Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Perkembangan Teknik dan Cara Kerja di Laboratorium Mikrobiologi - Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Posted by On 9:18 AM


Dalam penelitian tentang mikroorganisme yang mungkin menjadi penyebab berbagai penyakit. Koch dan rekan - rekannya mengembangkan beberapa prosedur laboratorium yang mempunyai dampak luar biasa terhadap perkembangan mikrobiologi. Hal ini mencakup prosedur untuk mewarnai bakteri agar mudah memeriksanya (mudah dapat diamati) dan teknik untuk membiakkan (menumbuhkan) mikrobe di laboratorium. Satu teknik yang dikembangkannya ialah penggunaan media, suatu substrat untuk menumbuhkan bakteri, yang menjadi padat dan tetap tembus padang pada suhu inkubasi (suhu yang cocok untuk pertumbuhan). Gelatin, yang telah dicobakan untuk tujuan ini, kurang memadai karena pada suhu tumbuh menjadi cair.


Permukaan padat yang lain seperti irisan kentang atau wortel banyak ketidakbaikannya, termasuk kekurangan nutrien untuk mikroorganisme, terutama yang berkaitan dengan tubuh manusia. Masalah ini teratasi dengan menggunakan ekstrak ganggang laut tertentu. Ekstrak ini, yang dinamai agar - agar (acapkali disebut juga agar), dapat dilarutkan dalam larutan nutrien dan bilamana menjadi gel akan tetap padat dalam kisaran temperatur yang luas. Media mikrobiologis dan kegunaannya akan dibahas pada artikel berikutya. 

Konsepsi Biakan Murni

Media agar merupakan substrat yang sangat baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme sehingga masing - masing jenisnya menjadi terpisah - pisah. Teknik yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme pada media agar memungkinkannya tumbuh dengan agak berjauhan dari sesamanya, juga memungkinkan setiap selnya terhimpun membentuk koloni, sekelompok massa sel yang dapat dilihat dengan mata telanjang. 

Semua sel dalam koloni itu sama ;  dianggap kesemuanya itu merupakan keturunan (progeni) satu mikroorganisme dan karena itu mewakili apa yang disebut mikrobiologiwan biakan murni. Penggunaan agar pada media mikrobiologi yang semula diusulkan oleh laboratorium Koch pada awal 1880-an tetap digunakan secara luas sampai kini.

Postulat Koch 

Percobaan-percobaan Koch dan peneliti - peneliti lain di laboratoriumnya membuktikan bahwa jasad renik tertentu menyebabkan  timbulknya penyakit tertentu pula dan hal ini telah menentukan kepada ditetapkannya kriteria yang dapat mendasari ditariknya kesimpulan semacam ini. Kriteria ini, dikenal dengan postulat Koch, menjadi garis penunjuk dan tetap sampai kini dipakai dalam mencari bukti bahwa suatu penyakit disebabkan oleh jasad renik tertentu. Postualt Koch itu ialah :
  1. Mikroorganisme tertentu selalu dapat dijumpai berasosiasi denga penyakit tertentu.
  2. Mikroorganisme itu dapat diisolasi dan ditumbuhkan menjadi biakan murni di laboratorium.
  3. Biakan murni mikroorganisme tersebut akan menimbulkan penyakit itu bila disuntikkan pada hewan yang rentan (suseptibel).
  4. Penggunaan prosedur laboratorium memungkinkan diperolehnya kembali mikroorganisme yang disuntikan itu dari hewan yang dengan sengaja diinfeksi dalam percobaan.

Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya
Sumber :
  1. Michael J. pelczar dan E.C.S Chan. (1986). Dasar - Dasar Mikrobiologi. Hal ; 17 - 19. Jakarta ; Penerbit Univeristas Indonesia (UI-press).

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »