Kultur Feses: Pemeriksaan Mikrobiologi untuk Identifikasi Bakteri Patogen Usus
INFOLABMED.COM – Kultur feses adalah pemeriksaan mikrobiologi yang bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri patogen penyebab infeksi saluran pencernaan dari sampel tinja . Pemeriksaan ini menjadi standar penting untuk diagnosis diare bakteri, terutama pada kasus diare berdarah, diare persisten, atau pasien dengan imunosupresi.
Kapan Kultur Feses Diperlukan?
Tidak semua diare memerlukan kultur feses. Indikasi yang jelas meliputi:
| Indikasi | Keterangan |
|---|---|
| Diare berdarah | Curiga infeksi Shigella, Salmonella, atau E. coli O157:H7 |
| Diare persisten (>7 hari) | Mencari patogen spesifik |
| Pasien imunokompromais | Risiko infeksi oportunistik |
| Kecurigaan wabah (outbreak) | Identifikasi sumber penularan |
| Riwayat perjalanan ke daerah endemis | Curiga kolera atau patogen tropis |
| Diare pasca-antibiotik | Curiga Clostridioides difficile |
Diare akut tanpa komplikasi umumnya tidak memerlukan kultur karena sebagian besar disebabkan virus dan bersifat self-limiting.
Prosedur Kultur Feses
1. Pengambilan dan Transport Spesimen
- Gunakan wadah steril, tanpa pengawet
- Sampel tinja segar (idealnya <2 jam setelah defekasi)
- Jika transport lama, gunakan media transport Cary-Blair
- Ambil bagian yang mengandung lendir, darah, atau pus jika ada
2. Inokulasi ke Media Selektif
| Media | Fungsi | Patogen Target |
|---|---|---|
| MacConkey agar | Selektif diferensial untuk Gram negatif | E. coli, Salmonella, Shigella |
| Salmonella-Shigella (SS) agar | Sangat selektif | Salmonella, Shigella |
| XLD agar | Selektif diferensial | Salmonella, Shigella |
| TCBS agar | Selektif untuk Vibrio | Vibrio cholerae |
| Campy-BAP / Skirrow | Selektif untuk Campylobacter | Campylobacter jejuni |
| Blood agar | Non-selektif | Bakteri Gram positif, Aeromonas |
| CIN agar | Selektif untuk Yersinia | Yersinia enterocolitica |
3. Inkubasi
- Umumnya: 35-37°C, 18-24 jam, aerob
- Campylobacter: 42°C, 48-72 jam, mikroaerofilik (5% O₂, 10% CO₂)
- Vibrio: 35-37°C, 18-24 jam, aerob (pH alkali)
4. Identifikasi Koloni
Setelah inkubasi, koloni yang mencurigakan diidentifikasi melalui:
- Morfologi koloni (warna, ukuran, bentuk)
- Pewarnaan Gram
- Uji biokimia (TSI, LIA, indol, urease, sitrat, dll.)
- MALDI-TOF MS (identifikasi cepat dan akurat)
- PCR (untuk patogen tertentu seperti E. coli O157:H7 atau C. difficile)
5. Uji Kepekaan Antibiotik
Jika patogen teridentifikasi, lakukan uji kepekaan (disk difusi atau MIC) untuk memandu terapi.
Interpretasi Hasil Kultur Feses
| Hasil | Interpretasi | Tindakan |
|---|---|---|
| Tidak ditemukan patogen | Flora normal; kemungkinan diare virus atau non-infeksi | Terapi suportif |
| Salmonella spp. | Salmonellosis | Antibiotik sesuai kepekaan (jika berat/imunokompromais) |
| Shigella spp. | Disentri basiler | Antibiotik (siprofloksasin, azitromisin) |
| Campylobacter jejuni | Enterokolitis | Azitromisin (lini pertama) |
| Vibrio cholerae | Kolera | Rehidrasi agresif + doksisiklan/azitromisin |
| E. coli O157:H7 | Diare berdarah, risiko HUS | Hindari antibiotik (memperburuk pelepasan toksin) |
| C. difficile | Kolitis pseudomembranosa | Hentikan antibiotik pemicu; metronidazol/vankomisin oral |
Faktor yang Mempengaruhi Hasil
| Faktor | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Antibiotik sebelumnya | Menekan pertumbuhan patogen → false negative | Catat riwayat antibiotik |
| Sampel terlambat diproses | Patogen mati, flora normal berlebihan | Gunakan media transport |
| Media tidak tepat | Patogen target tidak tumbuh | Gunakan media selektif sesuai target |
| Kontaminasi urin/air | Hasil tidak valid | Ambil sampel bersih |
Keterbatasan Kultur Feses
- Waktu lama: Hasil definitif 2-4 hari (Campylobacter hingga 72 jam)
- Sensitivitas terbatas: Bergantung pada kualitas sampel dan media
- Tidak mendeteksi virus dan parasit: Diperlukan pemeriksaan terpisah
- Patogen fastidious: Beberapa patogen sulit tumbuh in vitro
Kesimpulan
Kultur feses adalah pemeriksaan mikrobiologi penting untuk identifikasi bakteri patogen penyebab diare. Prosedur meliputi pengambilan sampel segar, inokulasi ke media selektif (MacConkey, SS, TCBS, Campy-BAP), inkubasi, identifikasi koloni, dan uji kepekaan antibiotik. Interpretasi harus mempertimbangkan flora normal dan faktor preanalitik. Kultur feses tetap menjadi standar emas untuk diagnosis diare bakteri, meskipun teknologi molekuler (PCR multiplex) semakin banyak digunakan sebagai pelengkap atau alternatif di laboratorium modern.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
.png)
Post a Comment