Urutan Tabung Vacutainer: Panduan Lengkap Order of Draw dan Fungsinya

Table of Contents

Urutan Tabung Vacutainer: Panduan Lengkap Order of Draw dan Fungsinya

INFOLABMED.COM - Urutan tabung vacutainer atau order of draw merupakan urutan pengambilan darah ke dalam tabung spesimen yang perlu diperhatikan saat proses flebotomi. Urutan ini bertujuan membantu mencegah perpindahan atau kontaminasi aditif dari satu tabung ke tabung berikutnya yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

Setiap tabung vacutainer dapat memiliki jenis antikoagulan, aktivator pembekuan, gel pemisah, atau aditif lain dengan fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan tabung tidak hanya ditentukan berdasarkan warna tutupnya, tetapi juga berdasarkan jenis pemeriksaan dan aditif yang terdapat di dalam tabung.

Apa Itu Urutan Tabung Vacutainer?

Urutan tabung vacutainer adalah tata urutan pengisian tabung ketika melakukan pengambilan darah vena untuk beberapa jenis pemeriksaan laboratorium.

Urutan tersebut dikenal secara internasional sebagai order of draw.

Tujuan utamanya adalah mengurangi kemungkinan terjadinya carryover atau kontaminasi aditif dari tabung sebelumnya ke tabung berikutnya.

Contohnya, apabila tabung yang mengandung antikoagulan tertentu diambil sebelum tabung untuk pemeriksaan lain, sebagian kecil aditif dapat terbawa melalui jarum atau sistem pengambilan darah dan memengaruhi spesimen berikutnya.

Karena itu, order of draw merupakan salah satu bagian penting dari pengendalian kualitas pada fase preanalitik.


Urutan Tabung Vacutainer yang Benar

Secara umum, urutan order of draw yang banyak digunakan adalah:

  1. Blood culture

  2. Tabung koagulasi – biru muda

  3. Tabung serum – merah atau gold/SST

  4. Tabung heparin – hijau

  5. Tabung EDTA – ungu/lavender atau pink

  6. Tabung fluoride/oxalate – abu-abu

Namun, warna tutup dan jenis tabung dapat berbeda menurut produsen atau sistem tabung yang digunakan. Karena itu, identifikasi aditif dan petunjuk laboratorium tetap menjadi acuan utama.


1. Tabung Blood Culture

Tabung atau botol blood culture digunakan untuk pemeriksaan kultur darah dan ditempatkan pada urutan awal pengambilan.

Tujuan penempatannya adalah membantu menjaga integritas spesimen untuk pemeriksaan mikrobiologi serta mengurangi risiko kontaminasi.

Dalam praktiknya, sistem kultur darah dapat menggunakan botol dengan konfigurasi dan prosedur tertentu. Karena itu, pengambilan harus mengikuti prosedur fasilitas laboratorium.


2. Tabung Biru Muda: Natrium Sitrat

Tabung dengan tutup biru muda umumnya mengandung natrium sitrat sebagai antikoagulan.

Tabung ini digunakan terutama untuk pemeriksaan koagulasi, seperti:

  • PT (Prothrombin Time)

  • INR

  • aPTT

  • Pemeriksaan koagulasi lainnya sesuai kebutuhan

Natrium sitrat bekerja dengan mengikat ion kalsium secara reversibel sehingga proses koagulasi dapat dikendalikan selama pemeriksaan.

Mengapa Tabung Biru Harus Diisi dengan Tepat?

Perbandingan antara darah dan antikoagulan sangat penting untuk pemeriksaan koagulasi.

Jika volume darah tidak sesuai dengan volume antikoagulan yang telah ditetapkan, perbandingan tersebut dapat berubah dan berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan.

Karena itu, tabung sitrat perlu diisi sesuai volume yang ditentukan oleh sistem tabung.


3. Tabung Serum: Merah atau Gold

Tabung merah umumnya digunakan untuk mendapatkan serum, tergantung jenis tabung dan produsennya.

Sementara itu, tabung dengan tutup gold atau tabung SST (Serum Separator Tube) biasanya mengandung:

  • Clot activator

  • Gel pemisah serum

Tabung ini dapat digunakan untuk berbagai pemeriksaan kimia klinik, imunologi, dan pemeriksaan lain yang membutuhkan serum sesuai metode laboratorium.

Setelah darah membeku dan disentrifugasi, serum dapat dipisahkan dari komponen seluler.


4. Tabung Hijau: Heparin

Tabung dengan tutup hijau umumnya mengandung heparin, seperti lithium heparin atau jenis heparin lain sesuai produk.

Tabung ini digunakan untuk memperoleh plasma dan dapat digunakan pada berbagai pemeriksaan, terutama dalam kimia klinik.

Contoh pemeriksaan yang dapat menggunakan plasma heparin antara lain beberapa parameter:

  • Elektrolit

  • Kimia klinik

  • Pemeriksaan biokimia tertentu

Jenis heparin dan penggunaan spesifiknya tetap harus disesuaikan dengan prosedur laboratorium dan instruksi produsen.


5. Tabung Ungu/Lavender: EDTA

Tabung dengan tutup ungu atau lavender umumnya mengandung EDTA.

EDTA bekerja dengan mengikat kalsium dan digunakan terutama untuk pemeriksaan hematologi.

Contoh pemeriksaan yang umum menggunakan darah EDTA antara lain:

  • Hematologi rutin

  • Hemoglobin

  • Leukosit

  • Eritrosit

  • Trombosit

  • Hematokrit

  • Indeks eritrosit

EDTA juga tersedia dalam konfigurasi tertentu, termasuk tabung pink yang dapat digunakan untuk pemeriksaan terkait transfusi sesuai kebijakan laboratorium.


6. Tabung Abu-Abu: Fluoride/Oxalate

Tabung dengan tutup abu-abu dapat mengandung kombinasi seperti sodium fluoride dan potassium oxalate, bergantung pada produknya.

Tabung ini secara umum digunakan untuk pemeriksaan tertentu yang membutuhkan stabilisasi glukosa, karena fluoride dapat membantu menghambat proses glikolisis.

Penggunaan tabung harus tetap disesuaikan dengan jenis pemeriksaan dan sistem spesimen yang divalidasi oleh laboratorium.


Tabel Urutan Tabung Vacutainer

UrutanWarna UmumAditif/KandunganContoh Penggunaan
1Botol kulturMedia kulturBlood culture
2Biru mudaNatrium sitratPT, INR, aPTT
3MerahTanpa antikoagulan/clot activator, tergantung produkPemeriksaan serum
4Gold/SSTClot activator + gelKimia klinik, imunologi
5HijauHeparinPlasma untuk berbagai pemeriksaan
6Ungu/lavenderEDTAHematologi
7Abu-abuFluoride/oxalate, tergantung produkPemeriksaan tertentu, termasuk glukosa

Catatan: urutan dan konfigurasi tabung dapat berbeda berdasarkan standar fasilitas, produsen, dan sistem pengambilan darah. Selalu ikuti SOP laboratorium serta petunjuk penggunaan tabung yang digunakan.


Mengapa Urutan Tabung Vacutainer Penting?

Kesalahan order of draw dapat menyebabkan kontaminasi silang aditif.

Misalnya, jika tabung EDTA diambil sebelum tabung tertentu yang seharusnya diambil lebih awal, kontaminasi EDTA dalam jumlah kecil dapat memengaruhi beberapa parameter pemeriksaan.

EDTA mengandung komponen yang dapat mengikat kalsium. Kontaminasi spesimen dengan EDTA berpotensi memberikan hasil yang tidak sesuai, terutama pada pemeriksaan yang sensitif terhadap perubahan elektrolit.

Inilah alasan mengapa order of draw bukan sekadar urutan berdasarkan warna tutup tabung.


Apa yang Terjadi Jika Urutan Tabung Salah?

Kesalahan urutan dapat menyebabkan hasil laboratorium menjadi tidak representatif.

Dampaknya dapat berupa:

  • Kontaminasi aditif.

  • Perubahan konsentrasi analit.

  • Hasil pemeriksaan yang tidak sesuai kondisi pasien.

  • Kebutuhan pengambilan ulang spesimen.

  • Penundaan proses pemeriksaan.

  • Potensi kesalahan interpretasi klinis.

Kesalahan preanalitik seperti ini menjadi salah satu alasan pentingnya penerapan prosedur flebotomi yang terstandar.


Apakah Warna Tabung Vacutainer Selalu Sama?

Tidak selalu.

Warna tutup tabung merupakan identitas visual yang membantu tenaga kesehatan mengenali jenis tabung, tetapi warna tidak boleh menjadi satu-satunya dasar identifikasi.

Produsen yang berbeda dapat menggunakan konfigurasi warna atau kombinasi aditif yang berbeda.

Oleh sebab itu, sebelum pengambilan darah, tenaga laboratorium perlu memastikan:

  1. Nama tabung.

  2. Jenis aditif.

  3. Jenis spesimen yang dihasilkan.

  4. Volume yang diperlukan.

  5. Jenis pemeriksaan.

  6. Petunjuk penggunaan dari produsen.

  7. SOP fasilitas pelayanan kesehatan.


Tips Mengingat Urutan Tabung Vacutainer

Salah satu cara mudah untuk memahami order of draw adalah mengingat jenis spesimen dan aditifnya, bukan sekadar menghafalkan warna.

Secara sederhana:

Kultur → Sitrat → Serum → Heparin → EDTA → Fluoride

Atau:

Blood Culture → Light Blue → Serum → Green → Lavender → Gray

Dengan memahami alasan di balik urutan tersebut, tenaga laboratorium tidak hanya menghafal tetapi juga memahami risiko kontaminasi yang ingin dicegah.

Urutan tabung vacutainer atau order of draw merupakan bagian penting dalam proses pengambilan darah vena untuk mencegah kontaminasi antaraditif dan menjaga kualitas spesimen.

Urutan yang umum digunakan adalah blood culture, biru muda/sitrat, serum, hijau/heparin, ungu atau lavender/EDTA, kemudian abu-abu/fluoride.

Namun, warna tabung dapat berbeda menurut produsen dan sistem yang digunakan. Oleh karena itu, tenaga laboratorium harus selalu mengacu pada SOP fasilitas, jenis aditif, instruksi produsen, dan kebutuhan pemeriksaan.

Memahami order of draw dengan benar merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas fase preanalitik dan keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment