K₂EDTA vs K₃EDTA: Perbedaan, Rekomendasi ICSH, dan Pengaruhnya pada Hasil Hematologi
INFOLABMED.COM – Di laboratorium hematologi, tabung ungu (lavender) adalah standar untuk pemeriksaan darah lengkap. Namun, tahukah Anda bahwa di dalamnya terdapat dua jenis antikoagulan yang berbeda: K₂EDTA dan K₃EDTA? Keduanya sama-sama mengikat kalsium untuk mencegah pembekuan darah, tetapi perbedaan sifat fisik dan kimianya dapat memengaruhi hasil pemeriksaan, terutama pada kondisi tertentu.
Perbedaan Mendasar K₂EDTA vs K₃EDTA
Perbedaan utama terletak pada jumlah atom kalium yang terikat pada molekul EDTA. K₂EDTA (dipotassium EDTA) memiliki dua ion kalium, sedangkan K₃EDTA (tripotassium EDTA) memiliki tiga ion kalium. Perbedaan ini memengaruhi kelarutan dan bentuk sediaan antikoagulan.
| Aspek | K₂EDTA | K₃EDTA |
|---|---|---|
| Bentuk Sediaan | Bubuk kering (spray-dried) pada dinding tabung | Cairan (liquid) pada dinding tabung |
| Konsentrasi Umum | 1.8 mg/mL darah | 1.2–4 mg/mL darah |
| Material Tabung | Umumnya plastik | Umumnya kaca (pada produk tertentu) |
| Rekomendasi ICSH | Direkomendasikan sebagai pilihan untuk hitung sel darah | Masih banyak digunakan, tetapi kurang ideal karena bentuk cair |
Mengapa K₂EDTA Lebih Direkomendasikan untuk Hitung Darah?
The International Council for Standardization in Haematology (ICSH) dan NCCLS merekomendasikan K₂EDTA sebagai antikoagulan pilihan untuk hitung sel darah dan pengukuran ukuran sel . Alasannya:
Bentuk Kering Mencegah Dilusi: K₂EDTA berbentuk bubuk kering yang dilapiskan ke dinding tabung. Sebaliknya, K₃EDTA berbentuk cairan. Adanya cairan tambahan dalam tabung K₃EDTA dapat menyebabkan dilusi spesimen, yang secara teoritis dapat menurunkan konsentrasi sel per volume darah .
Pengaruh pada Volume Sel: Penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi antikoagulan yang tinggi, K₃EDTA lebih kuat menurunkan packed cell volume (PCV) karena pengerutan eritrosit dalam medium hipertonik .
Apakah Hasil Pemeriksaan Berbeda Secara Signifikan?
Untuk penggunaan rutin dengan kondisi optimal, jawabannya: tidak signifikan. Sebuah studi komparatif yang membandingkan tabung K₂EDTA (plastik) dan K₃EDTA (kaca) untuk pemeriksaan CBC tidak menemukan perbedaan yang signifikan secara klinis pada sebagian besar parameter, termasuk WBC, RBC, HGB, dan PLT, asalkan pengukuran dilakukan dalam waktu yang wajar setelah pengambilan darah .
Studi lain yang mengevaluasi analyzer hematologi Samsung LABGEO HC10 juga menyimpulkan bahwa perbedaan akibat jenis antikoagulan (K₂ vs K₃) secara statistik tidak signifikan untuk semua parameter, kecuali beberapa parameter eritrosit tertentu .
Kapan Perbedaan Itu Mulai Muncul?
Perbedaan yang bermakna dapat muncul pada kondisi kurang optimal, misalnya:
- Volume darah kurang (underfilled): Jika tabung tidak terisi penuh, konsentrasi antikoagulan menjadi berlebihan. Efek hipertonik ini lebih kuat pada K₃EDTA dan dapat menyebabkan pengerutan sel serta penurunan hasil .
- Penundaan pemeriksaan: Jika sampel diperiksa lebih dari 3 jam setelah pengambilan, perbedaan pada PCV, MCV, RDW, dan WBC dapat muncul antara kedua jenis EDTA, terutama pada konsentrasi antikoagulan yang tinggi .
Pertimbangan Khusus: Pseudotrombositopenia
Fenomena pseudothrombocytopenia (penurunan jumlah trombosit palsu akibat agregasi trombosit) dapat terjadi pada kedua jenis EDTA. Namun, beberapa laporan kasus mengaitkannya dengan K₃EDTA . Jika hasil trombosit sangat rendah tanpa gejala perdarahan, apusan darah tepi harus diperiksa untuk mengonfirmasi ada tidaknya gumpalan trombosit, dan pengambilan ulang dengan tabung sitrat dapat dipertimbangkan.
Kesimpulan
K₂EDTA dan K₃EDTA pada dasarnya dapat dipertukarkan untuk sebagian besar pemeriksaan hematologi rutin, asalkan tabung terisi dengan volume yang tepat dan sampel segera diperiksa. Namun, K₂EDTA memiliki keunggulan teoretis dan praktis karena bentuknya yang kering (tidak mendilusi sampel) dan direkomendasikan oleh ICSH sebagai antikoagulan pilihan untuk hitung sel darah. Di laboratorium modern, tabung K₂EDTA plastik telah menggantikan tabung K₃EDTA kaca karena alasan keamanan dan stabilitas. Jika Anda menemukan hasil yang meragukan, selalu pertimbangkan faktor preanalitik seperti volume tabung dan waktu pemeriksaan sebelum menyalahkan jenis antikoagulannya.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
.png)
Post a Comment