Ham Test: Diagnosis PNH dan Perannya di Era Flow Cytometry
INFOLABMED.COM – Ham test, atau yang dikenal juga dengan istilah acidified serum test (tes serum asam), adalah sebuah pemeriksaan laboratorium klasik yang digunakan untuk mendiagnosis Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH) . PNH adalah kelainan langka pada sel punca hematopoietik yang menyebabkan sel darah merah menjadi sangat sensitif terhadap kerusakan oleh sistem komplemen (hemolisis) . Meskipun saat ini uji ini sebagian besar telah digantikan oleh flow cytometry yang lebih akurat, memahami prinsip Ham test tetap penting dalam konteks sejarah dan diagnosis banding hematologi .
Apa Itu Ham Test (Acidified Serum Test)?
Ham test adalah uji hemolisis in vitro yang mengukur kerentanan sel darah merah pasien terhadap lisis (pecah) ketika diinkubasi dalam serum normal yang diasamkan (pH asam) . Sel darah merah PNH memiliki cacat pada membran sel karena defisiensi protein tertentu (CD55 dan CD59) yang biasanya melindungi sel dari serangan komplemen . Dalam lingkungan asam, komplemen dalam serum menjadi lebih aktif, sehingga sel-sel PNH yang tidak terlindungi akan pecah (hemolisis) .
Prosedur Ham Test
Secara umum, prosedur Ham test melibatkan langkah-langkah berikut :
- Persiapan Sampel: Darah vena diambil dari pasien dan dari donor sehat sebagai kontrol. Sel darah merah dari kedua sampel dipisahkan dan dicuci.
- Serum Asam: Serum dari donor sehat (yang mengandung komplemen) diasamkan dengan menambahkan asam klorida (HCl) hingga mencapai pH sekitar 6.5-7.0 .
- Inkubasi: Sel darah merah pasien dan sel kontrol diinkubasi secara terpisah dalam serum asam pada suhu 37°C selama sekitar satu jam .
- Pengamatan: Setelah inkubasi, sampel disentrifugasi dan diamati apakah terjadi hemolisis. Hemolisis akan terlihat sebagai warna merah pada supernatan (cairan di atas endapan sel) .
Kontrol Penting: Prosedur ini juga menyertakan kontrol, seperti menggunakan serum yang sudah di-inaktivasi panas (untuk menghancurkan komplemen) dan menambahkan garam fisiologis sebagai pengganti serum. Tidak adanya hemolisis pada kontrol ini memastikan bahwa hasil positif benar-benar disebabkan oleh mekanisme PNH .
Interpretasi Hasil
| Hasil Tes | Interpretasi | Catatan |
|---|---|---|
| Positif (Hemolisis) | Mendukung diagnosis PNH . | Hasil positif menunjukkan bahwa sel darah merah pasien sangat rapuh dan pecah dalam serum asam, yang merupakan ciri khas PNH . |
| Negatif (Tidak Ada Hemolisis) | Tidak mendukung diagnosis PNH . | Namun, perlu diingat bahwa Ham test bisa memberikan hasil negatif palsu pada beberapa pasien PNH . |
Meskipun spesifisitasnya tinggi (hasil positif sangat suportif untuk PNH), sensitivitas Ham test tidak sempurna, sehingga hasil negatif tidak sepenuhnya menyingkirkan diagnosis PNH .
Keterbatasan dan Perkembangan Terbaru
Ham test adalah metode yang relatif sederhana dan murah, namun memiliki beberapa keterbatasan signifikan :
- Sensitivitas Rendah: Dapat memberikan hasil negatif palsu pada pasien dengan populasi sel PNH yang kecil atau pada kondisi tertentu .
- Interpretasi Subjektif: Sulit untuk diinterpretasikan secara kuantitatif.
- Spesifisitas Terbatas: Hasil positif juga dapat terjadi pada kondisi lain yang sangat jarang, seperti Congenital Dyserythropoietic Anemia (HEMPAS), meskipun dengan pola yang berbeda .
Flow Cytometry telah menjadi standar emas baru untuk diagnosis PNH . Teknik ini secara langsung mengukur proporsi sel darah merah dan sel darah putih yang kekurangan protein GPI-anchored (seperti CD55 dan CD59) dengan akurasi dan sensitivitas yang jauh lebih tinggi daripada Ham test .
Post a Comment