Angka Lempeng Total (ALT) / Total Plate Count (TPC): Panduan Lengkap Pengujian Mikrobiologi Kuantitatif

Table of Contents

Angka Lempeng Total (ALT) / Total Plate Count (TPC): Panduan Lengkap Pengujian Mikrobiologi Kuantitatif


Ditulis oleh: Imaduddin Badrawi, S.Tr.Kes (Ahli Teknologi Laboratorium Medik)

Ditinjau oleh: Tim Medis

INFOLABMED.COM - Angka Lempeng Total (ALT), atau yang dikenal secara internasional sebagai Total Plate Count (TPC), merupakan parameter mikrobiologi kuantitatif fundamental yang digunakan untuk menentukan jumlah total bakteri aerob mesofil dalam suatu sampel. Pengujian ini vital dalam berbagai industri, mulai dari pangan, minuman, air, hingga farmasi, guna mengevaluasi tingkat kebersihan, mutu produk, dan memprediksi potensi masa simpannya.

Prinsip utama ALT/TPC berlandaskan pada kemampuan bakteri untuk tumbuh dan membentuk koloni yang dapat dihitung pada media agar spesifik setelah melalui proses inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Kuantifikasi ini dilakukan melalui teknik pengenceran bertingkat yang diikuti dengan metode inokulasi tuang (pour plate) atau sebar (spread plate).

Pemahaman mendalam mengenai metodologi ini menjadi krusial bagi para profesional di bidang mikrobiologi, kontrol kualitas, dan keamanan pangan.

Prinsip dan Tujuan Pengujian ALT/TPC

Inti dari pengujian ALT/TPC adalah enumerasi atau penghitungan jumlah mikroorganisme hidup yang mampu tumbuh di bawah kondisi aerobik dan berada dalam rentang suhu mesofilik (umumnya 20-45°C). Mikroorganisme yang terhitung adalah yang dapat berkembang biak hingga membentuk koloni yang terlihat secara visual pada cawan petri.

Tujuan utama dari pengujian ini meliputi:

Kuantifikasi Mikroorganisme Hidup: Menentukan jumlah total bakteri aerob mesofil per satuan berat (gram) atau volume (mililiter) sampel. Angka ini menjadi indikator utama keberadaan mikroba dalam sampel.

Penilaian Kebersihan dan Sanitasi: Hasil ALT/TPC yang tinggi seringkali mengindikasikan adanya kontaminasi selama proses produksi, penanganan, atau penyimpanan. Hal ini menjadi tolok ukur efektivitas praktik kebersihan dan sanitasi.

Evaluasi Mutu Produk: Bagi produk pangan, jumlah bakteri yang terkandung dapat berkorelasi langsung dengan kesegaran, degradasi, dan potensi pembusukan. Penurunan mutu seringkali diawali dengan peningkatan jumlah mikroorganisme.

Penentuan Masa Simpan (Shelf-life): ALT/TPC digunakan untuk memprediksi atau memverifikasi masa simpan suatu produk. Batas ALT/TPC yang telah ditetapkan untuk produk tertentu membantu menentukan kapan produk tersebut tidak lagi aman atau layak dikonsumsi.

Deteksi Kontaminasi Awal: Uji ini sensitif terhadap kontaminasi sekecil apapun yang mungkin terlewatkan oleh metode pengujian spesifik lainnya.

Metode penghitungan koloni mikroba melalui ALT/TPC ini didukung oleh validasi ilmiah yang ketat, memastikan reliabilitas data yang dihasilkan. Penggunaan media yang tepat dan kondisi inkubasi yang terkontrol menjadi kunci keberhasilan dalam mengisolasi dan menghitung populasi bakteri yang diinginkan.

Alat dan Bahan Utama

Pelaksanaan pengujian ALT/TPC membutuhkan peralatan dan bahan yang steril dan berkualitas tinggi untuk mencegah kontaminasi silang dan memastikan akurasi hasil. Peralatan standar yang umum digunakan meliputi:

Autoklaf: Alat sterilisasi utama untuk media, alat gelas, dan bahan lain yang memerlukan sterilisasi suhu tinggi. 

Laminar Air Flow (LAF) / Biological Safety Cabinet (BSC): Ruang kerja steril yang dirancang untuk melindungi personel, produk, dan lingkungan dari paparan agen biologis selama manipulasi sampel dan inokulasi.

Cawan Petri (Petri Dish): Wadah steril, biasanya berdiameter 90 mm, tempat media agar dan sampel ditanam. 

Pipet Ukur (Volumetric Pipette) dan Pipet Otomatis (Micropipette): Alat presisi untuk mengukur volume larutan pengencer dan suspensi sampel secara akurat.

Neraca Analitik (Analytical Balance): Timbangan dengan akurasi tinggi untuk menimbang sampel padat atau mengukur bahan media. 

Colony Counter: Alat bantu visual (elektronik atau manual) yang dilengkapi dengan lensa pembesar dan penanda untuk menghitung koloni secara efisien dan akurat.

Tabung Reaksi (Test Tubes) atau Botol: Digunakan untuk menyiapkan larutan pengencer dan menampung sampel yang diencerkan. 

Spatula/Pengaduk: Untuk homogenisasi sampel.

Sementara itu, bahan utama yang diperlukan adalah:

Media Plate Count Agar (PCA): Media pertumbuhan mikrobiologi yang paling umum digunakan untuk ALT/TPC. Media ini menyediakan nutrisi esensial bagi pertumbuhan berbagai jenis bakteri aerob mesofil.

Media ini biasanya disiapkan dalam bentuk bubuk dan dilarutkan sesuai petunjuk pabrikan, kemudian disterilkan. 

Larutan Pengencer (Diluent): Digunakan untuk membuat pengenceran sampel.

Butterfield's Phosphate Buffered: Larutan buffer fosfat yang menjaga pH stabil, penting untuk kelangsungan hidup bakteri. 

NaCl Fisiologis (0.85% - 0.9% NaCl): Larutan garam steril yang memiliki tekanan osmotik serupa dengan cairan intraseluler bakteri, sehingga meminimalkan syok osmotik.

Air Peptone: Larutan pepton steril yang juga dapat digunakan.

Pemilihan jenis larutan pengencer dapat bergantung pada jenis sampel dan persyaratan metode pengujian yang diikuti.

Tahapan Pengujian ALT/TPC

Proses pengujian ALT/TPC secara umum melalui beberapa tahapan krusial yang harus dilakukan secara aseptis dan terstandar:

1. Timbang secara akurat sejumlah sampel padat (misalnya 1 gram) atau ukur volume sampel cair (misalnya 1 mL).

Masukkan sampel ke dalam wadah steril yang berisi 9 mL larutan pengencer. Pengenceran ini menghasilkan tingkat pengenceran 10⁻¹ (dilusi 1:10).

Lakukan homogenisasi hingga sampel tersebar merata dalam larutan pengencer.

2. Jika jumlah mikroba diperkirakan sangat tinggi, diperlukan pengenceran lanjutan.

Ambil 1 mL dari pengenceran sebelumnya (misalnya 10⁻¹) dan masukkan ke dalam 9 mL larutan pengencer steril. Ini akan menghasilkan pengenceran 10⁻².

Ulangi proses ini untuk mendapatkan tingkat pengenceran yang lebih tinggi (misalnya 10⁻³, 10⁻⁴, dst.) sesuai dengan perkiraan jumlah mikroba dalam sampel asli. 

Pemilihan tingkat pengenceran didasarkan pada target jumlah koloni yang dapat dihitung, yaitu antara 30 hingga 300 koloni per cawan petri.

3. Metode Tuang (Pour Plate): Gunakan pipet steril untuk memindahkan 1 mL suspensi dari tingkat pengenceran yang dipilih ke dalam cawan petri steril yang kosong.

Kemudian, tuangkan media PCA cair yang telah didinginkan hingga suhu sekitar 45°C ke dalam cawan petri yang berisi sampel. Segera putar dan goyangkan cawan petri secara perlahan agar sampel dan media tercampur merata.

Metode Sebar (Spread Plate): Pindahkan 0.1 mL suspensi dari tingkat pengenceran terpilih ke permukaan agar PCA yang telah memadat dalam cawan petri. Sebarkan suspensi secara merata di seluruh permukaan agar menggunakan alat sebar (spreader) steril.

4. Setelah media agar memadat (pada metode tuang) atau mengering (pada metode sebar), balikkan posisi cawan petri.

Membalik cawan petri bertujuan untuk mencegah tetesan kondensasi yang terbentuk di tutup cawan jatuh ke permukaan agar dan mengkontaminasi koloni. * Inkubasi cawan petri pada suhu yang terkontrol, umumnya antara 35°C hingga 37°C.

Lama inkubasi standar adalah 24 hingga 48 jam. Pemilihan suhu dan waktu inkubasi sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal bakteri mesofil target.

5. Setelah masa inkubasi selesai, periksa cawan petri di bawah alat colony counter.

Pilih cawan petri yang memiliki jumlah koloni antara 30 hingga 300 koloni. Cawan dengan jumlah koloni di bawah 30 dianggap kurang representatif secara statistik, sementara cawan dengan jumlah koloni di atas 300 sulit dihitung secara akurat dan dapat mengindikasikan terlalu banyak pengenceran yang terlewat.

Catat jumlah koloni pada setiap cawan yang dipilih dan tingkat pengencerannya.

Penghitungan dan Interpretasi Hasil

Jumlah bakteri per gram atau mililiter sampel dihitung menggunakan formula berikut:

ALT/TPC (koloni/gram atau mL) = (Jumlah Koloni pada Cawan) x (Faktor Pengenceran)

Jika digunakan lebih dari satu cawan pada tingkat pengenceran yang sama, jumlah koloni dari cawan-cawan tersebut dijumlahkan terlebih dahulu sebelum dikalikan dengan faktor pengenceran.

Faktor Pengenceran adalah kebalikan dari tingkat pengenceran (misalnya, jika pengenceran adalah 10⁻³, maka faktor pengencerannya adalah 10³ atau 1000).

Misalnya, jika pada pengenceran 10⁻³ didapatkan rata-rata 50 koloni pada cawan petri: ALT/TPC = 50 koloni x 10³ = 50.000 koloni/gram atau mL.

Interpretasi hasil ALT/TPC sangat bergantung pada standar dan spesifikasi yang berlaku untuk jenis sampel yang diuji. Beberapa pedoman umum:

Produk Pangan Segar: Diharapkan memiliki ALT/TPC yang relatif rendah. * Produk Pangan Olahan: Batas ALT/TPC bervariasi tergantung pada jenis produk dan tingkat pengolahannya.

Air Minum: Memiliki standar ALT/TPC yang sangat ketat untuk menjamin keamanan. * Produk Farmasi: Memiliki persyaratan ALT/TPC yang sangat rendah atau bahkan nol, tergantung pada aplikasinya.

Perbandingan Metode Tuang dan Sebar

Kedua metode inokulasi dalam ALT/TPC, yaitu metode tuang (pour plate) dan metode sebar (spread plate), memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing:

Aspek Metode Tuang (Pour Plate) Metode Sebar (Spread Plate)
Inokulasi Sampel dicampur dengan media cair panas sebelum memadat. Sampel disebarkan di atas permukaan media agar yang sudah memadat.
Suhu Media Memerlukan media yang masih cair dan telah didinginkan hingga ±45°C. Menggunakan media yang sudah memadat.
Jumlah Koloni Dapat menghitung bakteri yang tumbuh di bawah permukaan agar. Hanya menghitung bakteri yang tumbuh di permukaan agar.
Sensitivitas Potensi kematian bakteri akibat suhu media tinggi. Lebih sedikit paparan suhu tinggi pada bakteri.
Volume Sampel Biasanya menggunakan 1 mL sampel. Umumnya menggunakan 0.1 mL sampel.
Akurasi Memerlukan homogenitas yang baik untuk distribusi koloni. Memerlukan penyebaran yang merata untuk hasil optimal.

Tantangan dan Pertimbangan

Beberapa tantangan dalam pelaksanaan ALT/TPC meliputi potensi kematian bakteri akibat suhu media yang terlalu tinggi pada metode tuang, kesulitan dalam homogenisasi sampel yang kental, dan kebutuhan akan ruang kerja steril yang memadai. Penting juga untuk mempertimbangkan jenis media yang digunakan, karena media yang berbeda dapat mendukung pertumbuhan populasi mikroba yang berbeda pula.

Selain itu, keahlian personel dalam melakukan teknik aseptis dan perhitungan yang akurat sangat krusial untuk validitas hasil.

Secara keseluruhan, pengujian Angka Lempeng Total (ALT)/Total Plate Count (TPC) adalah metodologi mikrobiologi yang tak tergantikan untuk mengukur beban bakteri aerob mesofil. Implementasi yang tepat dari setiap tahapan, mulai dari persiapan hingga interpretasi, memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan terkait keamanan dan kualitas produk.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan):

1. ALT (Angka Lempeng Total) adalah sebutan dalam Bahasa Indonesia untuk metode yang dikenal secara internasional sebagai TPC (Total Plate Count).

Keduanya merujuk pada metode pengujian yang sama untuk menghitung jumlah total bakteri aerob mesofil.

2. Pengenceran bertingkat diperlukan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme dalam sampel hingga mencapai konsentrasi yang memungkinkan penghitungan koloni pada cawan petri dalam rentang yang dapat dihitung (30-300 koloni).

Tanpa pengenceran, jumlah koloni bisa terlalu banyak untuk dihitung akurat.

3. Jumlah koloni ideal pada cawan petri adalah antara 30 hingga 300 koloni.

Ini memberikan hasil yang paling akurat secara statistik. Cawan dengan koloni kurang dari 30 atau lebih dari 300 biasanya tidak digunakan dalam perhitungan akhir.

4. ALT/TPC menghitung bakteri aerob mesofil, yang berarti bakteri yang membutuhkan oksigen untuk tumbuh (aerob) dan dapat tumbuh pada suhu sedang (mesofil, umumnya 20-45°C).

Ini mencakup berbagai jenis bakteri umum yang ditemukan di lingkungan dan produk.

5. Frekuensi pengujian ALT/TPC tergantung pada regulasi industri, jenis produk, dan kebijakan kontrol kualitas perusahaan.

Produk pangan segar mungkin memerlukan pengujian lebih sering dibandingkan produk yang telah diproses secara ekstensif atau produk yang memiliki umur simpan panjang.

Referensi:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2012). Pedoman Kriteria Cemaran pada Pangan Siap Saji dan Pangan Industri Rumah Tangga. Jakarta: Direktorat Standardisasi Produk Pangan, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya. https://standarpangan.pom.go.id/oldspo/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_tentang_Cemaran.pdf (Diakses pada 04 Agustus 2026).

Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. (n.d.). Bab II: Tinjauan Pustaka. Repository Poltekkes Kemenkes Medan. https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/4312/3/BAB%20II.pdf (Diakses pada 04 Agustus 2026).

PT. Saka Utama Metalindo. (2025, 22 Oktober). Cara Menghitung Koloni pada Uji Cemaran Mikroba. https://www.saka.co.id/news-detail/cara-menghitung-koloni-pada-uji-cemaran-mikroba (Diakses pada 04 Agustus 2026).

Sundari, S., & Fadhliani. (2019). Uji Angka Lempeng Total (ALT) pada Sediaan Kosmetik Lotion X di BBPOM Medan. Jurnal Biologica Samudra, 1(1), 25–33. (Diakses pada 04 Agustus 2026).


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment