Kolegium TLM: Pengertian Lengkap, Tugas Pokok, dan Peran Vital dalam Standarisasi Profesi ATLM di Indonesia

Table of Contents

 

Kolegium TLM: Pengertian Lengkap, Tugas Pokok, dan Peran Vital dalam Standarisasi Profesi ATLM di Indonesia

INFOLABMED.COM – Kolegium Teknologi Laboratorium Medik (TLM) adalah salah satu pilar penting dalam sistem kesehatan Indonesia, khususnya dalam mengatur dan mengembangkan profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Sebagai alat kelengkapan Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium TLM berperan sebagai lembaga keilmuan yang memastikan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme tenaga laboratorium medis di Indonesia .

Apa Itu Kolegium TLM?

Kolegium TLM adalah kumpulan ahli dalam bidang teknologi laboratorium medik, yang terdiri dari para akademisi dan praktisi laboratorium medik . Lembaga ini bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan teknologi laboratorium medik serta menjaga mutu dan kompetensi teknis keprofesian sebagai tenaga kesehatan .

Dasar hukum keberadaan Kolegium TLM diatur dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan PP No. 28 Tahun 2024 . Dalam menjalankan tugasnya, Kolegium TLM bersifat independen, namun tetap berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan .

8 Fungsi Strategis Kolegium TLM

Berdasarkan peraturan yang berlaku, berikut adalah delapan fungsi utama Kolegium TLM :

FungsiDeskripsi
1. Penyusunan Standar KompetensiMenetapkan kemampuan teknis wajib tenaga TLM, seperti validasi metode, manajemen alat, dan interpretasi hasil tes .
2. Pengembangan KurikulumMerancang materi pelatihan dan pendidikan berbasis kebutuhan industri kesehatan, termasuk adaptasi teknologi mutakhir (AI, otomasi) .
3. Pelaksanaan Uji KompetensiMengoordinasikan ujian sertifikasi bagi tenaga TLM. Saat ini terdapat sekitar 92.228 tenaga TLM yang terdaftar .
4. Penetapan Standar ProfesiBersama Konsil Kesehatan Indonesia, menetapkan kode etik dan tanggung jawab praktik laboratorium .
5. Akreditasi Pendidikan TinggiMemantau kualitas 146 program studi TLM (85 D3, 60 Sarjana Terapan, 1 S2) .
6. Evaluasi Lulusan Luar NegeriMemverifikasi kompetensi tenaga TLM WNA atau WNI lulusan luar negeri .
7. Pengembangan Jenjang KarirMerancang skema kesejahteraan dan perlindungan profesi ATLM .
8. Sertifikasi KompetensiMenerbitkan sertifikat kompetensi bagi lulusan yang telah lulus uji kompetensi (sesuai UU No. 17/2023 Pasal 592) .

Struktur Kepengurusan Kolegium TLM

Kolegium TLM periode 2024-2028 diketuai oleh Entuy Kurniawan, S.Si, MKM, dengan susunan kepengurusan yang terdiri dari 35 pakar . Komposisi kepengurusan mencakup:

  • 74% dari unsur pendidikan (Poltekkes & PT Swasta)
  • 26% dari praktisi pelayanan kesehatan
  • 83% berbasis di Jawa, 17% di luar Jawa (Makassar, Palembang, dll.)

Bidang-bidang utama yang dikelola antara lain Bidang Mutu dan Akreditasi (Prof. Win Darmanto, Ph.D) dan Bidang Pengembangan Kompetensi (Dr. Miswar Fattah, M.Si) .

Kolaborasi dengan Organisasi Lain

Kolegium TLM menjalin kolaborasi strategis dengan dua organisasi utama lainnya :

OrganisasiPeran
AIPTLMIAsosiasi Institusi Pendidikan Tinggi TLM Indonesia
PATELKIPersatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Ketiga organisasi ini membentuk Kelompok Kerja Bersama untuk menghasilkan Standar Nasional Perguruan Tinggi, Kurikulum, dan Blueprint Uji Kompetensi TLM .

Program Prioritas Kolegium TLM

Beberapa program prioritas yang dijalankan Kolegium TLM antara lain :

  1. Digitalisasi Layanan: Pengembangan sistem informasi kolegium (website, help desk)
  2. Sertifikasi Internasional: Kerjasama uji kompetensi dengan ASCP-USA
  3. Penyempurnaan Standar: Finalisasi standar profesi & kompetensi
  4. Peningkatan Kapasitas: Akreditasi Lembaga Diklat Kolegium

Webinar dan Pelatihan

Kolegium TLM secara rutin menyelenggarakan webinar dan pelatihan untuk meningkatkan mutu dan kompetensi teknis ATLM. Salah satu webinar yang telah dilaksanakan adalah "Analisis Nilai Kritis Hasil Pemeriksaan Laboratorium" yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi .

Dampak bagi Sistem Kesehatan

Melalui peran Kolegium TLM, konsistensi kompetensi tenaga ATLM diharapkan dapat :

  • Meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan laboratorium
  • Mempercepat adopsi inovasi tes baru
  • Menekan kesalahan pra-analitik
  • Memperkuat integrasi data laboratorium nasional

Kesimpulan

Kolegium TLM adalah lembaga keilmuan yang memiliki peran sentral dalam mengembangkan dan menjaga mutu profesi Teknologi Laboratorium Medik di Indonesia. Melalui delapan fungsi strategisnya—mulai dari penyusunan standar kompetensi, pengembangan kurikulum, hingga sertifikasi—Kolegium TLM menjadi tulang punggung peningkatan kualitas tenaga laboratorium medis. Dengan adanya UU No. 17/2023 dan PP 28/2024, peran Kolegium TLM semakin jelas dan terstruktur dalam mendukung sistem kesehatan nasional yang lebih baik .

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment