Urutan Tabung Pengambilan Darah: Panduan Lengkap Order of Draw untuk Menghindari Kontaminasi dan Hasil Salah
INFOLABMED.COM - Dalam pengambilan darah vena, urutan tabung (order of draw) bukanlah sekadar kebiasaan, melainkan protokol yang didasarkan pada ilmu pengetahuan untuk mencegah kontaminasi silang akibat zat aditif dalam tabung . Mengabaikan urutan ini dapat menyebabkan hasil laboratorium yang salah dan membahayakan pasien .
Mengapa Urutan Tabung Pengambilan Darah Sangat Penting?
Urutan tabung harus diikuti karena kontaminasi silang (carryover) dari satu tabung ke tabung berikutnya dapat terjadi jika urutan tidak tepat . Zat aditif dalam tabung seperti EDTA atau heparin dapat terbawa ke tabung lain dan mengganggu hasil pemeriksaan . Misalnya, jika EDTA (dari tabung ungu) mengontaminasi tabung koagulasi (biru) pada pengambilan berikutnya, hal ini akan mengikat kalsium dalam darah dan menyebabkan hasil PT/APTT memanjang palsu . Oleh karena itu, CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute) telah menetapkan urutan baku untuk menjaga integritas spesimen .
Standar CLSI: Urutan Tabung yang Benar
Berikut adalah urutan tabung pengambilan darah yang direkomendasikan oleh CLSI, yang menjadi acuan internasional :
| Urutan | Warna Tutup | Aditif | Penggunaan Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Botol Kultur Darah | Sodium polyanethole sulfonate (SPS) | Deteksi mikroorganisme (bakteri/jamur) dari darah |
| 2 | Biru Muda | Sodium sitrat 3.2% | Pemeriksaan koagulasi (PT, APTT, fibrinogen) |
| 3 | Merah / Emas / Kuning (SST) | Tanpa aditif / Clot activator + gel separator | Kimia klinik, serologi, imunologi |
| 4 | Hijau | Heparin (Li-heparin / Na-heparin) | Kimia klinik (plasma), pemeriksaan "stat" |
| 5 | Ungu / Lavender / Pink | EDTA (K2EDTA / K3EDTA) | Hematologi (CBC, LED), bank darah, HbA1c |
| 6 | Abu-abu | Natrium fluorida + kalium oksalat | Pemeriksaan glukosa (mencegah glikolisis) |
Catatan Penting:
- Tabung biru (koagulasi) harus diisi penuh hingga garis batas untuk menjaga rasio darah:antikoagulan 9:1 .
- Jika menggunakan set jarum kupu-kupu (winged set) dan tabung biru adalah tabung pertama, disarankan untuk mengambil tabung "pembuangan" (discard tube) terlebih dahulu untuk menghilangkan udara dari jalur infus .
Urutan Tabung Berdasarkan Sumber Lain (WHO)
Urutan yang sama juga direkomendasikan oleh WHO dan berbagai panduan lainnya, dengan sedikit variasi pada penempatan tabung merah (tanpa aditif) dan tabung emas (SST). Secara umum, tabung tanpa aditif atau dengan clot activator (merah/emas) dikumpulkan sebelum tabung antikoagulan (hijau, ungu, abu-abu) untuk menghindari kontaminasi dari zat aditif tersebut .
Tabel Ringkasan Urutan Tabung (CLSI GP41)
| Urutan | Tabung | Aditif | Penggunaan | Jumlah Inversi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kultur Darah | SPS | Mikrobiologi | 8-10x |
| 2 | Biru Muda | Sodium Sitrat | Koagulasi | 3-4x |
| 3 | Merah/Emas | Clot activator/gel | Kimia/Serologi | 5-10x |
| 4 | Hijau | Heparin | Kimia (plasma) | 8-10x |
| 5 | Ungu/Pink | EDTA | Hematologi/Bank Darah | 8-10x |
| 6 | Abu-abu | Fluoride/Oxalate | Glukosa | 8-10x |
Implikasi Klinis Kesalahan Urutan
Kesalahan urutan tabung adalah kesalahan pre-analitik yang dapat menyebabkan :
| Jenis Kontaminasi | Akibat pada Hasil |
|---|---|
| EDTA masuk ke tabung sitrat (biru) | PT/APTT memanjang palsu (kalsium terikat) |
| EDTA masuk ke tabung serum (merah/emas) | Kalium tinggi palsu, kalsium rendah palsu |
| Heparin masuk ke tabung EDTA | Morfologi sel berubah (pembengkakan) |
| Glikolisis tidak dihambat (tabung abu-abu terlambat) | Glukosa rendah palsu |
Kesimpulan
Urutan tabung pengambilan darah (order of draw) adalah protokol standar yang sangat penting untuk mencegah kontaminasi silang akibat zat aditif tabung. Urutan yang benar adalah: Kultur Darah → Biru (Sitrat) → Merah/Emas (Serum) → Hijau (Heparin) → Ungu (EDTA) → Abu-abu (Fluorida) . Mengabaikan urutan ini dapat menyebabkan hasil laboratorium yang salah dan membahayakan pasien . Setiap petugas flebotomi wajib mengikuti panduan ini untuk memastikan kualitas sampel dan keakuratan hasil.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment