NRBC pada Hasil CBC: Apa Artinya dan Mengapa Sel Ini Bisa Muncul di Darah Perifer?
INFOLABMED.COM - Ketika melihat hasil Complete Blood Count (CBC) dari hematology analyzer, mungkin Anda pernah menemukan parameter bernama NRBC.
Bagi sebagian orang, munculnya NRBC pada hasil darah dapat menimbulkan pertanyaan: Apa sebenarnya NRBC? Apakah normal jika ditemukan dalam darah perifer? Dan apa artinya jika jumlahnya meningkat?
NRBC merupakan singkatan dari nucleated red blood cell, yaitu sel eritroid yang masih memiliki inti.
Dalam kondisi normal pada orang dewasa, sel-sel eritroid berinti umumnya berada di sumsum tulang dan tidak ditemukan atau hanya ditemukan dalam jumlah sangat minimal di darah perifer. Karena itu, keberadaan NRBC dalam sirkulasi perifer dapat menjadi informasi penting yang perlu dikorelasikan dengan kondisi pasien.
Apa Itu NRBC?
NRBC atau nucleated red blood cell adalah sel prekursor eritrosit yang masih memiliki inti sel.
Dalam proses eritropoiesis, sel eritroid berkembang secara bertahap di sumsum tulang:
Proeritroblas → eritroblas → retikulosit → eritrosit matur
NRBC berada pada tahap sebelum retikulosit.
Selama pematangan eritroid, inti sel akhirnya dikeluarkan. Setelah kehilangan inti, sel berkembang menjadi retikulosit dan kemudian menjadi eritrosit matur.
Karena itu, secara sederhana dapat dikatakan:
NRBC = eritroid yang masih memiliki inti.
Apakah NRBC Normal Ditemukan dalam Darah?
Jawabannya bergantung pada usia dan kondisi fisiologis.
Pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, NRBC umumnya tidak ditemukan atau jumlahnya sangat rendah dalam darah perifer.
Sebaliknya, NRBC dapat ditemukan secara fisiologis pada neonatus, terutama pada periode awal kehidupan.
Karena itu, interpretasi NRBC harus mempertimbangkan kelompok usia pasien.
Temuan NRBC pada orang dewasa dapat memiliki arti yang berbeda dibandingkan temuan NRBC pada bayi baru lahir.
Mengapa NRBC Bisa Keluar dari Sumsum Tulang?
Dalam kondisi tertentu, sumsum tulang dapat melepaskan sel eritroid yang masih berinti ke sirkulasi perifer.
Hal tersebut dapat terjadi ketika tubuh membutuhkan peningkatan produksi eritrosit atau ketika lingkungan sumsum tulang mengalami gangguan.
Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan peningkatan NRBC antara lain:
hipoksia berat;
perdarahan berat;
hemolisis;
stres eritropoietik;
gangguan atau infiltrasi sumsum tulang;
penyakit hematologi tertentu;
kondisi kritis tertentu; dan
beberapa kondisi pada neonatus.
Namun, NRBC bukan diagnosis.
Temuan tersebut merupakan salah satu informasi hematologi yang harus dibaca bersama data klinis dan parameter laboratorium lainnya.
Apa Arti NRBC Tinggi?
Secara umum, peningkatan NRBC dalam darah perifer menunjukkan adanya pelepasan sel eritroid berinti ke dalam sirkulasi.
Namun, “NRBC tinggi” tidak memiliki satu penyebab tunggal.
Tubuh dapat meningkatkan aktivitas eritropoiesis ketika kebutuhan oksigen meningkat atau ketika kehilangan eritrosit terjadi secara signifikan.
Dalam kondisi tertentu, peningkatan NRBC juga dapat mencerminkan gangguan pada lingkungan sumsum tulang sehingga sel yang belum matang masuk ke sirkulasi lebih awal.
Karena itu, hasil NRBC perlu dilihat bersama:
hemoglobin;
hematokrit;
RBC;
retikulosit;
indeks eritrosit;
leukosit;
trombosit;
peripheral blood smear; dan
kondisi klinis pasien.
Bagaimana Analyzer Menghitung NRBC?
Hematology analyzer modern dapat memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menghitung NRBC secara otomatis.
Prinsip deteksinya bergantung pada teknologi yang digunakan oleh masing-masing instrumen.
Pada sistem tertentu, NRBC dibedakan dari leukosit berdasarkan karakteristik seperti ukuran sel, kandungan asam nukleat, struktur internal, atau respons terhadap reagen tertentu.
Karena NRBC memiliki inti, sel ini dapat memiliki karakteristik yang membuatnya berpotensi terbaca dalam populasi leukosit pada sistem tertentu.
Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan NRBC perlu diperhatikan ketika menginterpretasikan hasil WBC.
Mengapa NRBC Bisa Memengaruhi Jumlah WBC?
Ini merupakan salah satu bagian penting dalam interpretasi hasil hematology analyzer.
Pada beberapa sistem analitik, NRBC dapat terhitung sebagai bagian dari populasi leukosit jika metode analyzer belum memisahkannya secara otomatis.
Akibatnya, jumlah WBC yang diperoleh dapat terlihat lebih tinggi daripada jumlah leukosit sebenarnya.
Contoh sederhana:
Jika analyzer menghitung:
WBC + NRBC = jumlah sel berinti yang terdeteksi
maka keberadaan NRBC dapat menyebabkan estimasi WBC menjadi lebih tinggi.
Namun, pada hematology analyzer modern tertentu, NRBC dapat dihitung secara terpisah sehingga sistem dapat memberikan WBC yang sudah dikoreksi secara otomatis.
Karena itu, TLM harus mengetahui bagaimana analyzer yang digunakan menangani NRBC.
Apa Itu WBC Terkoreksi NRBC?
Jika NRBC ikut terhitung sebagai leukosit, diperlukan koreksi untuk memperoleh estimasi jumlah leukosit yang lebih representatif.
Secara umum, rumus koreksi yang sering digunakan adalah:
WBC terkoreksi = WBC × 100 / (100 + NRBC)
dengan WBC dan NRBC dinyatakan dalam satuan yang sesuai.
Contoh:
Misalnya diperoleh:
WBC = 20 × 10⁹/L
NRBC = 25 per 100 WBC
Maka:
WBC terkoreksi = 20 × 100 / (100 + 25)
= 16 × 10⁹/L
Namun, rumus tersebut tidak selalu perlu digunakan secara manual.
Jika analyzer telah melakukan koreksi NRBC secara otomatis, hasil yang dilaporkan harus mengikuti sistem dan validasi instrumen tersebut.
Apakah Semua NRBC Harus Dikoreksi?
Tidak.
Kebutuhan koreksi bergantung pada metode dan kemampuan analyzer.
Beberapa hematology analyzer modern memiliki kanal khusus untuk NRBC sehingga NRBC dapat dipisahkan dari WBC secara otomatis.
Pada sistem tersebut, WBC yang dilaporkan dapat sudah merupakan hasil koreksi.
Karena itu, jangan menerapkan rumus koreksi secara otomatis tanpa mengetahui bagaimana instrumen menghasilkan parameter WBC.
Kenali analyzer sebelum mengoreksi hasil.
Bagaimana NRBC Dilaporkan?
NRBC dapat dilaporkan dalam beberapa bentuk, tergantung sistem analyzer.
Contohnya:
NRBC%
yang menunjukkan jumlah NRBC relatif terhadap jumlah sel darah putih yang digunakan oleh sistem pelaporan.
Selain itu, dapat tersedia:
NRBC#
yang menunjukkan jumlah absolut NRBC.
Satuan dan cara pelaporan dapat berbeda antarplatform.
Karena itu, interpretasi harus mengacu pada satuan, definisi parameter, dan dokumentasi instrumen yang digunakan laboratorium.
Mengapa Peripheral Blood Smear Tetap Penting?
Walaupun analyzer hematologi semakin canggih, apusan darah tepi tetap memiliki peran penting dalam kondisi tertentu.
Apabila analyzer memberikan flag terkait NRBC atau terdapat hasil yang tidak sesuai dengan kondisi klinis, pemeriksaan mikroskopis dapat membantu melakukan verifikasi.
Pada apusan darah, TLM dapat mengevaluasi morfologi sel secara langsung dan mengidentifikasi keberadaan sel eritroid berinti.
Pemeriksaan manual juga dapat membantu ketika ditemukan:
flag abnormal;
hasil yang tidak konsisten;
populasi sel yang mencurigakan;
kelainan morfologi; atau
kondisi lain yang memerlukan verifikasi mikroskopis.
NRBC pada Bayi Baru Lahir
NRBC memiliki konteks yang berbeda pada neonatus.
Bayi baru lahir dapat memiliki NRBC dalam darah perifer sebagai bagian dari kondisi fisiologis setelah kelahiran.
Jumlahnya kemudian cenderung mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Karena itu, nilai NRBC pada neonatus tidak boleh langsung dibandingkan dengan nilai dewasa.
Interpretasi harus menggunakan referensi yang sesuai dengan usia dan kondisi neonatus.
Apakah NRBC Sama dengan Retikulosit?
Tidak.
Keduanya sama-sama berkaitan dengan proses eritropoiesis, tetapi merupakan tahap perkembangan yang berbeda.
NRBC masih memiliki inti.
Sedangkan retikulosit sudah tidak memiliki inti, tetapi masih mengandung sisa RNA dan organel tertentu yang mencerminkan tahap pematangan eritrosit.
Secara sederhana:
NRBC → kehilangan inti → retikulosit → eritrosit matur
Perbedaan tersebut penting dalam interpretasi hematologi.
Apa yang Harus Diperhatikan TLM Saat Menemukan NRBC?
Ketika NRBC muncul pada hasil CBC, jangan hanya melihat angka.
TLM perlu mengevaluasi:
Apakah NRBC terdeteksi secara otomatis?
Berapa nilai NRBC% dan/atau NRBC#?
Apakah WBC sudah dikoreksi oleh analyzer?
Apakah terdapat flag pada instrumen?
Apakah hasil WBC konsisten dengan parameter lainnya?
Apakah diperlukan pemeriksaan apusan darah?
Apakah hasil sesuai dengan kondisi klinis pasien?
Apakah usia pasien sesuai dengan reference interval yang digunakan?
Pendekatan tersebut membantu mencegah kesalahan interpretasi dan memastikan hasil yang dilaporkan benar-benar representatif.
NRBC atau nucleated red blood cell merupakan sel prekursor eritroid yang masih memiliki inti dan umumnya berada di sumsum tulang.
Pada orang dewasa, keberadaan NRBC di darah perifer dapat menjadi petunjuk adanya stres eritropoietik, hipoksia, hemolisis, perdarahan, gangguan sumsum tulang, atau kondisi kritis tertentu, tetapi tidak dapat digunakan sebagai diagnosis tunggal.
NRBC juga penting diperhatikan dalam pemeriksaan CBC karena pada sistem tertentu dapat memengaruhi perhitungan WBC jika tidak dipisahkan secara otomatis.
Karena itu, ketika menemukan NRBC pada hasil CBC, jangan hanya bertanya “berapa nilainya?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Mengapa NRBC muncul, bagaimana analyzer menghitungnya, dan apakah keberadaannya memengaruhi interpretasi parameter lain?”
Di situlah pemahaman hematologi tidak lagi sekadar membaca angka, tetapi mulai membaca proses biologis di balik hasil laboratorium.

Post a Comment