiri atas tiga faktor : Filtrasi glomerulus, Reabsorpsi tubula dan Sekresi tubula.

Kalu dibandingkan jumlah yang disaring oleh glomerukus setiap hari dengan junlah yang biasanya dikeluarkan ke dalam urine maka kita dapat melihat besar daya selektif sel tubula :
Air, disaring 150 liter, dikeluarkan 1.5 liter.
Garam, disaring 700 gram, dikeluarkan 15 gram.
Glukosa, disaring 170 gram, dikeluarkan 0 gram.
Urea, disaring 50 gram, dikeluarkan 30 gram.

Kini filtratnya mencapai pelvis ginjal dan ureter sebagai urine.

Test Fungsi Ginjal

Terdapat banyak macam tea, tetapi beberapa yang sederhana ialah :

1. Test untun Protein (Albumin)

Bila ada kerusakan pada glomeruli atau tubula, maka protein dapat bocor masuk ke urine.

2. Mengukur Konsentrasi Urea Darah.

Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan ureum maka ureum darah naik diatas kadar normal 20 - 40 mg/100 ccm darah. Karena filtrasi glomerulus harus menurun sampai sebanyak 50% sebelum kenaikan kadar urea darah terjadi, maka tea ini bukan tes yang sangat peka.

3. Tes Konsentrasi.

Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai berapa tinggi berat jenis naik.

Ciri - ciri Urine yang Normal

Jumlahnya rata - rata 1-2 liter/hari, tetapi berbeda - beda sesuai dengan jumlah cairan yang dimasukkan. Banyaknya bertambah pula bila terlampau banyak protein yang dimakan, sehingga tersedia cukup cairan yang diperlukan untuk melarutkan ureanya.

Warnanya bening orange puncat tanpa endapan, tetapi adakalanya jonjot lendir tipis nampak terapung didalamnya.

Baunya tajam

Reaksinya sedikit asam terhadap kertas lakmus dengan pH rata - rata 6.

Beraj Jenis berkisar dari 1010 sampai 1025.

Komposisi Urine Normal.

Urine terutama terdiri ataa air, urea dan natrium klorida. Pada seaeorang yang menggunakan diit yang rata - rata berisi 80 - 100 gram protein dalam 24 jam, jumlah peraen air dan benda padat dalam urine adalah seperti berikut :

Air 96%
Benda padat 4% (terdiri atas urea 2% dan produk metabolik lain 2%).

Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam amino yang telah dipindah amonianya didalam hati dan mencapai ginjal, dan diekresikan rata-rata 30 mg setiap 100 ccm darah, tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang dimakan dan fungsi hati dalam penbentukan ureum.

Asam Urat. Kadar normal asam urat didalam darah adalah 2 sampai 3 mg setiap 100 ccm, sedangkan 1.5 - 2 mg/hari diekskreaikan ke dalam urine.

Kreatinin adalah hasil buangan kreatinin dalam otot. Produk metabolisma lain mencakup benda - benda purine, oxalat, fosfat, sulfat dan urat.

Elektrolit atau garam seperti natrium dan kalium klorida diekskreaikan untuk mengimbangi jumlah yang nasuk melalui mulut.

Demikianlah seperti yang kami ingin sampaikan bahwa tugas ATLM tidaklah hanya mengeluarkan hasil semata, tapi harus benar - benar tervalidasi supaya haail yanh dikeluarkan benar valid adanya. Pembelajaran artikel yang kami tulis sebetulnya terdapat pada materi kuliah yang diajarkan yaitu pada mata kuliah  

Anatomi Fiaiologi.

Sebagai web penyambung informasi yang temen ATLM maka kami akan mengulang kembali yang seharusnya kita lakukan yaitu tetap belajar dan memperbaiki cara pandang kita sebelum mengeluarkan hasil laboratorium.

Sumber :
Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. 1973. Evelyn Pearce. Sistem Urinari Hal : 245.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »