Tingkatkan Efisiensi Diagnostik dengan Kombinasi 5-Part Differentiation dan CRP
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Dalam dunia diagnostik laboratorium, kombinasi 5-part differentiation (analisis 5-part sel darah) dan CRP (C-reactive protein) telah membuka era baru dalam efisiensi diagnosa.
Pendekatan ini tidak hanya mempercepat proses identifikasi kondisi medis tetapi juga meningkatkan akurasi dalam membedakan antara infeksi bakteri, virus, atau inflamasi non-infeksi.
Baca juga : Perbedaan Penentuan Pemeriksan C-reactive protein (CRP) Vs high-sensitivity CRP (hs-CRP)
Apa Itu 5-Part Differentiation dan CRP?
5-Part Differentiation:
- Analisis detail sel darah putih (leukosit) yang membagi menjadi 5 subtipe: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil.
- Digunakan dalam hematology analyzer modern untuk mendeteksi kelainan darah dan sistem imun.
CRP (C-Reactive Protein):
- Protein yang diproduksi hati sebagai respons terhadap inflamasi atau infeksi.
- Kadar CRP meningkat signifikan dalam infeksi bakteri atau kondisi inflamasi akut.
Mengapa Kombinasi Ini Efisien?
- Deteksi Dini Infeksi: CRP meningkat dalam 6-8 jam setelah infeksi, sementara perubahan sel darah putih (WBC) dapat terlihat dalam hitungan jam.
- Beda Infeksi Bakteri vs Virus:
- Infeksi Bakteri: Neutrofil tinggi + CRP tinggi
- Infeksi Virus: Limfosit tinggi + CRP normal/sedikit meningkat
- Monitoring Respons Terapi: Penurunan CRP dan normalisasi hitung leukosit menandakan pemulihan.
Manfaat Klinis Kombinasi 5-Part Differentiation dan CRP
- Diagnosis Cepat – Hasil dalam 30-60 menit.
- Membedakan Penyakit – Bantu bedakan sepsis, autoimun, atau alergi.
- Hemat Biaya – Mengurangi kebutuhan tes tambahan yang mahal.
- Terapi Lebih Tepat – Antibiotik diberikan hanya jika benar-benar diperlukan.
Aplikasi dalam Kasus Klinis
Demam Tanpa Fokus Jelas
- CRP tinggi + neutrofil tinggi → Kecurigaan infeksi bakteri.
- Limfosit tinggi + CRP normal → Kemungkinan infeksi virus.
Monitoring Pasien Pascaoperasi
- Peningkatan CRP >48 jam pascaoperasi → Tanda infeksi.
Penyakit Autoimun
- CRP tinggi + eosinofil tinggi → Indikasi flare-up penyakit.
Studi Kasus: Kombinasi 5-Part Differentiation + CRP
Sebuah penelitian di Journal of Clinical Laboratory Analysis (2023) menunjukkan:
- Sensitivitas 92% dalam mendeteksi infeksi bakteri ketika CRP >10 mg/L + neutrofil >70%.
- Spesifisitas 85% untuk infeksi virus jika CRP <5 mg/L + limfosit dominan.
Baca juga : C-Reactive Protein (CRP, hs-CRP): Biomarker Peradangan dan Risiko Kardiovaskular
Prosedur Pemeriksaan
- Pengambilan Sampel: Darah vena (EDTA untuk hematologi, serum untuk CRP).
- Analisis Otomatis: Menggunakan hematology analyzer dan immunoassay.
- Interpretasi Hasil:
- CRP <5 mg/L → Normal
- CRP 5-50 mg/L → Inflamasi ringan-sedang (infeksi lokal)
- CRP >50 mg/L → Infeksi bakteri sistemik/parah
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.
Post a Comment