Skala IUATLD pada Pemeriksaan BTA: Apa Arti Negatif, Scanty, 1+, 2+, dan 3+?

Table of Contents

 

Skala IUATLD pada Pemeriksaan BTA: Apa Arti Negatif, Scanty, 1+, 2+, dan 3+?

INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan mikroskopis sputum untuk mendeteksi Basil Tahan Asam (BTA), hasil pemeriksaan tidak hanya dilaporkan sebagai positif atau negatif. Jumlah BTA yang ditemukan juga dapat dilaporkan menggunakan sistem semikuantitatif.

Salah satu sistem yang dikenal dalam pemeriksaan mikroskopis BTA adalah skala IUATLD.

Bagi Teknologi Laboratorium Medik (TLM), memahami skala ini penting karena angka 1+, 2+, dan 3+ bukan sekadar tingkatan “positif”, tetapi menggambarkan jumlah BTA yang ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis sesuai kriteria pelaporan.

Apa Itu Skala IUATLD?

IUATLD merupakan singkatan dari International Union Against Tuberculosis and Lung Disease.

Dalam pemeriksaan mikroskopis sputum BTA, sistem pelaporan IUATLD digunakan untuk mengklasifikasikan jumlah BTA yang ditemukan secara semikuantitatif.

Tujuannya adalah membuat hasil pemeriksaan lebih seragam dan mudah dikomunikasikan dibandingkan hanya menuliskan “positif”.

Skala tersebut secara umum meliputi:

  • Negatif

  • Scanty

  • 1+

  • 2+

  • 3+

Namun, penting untuk membedakan antara scanty dan kategori 1+ hingga 3+ karena dasar pelaporannya tidak sama.

Bagaimana Skala IUATLD Dibaca?

Secara umum, interpretasi mikroskopis BTA menggunakan skema berikut:

HasilTemuan mikroskopis
NegatifTidak ditemukan BTA setelah pemeriksaan sesuai jumlah lapang pandang yang ditetapkan
ScantyDitemukan BTA dalam jumlah sangat sedikit sehingga jumlahnya dilaporkan secara langsung
1+BTA ditemukan dalam jumlah rendah sesuai kriteria semikuantitatif
2+BTA ditemukan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan 1+
3+BTA ditemukan dalam jumlah sangat banyak

Kriteria jumlah lapang pandang dan jumlah BTA harus mengikuti pedoman atau SOP pemeriksaan yang digunakan laboratorium, karena sistem pelaporan dapat memiliki ketentuan teknis tertentu.

Apa Arti Hasil BTA Negatif?

Hasil BTA negatif berarti tidak ditemukan BTA pada pemeriksaan mikroskopis berdasarkan prosedur dan jumlah lapang pandang yang ditetapkan.

Namun, BTA negatif tidak secara otomatis menyingkirkan tuberkulosis.

Sensitivitas pemeriksaan mikroskopis dipengaruhi oleh jumlah basil dalam spesimen, kualitas sputum, proses pewarnaan, kualitas preparat, pengalaman pemeriksa, serta metode yang digunakan.

Karena itu, ketika kecurigaan klinis terhadap TB tetap tinggi, pemeriksaan lain dapat diperlukan sesuai algoritma diagnostik yang berlaku.

Apa Itu Scanty pada Pemeriksaan BTA?

Scanty menunjukkan bahwa BTA ditemukan, tetapi jumlahnya sangat sedikit.

Berbeda dengan kategori 1+, 2+, dan 3+, hasil scanty umumnya dilaporkan berdasarkan jumlah BTA yang benar-benar ditemukan, bukan dengan tanda plus.

Misalnya, ketika hanya ditemukan sejumlah kecil basil pada pemeriksaan sesuai kriteria pelaporan, hasil dapat dituliskan sebagai:

“Scanty — X BTA ditemukan.”

Kategori ini penting karena meskipun jumlah basil sangat sedikit, BTA tetap terdeteksi.

Apa Arti BTA 1+?

Hasil BTA 1+ menunjukkan jumlah BTA yang masuk dalam kategori rendah berdasarkan sistem semikuantitatif IUATLD.

Artinya, basil ditemukan secara mikroskopis dengan jumlah yang memenuhi kriteria kategori 1+.

BTA 1+ tidak berarti “TB ringan”.

Tanda plus pada laporan merupakan kategori jumlah basil yang terlihat secara mikroskopis, bukan penilaian langsung terhadap tingkat keparahan penyakit.

Apa Arti BTA 2+?

Hasil BTA 2+ menunjukkan jumlah BTA yang lebih tinggi dibandingkan kategori 1+.

Semakin banyak BTA yang dapat ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis, semakin tinggi kategori semikuantitatifnya.

Namun, sama seperti 1+, kategori 2+ tidak boleh diterjemahkan secara langsung sebagai tingkat keparahan klinis pasien.

Apa Arti BTA 3+?

BTA 3+ merupakan kategori dengan jumlah basil yang paling tinggi dalam sistem pelaporan semikuantitatif tersebut.

Secara mikroskopis, BTA relatif mudah ditemukan karena jumlahnya banyak dalam spesimen.

