Cara Pemeriksaan LED: Panduan Lengkap Metode Westergren, Persiapan, dan Interpretasi Hasil Laju Endap Darah

Table of Contents

 

Cara Pemeriksaan LED: Panduan Lengkap Metode Westergren, Persiapan, dan Interpretasi Hasil Laju Endap Darah

INFOLABMED.COM - Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) atau Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah tes laboratorium yang mengukur seberapa cepat sel darah merah (eritrosit) mengendap di dasar tabung reaksi dalam waktu satu jam . Pemeriksaan ini merupakan indikator non-spesifik yang sering digunakan untuk mendeteksi adanya proses peradangan, infeksi, atau penyakit autoimun dalam tubuh .

Apa Itu Pemeriksaan LED?

LED adalah tes yang mengukur kecepatan eritrosit mengendap dalam plasma darah yang telah diberi antikoagulan . Semakin cepat sel darah merah mengendap, semakin tinggi nilai LED, yang mengindikasikan adanya proses inflamasi atau kerusakan sel dalam tubuh . Pemeriksaan ini sering digunakan bersamaan dengan tes lain untuk membantu diagnosis dan memantau perkembangan penyakit .

Metode Pemeriksaan LED

Metode yang paling direkomendasikan dan dianggap sebagai baku emas (gold standard) untuk pemeriksaan LED adalah metode Westergren . Metode ini direkomendasikan oleh International Committee for Standardization in Hematology (ICSH) .

1. Metode Westergren Standar

Metode Westergren memiliki karakteristik khusus :

  • Menggunakan pipet panjang hingga 200 skala, memungkinkan pengukuran LED hingga 160 mm/jam
  • Menggunakan Natrium Sitrat 3,8% sebagai antikoagulan dan pengencer dengan perbandingan darah:sitrat = 4:1
  • Pipet memiliki diameter yang cukup luas, ideal untuk pengendapan eritrosit
  • Tabung dapat dicuci dan digunakan kembali

2. Modifikasi Pemeriksaan LED

Dalam praktik laboratorium, terkadang ditemukan modifikasi prosedur yang digunakan sebagai alternatif :

Dari Darah EDTA + Natrium Sitrat Modifikasi ini digunakan ketika sampel yang tersedia adalah darah EDTA (untuk pemeriksaan darah rutin), sementara permintaan LED datang belakangan . Prosedurnya :

  1. Pipet 0,4 mL Natrium Sitrat 3,8% ke dalam tabung
  2. Tambahkan 1,6 mL darah EDTA (perbandingan 4:1)
  3. Campur dengan membalik tabung 8-10 kali
  4. Isi pipet Westergren hingga tanda 0
  5. Tempatkan vertikal pada rak LED
  6. Inkubasi selama 60 menit
  7. Baca tinggi kolom plasma bening (mm/jam)

Metode ini dianggap praktis karena menghindari pengambilan darah ulang, namun hasilnya mungkin berbeda dengan metode standar .

LED Posisi Miring Ada modifikasi pemeriksaan LED dengan memiringkan pipet pada sudut 45° selama 7, 10, atau 15 menit. Penelitian menunjukkan bahwa posisi miring 45° selama 7 menit menghasilkan nilai yang tidak berbeda secara bermakna dengan posisi standar 60 menit .

Persiapan Pasien dan Prosedur

Persiapan Pasien

Sebelum pemeriksaan, pasien perlu memberi tahu petugas tentang :

  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi (kortikosteroid, aspirin, pil KB)
  • Kondisi kehamilan atau menstruasi
  • Riwayat penyakit (anemia, penyakit ginjal, tiroid)

Prosedur Pengambilan Sampel

  1. Membersihkan lengan pasien dengan antiseptik
  2. Memasukkan jarum steril ke pembuluh darah
  3. Mengambil sampel darah (2-3 mL)
  4. Menutup bekas suntikan dengan perban

Persiapan Sampel di Laboratorium

  1. Darah dicampur dengan antikoagulan (Na Sitrat 3,8% atau EDTA + Na Sitrat)
  2. Campuran dihomogenkan dengan membalik tabung 8-10 kali
  3. Diisap ke dalam pipet Westergren hingga tanda 0
  4. Ditempatkan vertikal pada rak LED
  5. Dibiarkan selama tepat 60 menit pada suhu ruang

Nilai Normal LED

Nilai normal LED bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin :

KelompokNilai Normal (mm/jam)
Anak-anak0 – 10
Pria di bawah 50 tahun0 – 15
Pria di atas 50 tahun0 – 20
Wanita di bawah 50 tahun0 – 20
Wanita di atas 50 tahun0 – 30

Interpretasi Hasil LED

LED yang meningkat mengindikasikan adanya proses peradangan, infeksi, atau penyakit autoimun . Namun, tes ini tidak spesifik dan tidak menunjukkan lokasi peradangan .

Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi hasil LED :

  • Usia lanjut
  • Anemia
  • Penyakit tiroid
  • Kehamilan
  • Kanker (multiple myeloma)
  • Obat-obatan tertentu

Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Pemeriksaan

FaktorDampak
Jenis AntikoagulanHasil LED dengan EDTA lebih rendah dibandingkan Natrium Sitrat 3,8%
Lama PenyimpananPemeriksaan sebaiknya dilakukan ≤ 2 jam setelah pengambilan sampel
Posisi TabungPosisi miring 45° selama 7 menit hasilnya tidak berbeda bermakna dengan posisi standar
Jenis PengencerTidak ada perbedaan bermakna antara Na Sitrat 3,8% dan NaCl 0,9% sebagai pengencer

Kesimpulan

Cara pemeriksaan LED yang baku adalah metode Westergren dengan menggunakan Natrium Sitrat 3,8% atau modifikasi dari darah EDTA. Prosedur ini sederhana, terjangkau, dan memberikan informasi penting tentang adanya peradangan dalam tubuh. Hasil LED yang abnormal harus diinterpretasikan bersama dengan pemeriksaan lain (seperti CRP, pemeriksaan fisik, dan riwayat pasien) untuk diagnosis yang tepat.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment