Leukosituria: Mengenali Tanda Infeksi Dan Peradangan Saluran Kemih
Ditulis oleh: Imaduddin Badrawi, S.Tr.Kes (Ahli Teknologi Laboratorium Medik)
Ditinjau oleh: Tim Medis
INFOLABMED.COM - Peningkatan jumlah sel darah putih (leukosit) dalam air kencing, yang dikenal secara medis sebagai leukosituria, merupakan temuan laboratorium yang signifikan dan kerap kali menjadi penanda awal adanya kelainan pada sistem saluran kemih. Hasil pemeriksaan mikroskopis urine yang menunjukkan leukosit positif mengindikasikan adanya respons inflamasi atau infeksi yang memengaruhi ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra.
Dalam kondisi fisiologis normal, jumlah leukosit dalam urine sangat terbatas, umumnya berkisar antara 0 hingga 5 sel per lapang pandang besar (LPB) saat diperiksa di bawah mikroskop. Peningkatan kuantitas leukosit melampaui ambang batas ini memerlukan investigasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi etiologi yang mendasarinya.
Etiologi Leukosituria yang Signifikan
Secara umum, leukosituria dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yang mencakup faktor infeksius, non-infeksius, dan artefak akibat pengambilan sampel yang tidak tepat. Pemahaman mendalam mengenai berbagai etiologi ini krusial untuk penegakan diagnosis yang akurat dan penentuan strategi tatalaksana yang efektif.
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK): Ini merupakan penyebab paling prevalen dari leukosituria.
ISK dapat terjadi di berbagai level saluran kemih, namun paling sering melibatkan kandung kemih (sistitis) atau uretra (uretritis). Infeksi ini umumnya disebabkan oleh invasi bakteri, dengan *Escherichia coli* sebagai patogen yang paling sering diisolasi.
Bakteri tersebut memicu respons inflamasi tubuh, yang manifestasinya adalah peningkatan migrasi leukosit, terutama neutrofil, ke lokasi infeksi untuk memerangi mikroorganisme asing. Gejala klasik ISK meliputi disuria (nyeri saat berkemih), frekuensi berkemih yang meningkat, urgensi, serta sensasi nyeri suprapubik.
Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menjalar ke ginjal (pielonefritis), menimbulkan gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan nyeri pada area pinggang (flank pain).
2. Batu Saluran Kemih: Pembentukan batu (kalkulus) pada ginjal atau saluran kemih dapat menyebabkan iritasi dan perlukaan pada mukosa saluran kemih.
Gesekan batu dengan dinding saluran kemih akan memicu respons inflamasi kronis maupun akut. Leukositosis dalam urine dapat ditemukan sebagai manifestasi dari peradangan ini, meskipun tidak selalu disertai infeksi bakteri.
Nyeri kolik yang hebat pada pinggang yang menjalar ke arah selangkangan merupakan gejala khas batu saluran kemih, namun leukosituria dapat muncul bahkan tanpa nyeri yang jelas, terutama jika batu berukuran kecil atau berada pada posisi yang tidak menimbulkan obstruksi signifikan.
3. Kontaminasi Sampel Urine: Kesalahan dalam teknik pengambilan sampel urine merupakan sumber potensial leukosituria yang menyesatkan.
Fenomena ini kerap terjadi pada pasien wanita akibat tercampurnya sekresi vagina atau cairan dari area genital eksternal dengan sampel urine. Vaginal discharge yang mengandung leukosit dapat memberikan hasil positif palsu pada pemeriksaan mikroskopis urine.
Oleh karena itu, edukasi yang memadai mengenai prosedur pengambilan sampel urine, terutama teknik 'midstream clean-catch', sangat esensial untuk meminimalkan risiko kontaminasi dan memastikan keakuratan hasil diagnostik.
4. Inflamasi Non-infeksi: Berbagai kondisi non-infeksius juga dapat memicu peradangan pada saluran kemih atau organ yang berdekatan, yang kemudian bermanifestasi sebagai leukosituria.
Ini termasuk, namun tidak terbatas pada, nefritis interstisial (peradangan pada tubulus dan interstitium ginjal), glomerulonefritis (peradangan pada glomerulus ginjal), penyakit autoimun yang memengaruhi ginjal, serta paparan terhadap obat-obatan nefrotoksik. Peradangan ini dapat mengganggu integritas sawar filtrasi ginjal dan memicu pelepasan leukosit ke dalam tubulus ginjal.
Manifestasi Klinis dan Gejala Penyerta
Leukosituria seringkali disertai dengan serangkaian gejala klinis yang spesifik, bergantung pada etiologi yang mendasarinya. Pengenalan gejala-gejala ini sangat membantu dalam proses diferensiasi diagnosis:
Nyeri atau Rasa Perih saat Buang Air Kecil (Disuria): Ini adalah gejala paling umum yang terkait dengan ISK dan iritasi uretra. Sensasi terbakar atau perih saat urine dikeluarkan menandakan adanya inflamasi pada uretra atau kandung kemih.
Dorongan untuk Terus-menerus Buang Air Kecil (Frekuensi dan Urgensi): Kandung kemih yang teriritasi atau terinfeksi dapat menyebabkan sensasi ingin berkemih yang sering dan mendesak, meskipun volume urine yang dikeluarkan sedikit. * Urine Tampak Keruh atau Berbau Menyengat: Perubahan visual pada urine, seperti kekeruhan akibat banyaknya sel darah putih, bakteri, atau debris lainnya, serta bau yang tidak sedap, dapat menjadi indikator adanya infeksi atau inflamasi.
Nyeri pada Pinggang atau Perut Bagian Bawah: Nyeri pada area pinggang (flank pain) mengindikasikan kemungkinan keterlibatan ginjal (pielonefritis). Nyeri pada perut bagian bawah atau area suprapubik seringkali berkaitan dengan sistitis atau masalah pada kandung kemih.
Diagnosis dan Penatalaksanaan
Diagnosis leukosituria dimulai dengan anamnesis yang cermat mengenai riwayat medis dan gejala pasien, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Konfirmasi temuan leukosituria dilakukan melalui pemeriksaan urinalisis komprehensif, yang meliputi pemeriksaan makroskopis, mikroskopis, dan pemeriksaan kimia urine (dipstick test).
| Jumlah Leukosit (Mikroskopis) | 0-5 sel/LPB | > 5 sel/LPB | Peningkatan signifikan, mengindikasikan inflamasi/infeksi. | Warna Urine | Jernih hingga kuning pucat | Keruh | Kekeruhan bisa disebabkan oleh sel darah putih, bakteri, lendir.
| Bau Urine | Khas, tidak menyengat | Menyengat atau abnormal | Dapat terkait dengan infeksi bakteri. | Nitrit (Dipstick) | Negatif | Positif (kadang) | Positif nitrit seringkali mengindikasikan infeksi bakteri Gram-negatif.
| Protein (Dipstick) | Negatif | Positif (kadang) | Proteinuria dapat terjadi akibat kerusakan glomerulus atau inflamasi. |
Pemeriksaan penunjang lebih lanjut mungkin diperlukan, tergantung pada kecurigaan klinis. Kultur urine dan tes sensitivitas antibiotik sangat penting jika dicurigai ISK, untuk mengidentifikasi patogen penyebab dan menentukan antibiotik yang paling efektif.
Pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi (USG) ginjal dan saluran kemih, CT scan, atau MRI dapat dipertimbangkan untuk mengevaluasi adanya batu saluran kemih, obstruksi, atau kelainan struktural lainnya.
Penatalaksanaan leukosituria bersifat kausatif, artinya fokus utama adalah mengobati penyebab dasarnya. Untuk ISK yang disebabkan oleh bakteri, terapi antibiotik adalah pilihan utama.
Durasi dan jenis antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri, lokasi infeksi, dan kondisi klinis pasien. Jika leukosituria disebabkan oleh batu saluran kemih, penanganannya bisa meliputi pemberian obat penghilang nyeri, peningkatan asupan cairan, dan pada kasus tertentu, tindakan medis atau bedah untuk memecah atau mengeluarkan batu.
Untuk kondisi inflamasi non-infeksius, penatalaksanaan akan sangat bergantung pada penyakit dasar yang mendasarinya, mungkin melibatkan terapi imunosupresan atau kortikosteroid. Dalam kasus kontaminasi sampel, koreksi teknik pengambilan urine adalah langkah krusial sebelum melakukan pemeriksaan ulang.
Kesimpulan
Leukosituria adalah temuan signifikan yang tidak boleh diabaikan dalam praktik klinis. Adanya peningkatan jumlah sel darah putih dalam urine adalah sinyal bahwa tubuh sedang melawan infeksi, peradangan, atau iritasi pada saluran kemih.
Deteksi dini melalui urinalisis dan penegakan diagnosis yang akurat berdasarkan etiologi akan memungkinkan pemberian terapi yang tepat sasaran, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut seperti pielonefritis kronis, kerusakan ginjal permanen, atau penyebaran infeksi ke organ lain. Penting bagi individu untuk memperhatikan gejala yang timbul dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional jika mengalami keluhan terkait saluran kemih.
Referensi:
Halodoc, Redaksi. (2026, 20 April). Leukosit Positif Artinya Tanda Infeksi Yuk Simak Solusinya. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/leukosit-positif-artinya-tanda-infeksi-yuk-simak-solusinya?srsltid=AfmBOormQbFD6CP1y1bRa2Jbk9kbRis5-ekPI08mYSVqJY7w59ZInDZa (Diakses pada 07 Agustus 2026).
Siloam Hospitals, Tim Medis. (2025, 4 Juni). Penyebab Kadar Leukosit dalam Urine Tinggi & Kadar Normalnya. Siloam Hospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/leukosit-dalam-urine (Diakses pada 07 Agustus 2026).

Post a Comment