Dalam konteks pengendalian TB, jumlah basil yang tinggi pada sputum juga memiliki implikasi epidemiologis karena berkaitan dengan potensi infeksius pasien.

Namun, interpretasi klinis tetap membutuhkan informasi lain.

Apakah BTA 3+ Berarti TB Paling Parah?

Tidak selalu.

Ini merupakan salah satu miskonsepsi yang perlu dihindari.

Skala IUATLD menggambarkan jumlah BTA yang ditemukan dalam spesimen, bukan secara langsung menggambarkan kerusakan jaringan paru atau tingkat keparahan penyakit.

Pasien dengan BTA 3+ belum tentu memiliki kondisi klinis yang “tiga kali lebih parah” dibandingkan pasien BTA 1+.

Skala tersebut lebih tepat dipahami sebagai hasil semikuantitatif pemeriksaan mikroskopis.

Mengapa Jumlah BTA Bisa Berbeda?

Jumlah BTA yang terlihat dalam pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Salah satunya adalah kualitas spesimen.

Sputum yang representatif dari saluran pernapasan bawah dapat memberikan peluang lebih baik untuk mendeteksi basil dibandingkan spesimen yang kurang berkualitas.

Selain itu, jumlah basil dalam spesimen juga dapat berbeda antarwaktu dan antarspesimen.

Faktor teknis seperti kualitas pewarnaan, ketebalan apusan, kebersihan slide, mikroskop, dan kompetensi pemeriksa juga dapat memengaruhi kemampuan deteksi.

Bagaimana Cara Mengingat Skala IUATLD?

Cara sederhana untuk memahami urutannya adalah:

Negatif → Scanty → 1+ → 2+ → 3+

Semakin ke kanan, kategori jumlah BTA yang ditemukan semakin tinggi.

Tetapi jangan menghafalnya hanya sebagai “tingkat keparahan”.

Yang perlu diingat adalah:

IUATLD = sistem pelaporan jumlah BTA secara semikuantitatif.

Dengan pemahaman tersebut, interpretasi hasil menjadi lebih tepat.

Apa Bedanya Scanty dengan 1+?

Pertanyaan ini sering membingungkan mahasiswa TLM.

Perbedaannya terletak pada cara hasil dilaporkan.

Scanty digunakan ketika jumlah BTA yang ditemukan sangat sedikit dan dapat dilaporkan berdasarkan jumlah basil yang terlihat.

Sementara itu, 1+, 2+, dan 3+ merupakan kategori semikuantitatif berdasarkan kriteria jumlah BTA dan lapang pandang yang ditetapkan dalam sistem pelaporan.

Karena itu, scanty tidak tepat dianggap sebagai “di bawah 1+” secara sederhana tanpa memperhatikan pedoman yang digunakan.

Apa Pentingnya Skala IUATLD bagi TLM?

Bagi Teknologi Laboratorium Medik, skala IUATLD bukan sekadar materi hafalan.

Pelaporan hasil BTA merupakan bagian dari proses yang membutuhkan konsistensi mulai dari penerimaan spesimen, pembuatan sediaan, pewarnaan, pembacaan mikroskopis, hingga pelaporan hasil.

Kesalahan dalam membaca atau melaporkan jumlah BTA dapat menyebabkan informasi yang diterima klinisi menjadi tidak akurat.

Karena itu, pemeriksa harus memahami kriteria pelaporan yang digunakan dan mengikuti SOP serta pedoman laboratorium.

Apakah Pemeriksaan BTA Masih Penting di Era Tes Molekuler?

Pemeriksaan molekuler memang memberikan kemampuan deteksi dan informasi diagnostik yang sangat penting dalam pemeriksaan TB.

Namun, pemeriksaan mikroskopis BTA tetap memiliki peran dalam berbagai konteks pelayanan dan pengendalian TB.

Keduanya memiliki prinsip dan karakteristik yang berbeda.

Pemeriksaan mikroskopis memberikan informasi mengenai BTA yang terlihat secara langsung melalui mikroskop, sedangkan pemeriksaan molekuler mendeteksi target asam nukleat Mycobacterium tuberculosis dan pada metode tertentu dapat memberikan informasi mengenai resistensi obat.

Karena itu, hasil dari kedua metode tidak selalu dapat dipertukarkan begitu saja.

Skala IUATLD merupakan sistem pelaporan semikuantitatif pada pemeriksaan mikroskopis BTA yang membantu menggambarkan jumlah basil yang ditemukan dalam spesimen.

Urutannya secara umum adalah:

Negatif → Scanty → 1+ → 2+ → 3+

Semakin tinggi kategori plus, semakin banyak BTA yang ditemukan secara mikroskopis sesuai kriteria pelaporan.

Namun, satu hal yang penting:

1+, 2+, dan 3+ bukanlah skala tingkat keparahan penyakit.

Skala tersebut merupakan kategori jumlah BTA yang ditemukan dalam spesimen.

Bagi TLM, memahami prinsip ini penting agar hasil pemeriksaan tidak hanya benar secara teknis, tetapi juga tepat dalam pelaporan dan interpretasinya.

Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment