Impedance Adalah Apa? Memahami Prinsip Impedansi dalam Pemeriksaan Laboratorium

Table of Contents

 

Impedance Adalah Apa? Memahami Prinsip Impedansi dalam Pemeriksaan Laboratorium


INFOLABMED.COM - Impedance adalah salah satu prinsip pengukuran yang banyak digunakan dalam bidang laboratorium, terutama pada instrumen hematologi otomatis. 

Prinsip ini memanfaatkan perubahan hambatan listrik ketika partikel atau sel melewati suatu celah yang dialiri arus listrik.

Dalam pemeriksaan hematologi, prinsip impedance menjadi salah satu dasar teknologi yang digunakan untuk menghitung dan mengukur karakteristik sel darah.

Impedance Adalah Apa?

Secara umum, impedance atau impedansi adalah ukuran hambatan suatu rangkaian atau medium terhadap aliran arus listrik.

Dalam konteks hematology analyzer, prinsip ini digunakan untuk mendeteksi partikel berdasarkan perubahan hambatan listrik yang terjadi ketika sel melewati aperture atau celah kecil di antara elektroda.

Ketika sel darah melewati aperture, sel tersebut menggantikan sebagian volume cairan elektrolit yang sebelumnya menghantarkan listrik. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan resistansi yang dapat dideteksi oleh instrumen.

Prinsip Impedance pada Hematology Analyzer

Salah satu penerapan prinsip impedance yang terkenal dalam hematologi adalah Coulter principle.

Pada sistem ini, sel darah yang tersuspensi dalam cairan elektrolit dialirkan melewati aperture yang sangat kecil. Di kedua sisi aperture terdapat elektroda yang menghasilkan arus listrik.

Ketika tidak ada sel yang melewati aperture, arus listrik berada pada kondisi tertentu.

Ketika sebuah sel melewati aperture, hambatan listrik meningkat sementara sehingga menghasilkan pulse atau pulsa listrik.

Instrumen kemudian mendeteksi pulsa tersebut untuk memperoleh informasi mengenai sel.

Bagaimana Impedance Menghitung Sel Darah?

Secara sederhana, setiap sel yang melewati aperture menghasilkan satu perubahan atau pulsa listrik.

Jumlah pulsa yang terdeteksi dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah partikel atau sel yang melewati aperture selama periode pengukuran.

Dengan demikian, prinsip impedance dapat membantu instrumen menghitung sel secara otomatis tanpa harus mengandalkan penghitungan manual menggunakan mikroskop.

Impedance dan Ukuran Sel

Selain menghitung jumlah sel, perubahan hambatan listrik juga berkaitan dengan volume partikel atau sel yang melewati aperture.

Semakin besar volume sel, perubahan hambatan yang dihasilkan dapat semakin besar sehingga menghasilkan pulsa dengan amplitudo yang berbeda.

Karena itu, analisis pulsa listrik dapat memberikan informasi mengenai ukuran sel.

Pada pemeriksaan hematologi, prinsip ini berperan dalam menghasilkan data yang berkaitan dengan karakteristik eritrosit, leukosit, dan trombosit, tergantung desain serta metode instrumen yang digunakan.

Impedance pada Pemeriksaan Eritrosit

Eritrosit merupakan salah satu jenis sel yang dapat dihitung menggunakan prinsip impedance.

Instrumen dapat menghitung jumlah eritrosit berdasarkan pulsa yang dihasilkan ketika sel melewati aperture. Distribusi ukuran pulsa kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan informasi mengenai distribusi volume eritrosit.

Data tersebut berhubungan dengan berbagai parameter hematologi, termasuk RBC, HCT, MCV, dan parameter terkait lainnya, tergantung sistem analyzer.

MCV sendiri menggambarkan rata-rata volume eritrosit.

Impedance pada Pemeriksaan Trombosit

Prinsip impedance juga dapat digunakan untuk menghitung trombosit.

Karena ukuran trombosit jauh lebih kecil dibandingkan eritrosit, analyzer perlu membedakan populasi partikel berdasarkan karakteristik ukuran dan distribusinya.

Pada beberapa instrumen, penghitungan trombosit dengan impedance dapat menghadapi gangguan apabila terdapat partikel atau sel lain yang memiliki ukuran serupa dengan trombosit.

Karena itu, teknologi tambahan dapat digunakan pada instrumen tertentu untuk meningkatkan kemampuan identifikasi.

Impedance pada Pemeriksaan Leukosit

Pada beberapa sistem hematology analyzer, prinsip impedance juga digunakan dalam proses penghitungan leukosit setelah sampel mengalami perlakuan tertentu.

Eritrosit dapat dilisiskan terlebih dahulu sehingga populasi leukosit dapat dihitung dengan lebih sesuai.

Namun, metode dan teknologi yang digunakan berbeda-beda antara satu analyzer dengan analyzer lainnya. Beberapa instrumen modern menggabungkan impedance dengan metode optik, fluoresensi, atau teknologi lain.

Impedance vs Optical Method

Hematology analyzer modern dapat menggunakan beberapa prinsip deteksi.

Impedance memanfaatkan perubahan hambatan listrik ketika partikel melewati aperture.

Sementara itu, optical method memanfaatkan interaksi sel dengan cahaya, seperti hamburan cahaya atau fluoresensi, untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik sel.

Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan secara terpisah maupun dikombinasikan dalam satu instrumen.

Penggunaan beberapa teknologi memungkinkan analyzer memperoleh informasi sel yang lebih lengkap.

Apa yang Dapat Memengaruhi Hasil Impedance?

Seperti metode pemeriksaan lainnya, prinsip impedance dapat dipengaruhi oleh kondisi sampel dan karakteristik partikel yang dianalisis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Ukuran partikel.

  • Bentuk dan karakteristik sel.

  • Konsentrasi sel.

  • Kondisi cairan pengencer atau diluent.

  • Ukuran aperture.

  • Kebersihan aperture.

  • Gelembung udara dalam sistem.

  • Partikel pengganggu.

  • Kondisi instrumen.

Gangguan pada sistem aperture dapat menyebabkan hasil yang tidak sesuai sehingga pemeliharaan instrumen dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam operasional analyzer.

Mengapa Prinsip Impedance Penting Dipahami ATLM?

Pemahaman mengenai prinsip kerja alat membantu tenaga laboratorium medik tidak hanya membaca angka hasil pemeriksaan, tetapi juga memahami bagaimana angka tersebut diperoleh.

Jika muncul hasil yang tidak sesuai dengan kondisi klinis atau ditemukan flag pada analyzer, pemahaman terhadap prinsip deteksi dapat membantu proses evaluasi.

ATLM dapat mempertimbangkan faktor seperti kualitas spesimen, kemungkinan interferensi, kondisi instrumen, hingga kebutuhan pemeriksaan ulang sesuai prosedur laboratorium.

Impedance adalah prinsip pengukuran berdasarkan perubahan hambatan listrik ketika suatu partikel atau sel melewati medan listrik.

Dalam hematology analyzer, prinsip ini dikenal sebagai salah satu penerapan Coulter principle. Pulsa listrik yang dihasilkan ketika sel melewati aperture dapat digunakan untuk menghitung jumlah sel sekaligus memberikan informasi mengenai ukuran partikel.

Prinsip impedance menjadi salah satu teknologi penting dalam pemeriksaan hematologi otomatis, meskipun analyzer modern dapat mengombinasikannya dengan metode optik atau teknologi lainnya untuk menghasilkan informasi sel yang lebih komprehensif.

Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment