Sering Merasa Tubuh Melayang Saat Stres Berat? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya
INFOLABMED.COM - Pernahkah Anda merasa seolah-olah sedang melihat dunia melalui layar kaca, atau merasa tubuh Anda tidak sepenuhnya nyata saat menghadapi tekanan hidup yang berat? Sensasi ini sering digambarkan sebagai perasaan 'melayang' atau terpisah dari diri sendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata penyebab adalah hal yang menjadikan timbulnya sesuatu; lantaran. Lantas, apa yang menjadi penyebab sering merasa tubuh melayang atau tidak nyata saat stres berat? Fenomena ini, dalam dunia medis dan psikologi, bukan sekadar imajinasi, melainkan respons pertahanan tubuh yang kompleks.
Memahami Fenomena Disosiasi: Mengapa Kita Merasa 'Tidak Nyata'?
Secara medis, perasaan tubuh melayang atau tidak nyata sering dikaitkan dengan kondisi yang disebut depersonalisasi atau derealisasi. Depersonalisasi adalah perasaan terlepas dari tubuh atau pikiran diri sendiri, seolah-olah Anda adalah pengamat luar dari kehidupan Anda sendiri. Sementara itu, derealisasi adalah perasaan bahwa dunia di sekitar Anda tidak nyata, kabur, atau seperti mimpi.
Ketika seseorang mengalami stres berat, otak mereka memasuki mode 'bertahan hidup' (survival mode). Dalam kondisi ini, sistem saraf otonom akan memicu respons fight-or-flight. Namun, jika stres berlangsung terlalu lama atau terlalu intens, otak dapat melakukan mekanisme pertahanan diri dengan cara 'memutuskan koneksi' sementara. Inilah yang menyebabkan sensasi melayang, seolah-olah Anda sedang tidak sepenuhnya berada di tempat kejadian.
Penyebab Sering Merasa Tubuh Melayang: Kaitan Antara Stres dan Sistem Saraf
Penyebab sering merasa tubuh melayang atau tidak nyata saat stres berat berakar pada bagaimana sistem saraf pusat memproses emosi yang meluap. Ketika otak merasa kewalahan oleh beban emosional yang ekstrem, sistem limbik—pusat emosi di otak—dapat mengirimkan sinyal bahaya yang berlebihan. Hal ini kemudian menghambat kemampuan korteks prefrontal (bagian otak untuk berpikir rasional) untuk memproses realitas dengan jernih.
Selain itu, lonjakan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang kronis dapat mengganggu aliran informasi di otak. Akibatnya, persepsi sensorik Anda terhadap lingkungan sekitar dan tubuh sendiri menjadi terdistorsi. Tubuh melakukan ini sebagai upaya untuk melindungi Anda dari trauma atau rasa sakit yang terlalu besar untuk diterima oleh kesadaran Anda saat itu.
Faktor Pemicu Lainnya
Selain stres psikologis, beberapa faktor lain juga dapat memperburuk kondisi ini:
- Kelelahan Ekstrem (Burnout): Kurang tidur dan kelelahan mental membuat otak sulit untuk tetap 'grounded' atau berpijak di realitas.
- Kecemasan Berlebih: Gangguan kecemasan umum sering kali disertai dengan gejala disosiasi.
- Trauma Masa Lalu: Seseorang yang memiliki riwayat trauma mungkin lebih rentan mengalami respons disosiatif saat stres kembali muncul.
- Penggunaan Zat Tertentu: Beberapa obat-obatan atau stimulan dapat memicu sensasi tidak nyata.
Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?
Meskipun merasa melayang sesekali saat stres berat mungkin dianggap sebagai mekanisme pertahanan sementara, kondisi ini perlu diwaspadai jika terjadi secara terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika sensasi ini disertai dengan gejala seperti detak jantung yang sangat cepat, kesulitan bernapas, serangan panik, atau perasaan ingin menyakiti diri sendiri, maka sangat disarankan untuk segera mencari bantuan profesional.
Psikolog atau psikiater dapat membantu Anda melakukan terapi perilaku kognitif (CBT) atau terapi grounding untuk membantu Anda kembali terhubung dengan realitas dan mengelola sumber stres utama yang menjadi penyebab sering merasa tubuh melayang atau tidak nyata saat stres berat.
Strategi 'Grounding': Cara Mengatasi Sensasi Melayang di Saat Stres
Jika Anda merasakan sensasi tersebut menyerang, ada beberapa teknik sederhana yang bisa dilakukan untuk membawa kesadaran Anda kembali ke masa kini (grounding):
- Teknik 5-4-3-2-1: Sebutkan 5 hal yang bisa Anda lihat, 4 hal yang bisa Anda sentuh, 3 hal yang bisa Anda dengar, 2 hal yang bisa Anda cium, dan 1 hal yang bisa Anda rasakan (rasa di lidah).
- Fokus pada Napas: Tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut. Rasakan udara masuk dan keluar dari paru-paru Anda.
- Sentuhan Fisik: Pegang benda dengan tekstur yang jelas, atau cuci muka dengan air dingin. Sensor dingin dapat menyentak sistem saraf untuk kembali fokus.
- Gerakan Tubuh: Lakukan peregangan sederhana atau berjalan kaki agar Anda merasakan kembali beban tubuh Anda di atas tanah.
Memahami penyebab sering merasa tubuh melayang atau tidak nyata saat stres berat adalah langkah pertama untuk menanganinya. Dengan mengenali bahwa ini adalah respons tubuh terhadap stres, Anda dapat mengurangi kecemasan akan sensasi tersebut dan mulai mengambil langkah-langkah konkret untuk menenangkan pikiran serta sistem saraf Anda.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah perasaan melayang saat stres itu berbahaya?
Umumnya, ini adalah mekanisme pertahanan alami tubuh terhadap stres berat dan bukan kondisi yang berbahaya secara fisik. Namun, jika terjadi terus-menerus, ini bisa mengganggu kualitas hidup dan memerlukan penanganan profesional.
Berapa lama perasaan tidak nyata ini biasanya berlangsung?
Durasi sangat bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung pada seberapa cepat sistem saraf Anda kembali tenang setelah pemicu stres diatasi.
Apa perbedaan antara depersonalisasi dan derealisasi?
Depersonalisasi adalah perasaan terpisah dari diri sendiri atau tubuh Anda, sedangkan derealisasi adalah perasaan bahwa lingkungan di sekitar Anda tidak nyata atau seperti berada dalam mimpi.
Kapan saya harus menemui dokter terkait kondisi ini?
Segera temui profesional medis jika sensasi ini terjadi secara kronis, menyebabkan ketakutan yang hebat, atau menghalangi Anda untuk menjalankan kegiatan sehari-hari seperti bekerja atau bersosialisasi.
Post a Comment