Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Tinjauan Dunia Mikrobe | Dasar - Dasar Mikrobiologi

Posted by On 9:02 AM


Dunia mikrobe terdiri dari berbagai kelompok jasad renik. Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Ada yang mempunyai ciri - ciri sel tumbuhan, ada yang mempunyai ciri - ciri sel binatang, dan ada lagi yang mempunyai ciri - ciri keduanya. Secara kolektif, jasad renik dinamakan protista. 

 
Ciri utama yang membedakan kelompok mikrobe tertentu dari yang lain ialah organisasi bahan selularnya. Perbedaan ini, yang secara asasi itu teramat penting, memisahkan semua protista menjadi kategori utama, yaitu prokariota dan eukariota. (Semua organisme yang bukan protista, termasuk manusia, juga terdiri dari sel - sel eukoariotik; mengenai hal ini akan dibahas pada artikel lebih lanjut).
Pada artikel ini akan dibahas struktur dan satuan fungsional yang mendasar bagi semua sistem kehidupan termasuk protista, yakni sel. Kemudian akan dibahas letak protista di dunia kehidupan ini dengan meninjau selintas kilas klasifikasi hayati. Selanjutnya akan diperkenalkan macam - macam sel prokariotik dan eukariotik serta ciri - cirinya untuk membedakan masing - masing. Juga akan disinggung kelompok - kelompok utama organisme prokariotik dan eukariotik, juga menggunakan klasifikasi sebagai alat. Akhirnya akan dibahas virus - entiti (kesatuan) nonselular yang bagaimanapun mempunyai beberapa ciri yang ada pada organisme uniseluler dan karena itu termasuk kedalam bidang mikrobiologi.

Sel Sebagai Satuan Struktur Dasar Kehidupan

Sel merupakan satuan struktural yang fundamental dan fungsional bagi kehidupan. Bagi mikroorganisme uniseluler, sel itu bukan saja merupakan satuan struktural, tetapi adalah organisme itu sendiri. Sebaliknya, organisme multiseluler merupakan sel - sel yang terususun menjadi satuan - satuan yang terpadu ke dalam sistem atau berbagai sistem yang bersama - sama membentuk organisme hidup.

Kata sel  digunakan untuk pertama kalinya pada lebih dari dua abad yang lalu oleh Robert Hook, seorang Inggris, dalam tahun 1665 ketika melaporkan secara teliti mengenai struktur halus gabus dan bahan - bahan tumbuhan lainnya. Struktur seperti sarang lebah yang diamatinya pada irisan tipis gabus disebabkan oleh dinding - dinding sel utuh yang berasal dari sel yang sebelumnya hidup. Namun konsepsi sel sebagai satuan hidup struktural, dikenal dengan teori sel, diperkenalkan oleh dua orang Jerman yaitu Matthias Schleiden dan Theodore Schwann dalam tahun 1838 - 1839. Mereka berpendapat, bahwa semua sel apapun organismenya, sangat serupa strukturnya. Begitu konsepsi sel adalah unit dasar kehidupan diterima orang, maka para peneliti berspekulasi mengenai sifat substansi yang terkandung di dalam sel. 

Istilah protoplasma (Bahasa Yunani proto, "pertama"; plasma, "substansi yang terbentuk") diperkenalkan untuk mencirikan bahan hidup suatu sel. Diduga protoplasma itulah yang merupakan sumber semua proses kehdiupan. Penelitian yang dilakukan kemudian dengan menggunakan mikroskop kuat dan cara - cara pengamatan baru, sangat memajukan pengetahuan Kita tentang organisme struktural didalam sel.

Sebagaimana dikenali oleh Schleiden dan Schwann lebih dari seabad yang lalu, sel semua organisme hidup memiliki bersama beberapa kesamaan dasar. Pada sebuah gambar dibawah ini membandingkan sel yang khas dengan beberapa macam sel mikrobe. Setiap sel terbungkus oleh membran, lapisan material teramat  tipis yang meliputi substansi suatu sel; masing - masing mengandung nukleus, yaitu protoplasma di tengah - tengah sel yang terdiferensiasi dan kaya akan nukleoprotein atau tubuh nuklir yang setara, dan masing - masing mengandung sitoplasma (Bahasa Yunani sito, "sel"; plasma, "substansi yang terbentuk"), didalamnya terdapat berbagai entiti struktural atau partikulat (berkenan dengan partikel). Biasanya sitoplasma dianggap sebagai semua bahan nonstruktural yang terdapat didalam membran.

Semua organisasi hidup memiliki ciri - ciri berikut yang sama :
  1. Kemampuan berkembang biak,
  2. Kemampuan memakan atau mengasimilasi nutrien dan mengubahnya dalam metabolisme untuk energi dan tumbuhan,
  3. Kemampuan mengekspresi bahan buangan,
  4. Kemampuan bereaksi terhadap perubahan dalam lingkungan terkadang dinamakan iritabilitas, dan
  5. Kerentanan (suseptibilitas) terhadap mutasi (perubahan dalam ciri ciri organisme).

Dalam penelaahan mikrobiologi, kita bahkan menemukan "organisme" yang dapat mewakili perbatasan kehidupan, yaitu virus. Virus memberikan kesempatan yang menarik untuk memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai sifat dan bahan - bahan organik yang sangat rumit dan terorganisasi yang dapat menjembatani kekosongan antara yang bersenyawa dan yang tidak bersenyawa.
Bagian - bagian yang dijumpai pada sebuah sek khas. (Sumber : http://tamanbacatikita.blogspot.co.id)
 
Paramaecium, mikroorganisme ber sel satu seperti hewan (protozoa). (Sumber : http://tugassekolahbermanfaat.blogspot.co.id)

Euglena, Mikrobe uniseluler seperti tumbuhan (alga). (sumber : https://www.britannica.com/)

Sel Bakteri. (Sumber : https://www.tentorku.com/)

Virus, sebagaimana akan dibahas pada artikel selanjutnya ini, ialah parasit obligat; artinya, harus hidup di dalam sel inang yang sesuai - tumbuhan, binatang, mikrobe. Organisme ini tidak dapat memperbanyak diri di luar sel inangnya yang sesuai. Akan tetapi, bila partikel virus memasuki sel hidup yang cocok, maka dapat terbentuk beratus - ratus partikel virus yang identik, dengan memanfaatkan energi serta perlengkapan biokimiawi sel inangnya. Virus ialah suatu entiti yang secara struktural lebih sederhana daripada sel tunggal tetapi dibangun dari zat yang unik bagi kdhidupan yaitu asam nukleat (bahan kimiawi yang membangun bahan genetik) dan protein (senyawa kompleks mengandung nitrogen yang terdapat dalam berbagai bentuk pada hewan dan tumbuhan).

Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.
Sumber :
  1. Pelczar, M J. (1986). Dasar - Dasar Mikrobiologi. Hal :34 - 38. Jakarta : Penerbit Univeritas Indonesia (UI-press).


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »