VIDAS: Mengenal Sistem Immunoassay Otomatis untuk Pemeriksaan Laboratorium

Table of Contents

 

VIDAS: Mengenal Sistem Immunoassay Otomatis untuk Pemeriksaan Laboratorium


INFOLABMED.COM - Bagi tenaga laboratorium, istilah VIDAS mungkin sudah tidak asing, terutama pada laboratorium yang melakukan berbagai pemeriksaan berbasis immunoassay.

VIDAS merupakan sebuah sistem automated immunoassay yang dirancang untuk membantu melakukan pemeriksaan berdasarkan reaksi antigen-antibodi.

Berbeda dengan analyzer kimia klinik yang terutama mengukur berbagai parameter biokimia, sistem immunoassay seperti VIDAS digunakan untuk mendeteksi atau mengukur berbagai antigen, antibodi, hormon, marker infeksi, dan biomarker lainnya, bergantung pada jenis pemeriksaan yang digunakan.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja VIDAS?

Apa Itu VIDAS?

VIDAS adalah sistem automated immunoassay yang menggunakan prinsip interaksi spesifik antara antigen dan antibodi untuk menghasilkan sinyal yang kemudian dapat diukur oleh instrumen.

Salah satu karakteristik penting sistem VIDAS adalah penggunaan SPR (Solid Phase Receptacle) sebagai bagian dari sistem reaksi.

SPR berfungsi sebagai fase padat sekaligus elemen yang terintegrasi dalam proses pemeriksaan.

Sementara itu, reagen pemeriksaan berada dalam strip reagen yang dirancang untuk pemeriksaan tertentu.

Dengan sistem tersebut, proses pemeriksaan dapat dilakukan secara otomatis dengan intervensi operator yang relatif minimal dibandingkan metode immunoassay manual.

Bagaimana Prinsip Kerja VIDAS?

Secara sederhana, pemeriksaan pada VIDAS dapat dipahami melalui rangkaian:

Spesimen → Reaksi antigen-antibodi → Pembentukan kompleks imun → Reaksi deteksi → Sinyal fluoresensi → Hasil

Sistem akan menjalankan berbagai tahapan reaksi sesuai dengan desain assay.

Salah satu teknologi penting pada VIDAS adalah ELFA (Enzyme-Linked Fluorescent Assay).

Berbeda dengan ELISA konvensional yang umumnya menggunakan pembacaan warna atau absorbansi sebagai sinyal, ELFA menggunakan fluoresensi sebagai sistem deteksi.

Apa Itu ELFA pada VIDAS?

ELFA atau Enzyme-Linked Fluorescent Assay merupakan prinsip immunoassay yang menggunakan enzim sebagai label dan menghasilkan produk fluoresen yang dapat dideteksi oleh instrumen.

Dalam sistem VIDAS, reaksi berlangsung secara terintegrasi.

Setelah kompleks imun terbentuk, reaksi enzimatik menghasilkan sinyal fluoresensi.

Instrumen kemudian mengukur intensitas fluoresensi tersebut dan mengolahnya menjadi hasil pemeriksaan sesuai karakteristik assay.

Secara sederhana:

Antigen/antibodi target

Reaksi imunologis

Enzyme-linked reaction

Fluorescent signal

Pengukuran oleh analyzer

Hasil pemeriksaan

Apa Itu SPR pada VIDAS?

Salah satu komponen khas sistem VIDAS adalah SPR atau Solid Phase Receptacle.

SPR dapat dipahami sebagai wadah fase padat berbentuk khusus yang berperan dalam proses reaksi immunoassay.

Dalam proses pemeriksaan, SPR dapat berfungsi sebagai tempat terjadinya interaksi antara komponen reaksi.

Penggunaan SPR membantu mengintegrasikan proses pemeriksaan ke dalam sistem otomatis.

Hal tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membedakan sistem VIDAS dari sejumlah format immunoassay lainnya.

Pemeriksaan Apa Saja yang Dapat Dilakukan dengan VIDAS?

Jenis pemeriksaan yang tersedia bergantung pada menu assay dan sistem yang digunakan laboratorium.

Secara umum, platform immunoassay seperti VIDAS dapat digunakan untuk berbagai kelompok pemeriksaan, antara lain:

  • hormon;

  • marker penyakit infeksi;

  • serologi;

  • pemeriksaan kehamilan;

  • vitamin;

  • marker inflamasi;

  • pemeriksaan gastrointestinal;

  • marker tertentu untuk kondisi klinis tertentu; dan

  • berbagai biomarker lainnya.

Namun, tidak semua pemeriksaan tersedia pada setiap model atau sistem.

Karena itu, laboratorium perlu melihat menu pemeriksaan yang tervalidasi untuk instrumen dan assay yang digunakan.

VIDAS dan Pemeriksaan Infeksi

Salah satu penggunaan penting sistem immunoassay adalah pemeriksaan yang berkaitan dengan penyakit infeksi.

Pemeriksaan dapat dirancang untuk mendeteksi:

Antigen

atau

Antibodi

terhadap target tertentu.

Perbedaan target tersebut penting dipahami karena hasil positif memiliki makna yang berbeda.

Jika pemeriksaan mendeteksi antigen, hasil menunjukkan adanya komponen target yang dikenali oleh sistem pemeriksaan.

Sementara jika pemeriksaan mendeteksi antibodi, hasil menunjukkan adanya respons imun terhadap antigen tertentu.

Karena itu, TLM perlu memahami:

Apa target assay?

Antigen atau antibodi?

Kapan marker tersebut muncul?

Bagaimana karakteristik sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan?

VIDAS vs ELISA, Apa Bedanya?

VIDAS dan ELISA sama-sama memanfaatkan prinsip immunoassay, tetapi format dan sistem deteksinya berbeda.

ELISA umumnya menggunakan microplate sebagai platform reaksi dan pembacaan dapat dilakukan berdasarkan sinyal kolorimetri.

Sementara VIDAS menggunakan sistem otomatis dengan komponen seperti SPR dan strip reagen, serta menggunakan prinsip ELFA untuk menghasilkan sinyal fluoresensi.

Secara sederhana:

AspekELISAVIDAS
FormatUmumnya microplateSistem automated immunoassay
DeteksiDapat berbasis kolorimetriFluoresensi
ProsesDapat manual/semiotomatisOtomatis
Fase padatUmumnya microplateSPR
WorkflowBergantung metodeTerintegrasi

Namun, perbandingan tidak seharusnya hanya berdasarkan “mana yang lebih canggih”.

Pemilihan metode harus mempertimbangkan:

  • jenis pemeriksaan;

  • volume pemeriksaan;

  • TAT;

  • kebutuhan laboratorium;

  • karakteristik assay;

  • sumber daya;

  • validasi; dan

  • kebutuhan klinis.

Apa Keunggulan Sistem VIDAS?

Beberapa karakteristik yang membuat sistem automated immunoassay menarik untuk laboratorium antara lain:

Otomatisasi

Berbagai tahapan pemeriksaan dapat dilakukan oleh instrumen sehingga mengurangi pekerjaan manual.

Standardisasi Workflow

Proses pemeriksaan mengikuti prosedur yang telah dirancang dalam sistem assay.

Fleksibilitas Pemeriksaan

Format pemeriksaan tertentu memungkinkan laboratorium menjalankan assay sesuai kebutuhan tanpa harus selalu menunggu satu batch besar.

Penggunaan Teknologi Fluoresensi

ELFA memberikan sistem deteksi berbasis fluoresensi yang terintegrasi dengan instrumen.

Mengurangi Intervensi Manual

Otomatisasi dapat membantu mengurangi variasi yang berasal dari sejumlah tahapan manual.

Namun, otomatisasi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap quality assurance.

Operator tetap harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Apakah VIDAS Bisa Menggantikan Analyzer Kimia Klinik?

Tidak secara langsung.

Analyzer kimia klinik dan immunoassay analyzer memiliki fungsi yang berbeda.

Kimia klinik digunakan untuk berbagai parameter seperti:

  • glukosa;

  • ureum;

  • kreatinin;

  • elektrolit;

  • enzim;

  • lipid; dan

  • berbagai parameter kimia lainnya.

Sedangkan immunoassay digunakan untuk target yang memerlukan prinsip interaksi antigen-antibodi.

Dalam laboratorium modern, kedua sistem dapat bekerja sebagai bagian dari workflow laboratorium yang saling melengkapi.

Bagaimana TLM Memahami Hasil Pemeriksaan VIDAS?

TLM tidak cukup hanya mengetahui bahwa instrumen menghasilkan angka atau hasil positif-negatif.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Jenis Assay

Setiap pemeriksaan memiliki prinsip dan karakteristik berbeda.

2. Target Pemeriksaan

Apakah yang dideteksi:

antigen, antibodi, hormon, atau biomarker lainnya?

3. Cut-Off

Interpretasi hasil dapat menggunakan cut-off tertentu sesuai assay.

4. Kalibrasi

Kalibrasi merupakan bagian penting untuk memastikan sistem pengukuran bekerja sesuai persyaratan metode.

5. Quality Control

Hasil pasien tidak seharusnya dinilai terpisah dari status QC.

Jika kontrol tidak memenuhi kriteria penerimaan, laboratorium perlu mengikuti prosedur investigasi sebelum hasil pasien dilaporkan.

Faktor Pra-Analitik Tetap Penting

Meskipun VIDAS merupakan sistem otomatis, masalah pada spesimen tetap dapat memengaruhi pemeriksaan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • identifikasi pasien;

  • jenis spesimen;

  • volume;

  • kondisi spesimen;

  • penyimpanan;

  • transportasi;

  • hemolisis;

  • lipemia;

  • ikterus; dan

  • waktu pemeriksaan.

Otomatisasi tidak dapat memperbaiki spesimen yang sejak awal tidak memenuhi persyaratan.

Karena itu, kualitas hasil laboratorium tetap dimulai dari tahap pra-analitik.

Mengapa QC Tetap Penting pada VIDAS?

Instrumen otomatis bukan berarti hasil otomatis selalu benar.

Quality Control diperlukan untuk memantau performa sistem analitik.

Jika terjadi perubahan hasil kontrol, laboratorium dapat melakukan investigasi terhadap berbagai kemungkinan, misalnya:

  • reagen;

  • kalibrasi;

  • instrumen;

  • kondisi lingkungan;

  • prosedur;

  • penyimpanan bahan;

  • atau faktor lainnya.

Konsep pentingnya adalah:

Automation ≠ Quality Assurance

Otomatisasi membantu mengendalikan proses, tetapi sistem mutu tetap diperlukan untuk memastikan hasil dapat dipercaya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menggunakan Sistem Immunoassay

Menganggap Hasil Positif = Diagnosis

Hasil immunoassay harus diinterpretasikan dalam konteks klinis dan karakteristik pemeriksaan.

Mengabaikan Cut-Off

Nilai hasil tidak dapat diinterpretasikan tanpa mengetahui sistem pelaporan dan batas interpretasinya.

Tidak Memperhatikan QC

Hasil pasien perlu dikaitkan dengan status kontrol mutu.

Mengabaikan Spesimen

Kesalahan pra-analitik tetap dapat terjadi meskipun analyzer sudah otomatis.

Membandingkan Angka Antar-Metode Secara Langsung

Hasil dari metode atau platform berbeda tidak selalu dapat dipertukarkan secara langsung.

VIDAS dalam Laboratorium Modern

Perkembangan laboratorium klinik semakin mengarah pada integrasi antara:

Automation

Standardization

Quality Management

Data Management

Sistem immunoassay seperti VIDAS merupakan salah satu contoh bagaimana proses pemeriksaan dapat diotomatisasi untuk meningkatkan efisiensi workflow.

Namun, keberhasilan teknologi tetap bergantung pada keseluruhan sistem.

Mulai dari:

spesimen → reagen → instrumen → QC → validasi → interpretasi → pelaporan.

Jika salah satu bagian mengalami masalah, kualitas hasil dapat ikut terdampak.

VIDAS merupakan sistem automated immunoassay yang menggunakan teknologi ELFA (Enzyme-Linked Fluorescent Assay) untuk mendeteksi atau mengukur berbagai target pemeriksaan berdasarkan prinsip immunoassay.

Sistem ini memiliki karakteristik penggunaan SPR (Solid Phase Receptacle) dan deteksi sinyal fluoresensi yang terintegrasi dalam workflow pemeriksaan.

Bagi TLM, memahami VIDAS bukan hanya tentang mengetahui cara memasukkan spesimen ke analyzer.

Yang lebih penting adalah memahami:

apa target assay, bagaimana prinsip reaksinya, bagaimana sinyal dihasilkan, bagaimana QC dilakukan, serta bagaimana hasil harus diinterpretasikan.

Karena pada akhirnya, alat yang semakin otomatis tetap membutuhkan tenaga laboratorium yang memahami prinsip ilmiah di balik setiap hasil pemeriksaan.

Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment