Soal Kasus Hematologi dan Pembahasannya: Kumpulan 15+ Soal Uji Kompetensi untuk ATLM

Table of Contents

Soal Kasus Hematologi dan Pembahasannya: Kumpulan 15+ Soal Uji Kompetensi untuk ATLM


INFOLABMED.COM - Hematologi merupakan salah satu cabang ilmu yang paling sering diujikan dalam Uji Kompetensi (UKOM) Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Pemahaman yang mendalam tentang pemeriksaan darah, interpretasi hasil, dan keterkaitannya dengan kondisi klinis pasien menjadi kunci kelulusan .

Berikut ini disajikan kumpulan soal kasus hematologi dan pembahasannya yang dapat digunakan sebagai referensi belajar dan latihan menghadapi UKOM.

Contoh Soal dan Pembahasan Hematologi

Soal 1: Persiapan Pasien dan Salam

Seorang analis menerima pasien yang membawa surat permintaan pemeriksaan laboratorium dari dokter. Agar pemeriksaan dapat dilakukan dengan benar, langkah awal apakah yang harus dilakukan terhadap pasien tersebut?

a. Mengucapkan salam b. Memperkenalkan diri c. Mengakhiri dengan salam d. Bertanya pada pasien e. Menanggapi pertanyaan pasien

Jawaban: a. Mengucapkan salam

Pembahasan: Pengucapan salam bertujuan agar pasien tidak gugup dan tegang pada saat akan dilakukan pemeriksaan .

Soal 2: Retikulosit pada Pengecatan Supravital

Pada pembacaan preparat darah apus ditemukan banyak polikromasi. Anda curiga bahwa sel polikromasi tersebut berasal dari eritrosit yang masih muda. Anda kemudian melakukan pengecatan supravital. Apakah yang meningkat pada preparat tersebut bila dilakukan pengecatan supravital?

a. Ortokromatik b. Basofilik c. Pronormablas d. Retikulosit e. Trombosit

Jawaban: d. Retikulosit

Pembahasan: Retikulosit adalah sel darah merah yang masih muda yang tidak berinti dan berasal dari proses pematangan normoblas di sumsum tulang. Pengecatan supravital digunakan untuk menghitung retikulosit .

Soal 3: Interpretasi Indeks Eritrosit

Evaluasi preparat darah apus dijumpai ukuran sel eritrosit yang mayoritas besar dengan central polar kecil hingga tidak tampak. Untuk menegakkan diagnosis ini, Anda sebagai seorang analis harus mengaitkan dengan parameter pemeriksaan lain yaitu indeks eritrosit. Apakah yang dimaksud dengan parameter tersebut?

a. MCV b. MCH c. MCHC d. MHC e. MCV, MCH, MCHC

Jawaban: e. MCV, MCH, MCHC

Pembahasan: MCV (volume eritrosit rata-rata), MCH (hemoglobin eritrosit rata-rata), dan MCHC (konsentrasi hemoglobin eritrosit rata-rata) adalah parameter yang digunakan untuk menilai ukuran dan kadar hemoglobin dalam eritrosit .

Soal 4: Pemilihan Tabung untuk Pemeriksaan Darah Lengkap dan Hemostasis

Seorang pasien datang dengan membawa form permintaan pemeriksaan, parameter pemeriksaan yang diminta adalah darah lengkap dan tes faal hemostasis. Sebelumnya, TLM melakukan flebotomi dengan vacutainer untuk mendapatkan spesimen darah. Apa saja jenis vacutainer yang digunakan?

a. Tabung tutup merah dan tutup abu-abu b. Tabung tutup biru terang dan tutup ungu c. Tabung tutup hijau dan tutup ungu d. Tabung tutup hitam dan tutup ungu e. Tabung tutup kuning dan tutup abu-abu

Jawaban: b. Tabung tutup biru terang dan tutup ungu

Pembahasan: Untuk pemeriksaan darah lengkap menggunakan tabung tutup ungu (EDTA), sedangkan untuk tes faal hemostasis menggunakan tabung tutup biru terang (natrium sitrat) .

Soal 5: Pemeriksaan Awal pada Pasien Anemia

Seorang ibu hamil berumur 24 tahun dengan riwayat anemia membawa sampel darah dan surat pengantar dari dokter. Dokter tidak menulis pemeriksaan apa yang diminta, hanya menulis diagnosis sementara yaitu anemia. Pemeriksaan apakah yang seharusnya dikerjakan oleh petugas laboratorium tersebut?

a. Hitung jumlah leukosit b. Hitung jumlah eritrosit c. Hitung jumlah trombosit d. Hb e. Hitung retikulosit

Jawaban: d. Hb

Pembahasan: Pemeriksaan untuk diagnosis anemia yaitu hemoglobin (Hb) untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam darah .

Soal 6: Parameter Pemeriksaan Anemia

Seorang pasien datang pada dokter dengan kondisi yang pucat dan susah makan, badan sering lemas, sehingga dokter memintakan untuk dilakukan pemeriksaan Hb, Jlh Erit, HT, dan morfologi sel darah. Parameter tersebut merupakan...

a. Tes Kelainan hati b. Tes Hemostasis c. Tes melihat derajat anemia dan jenisnya d. Tes melihat derajat Leukemia e. Tes Kelainan Ginjal

Jawaban: c. Tes melihat derajat anemia dan jenisnya

Pembahasan: Pemeriksaan Hb, jumlah eritrosit, hematokrit, dan morfologi sel darah merupakan pemeriksaan dasar untuk menilai anemia .

Soal 7: Antikoagulan untuk Pemeriksaan Darah Rutin

Seorang analis melakukan pemeriksaan darah rutin, diperlukan darah sebanyak 2 ml. Untuk menghindari agar darah tidak beku perlu ditambahkan zat antikoagulan yang sesuai. Jenis antikoagulan yang cocok untuk digunakan adalah:

a. Natrium sitrat 3,8% b. NaF c. Kalium Oksalat d. EDTA e. NaCl

Jawaban: d. EDTA

Pembahasan: EDTA adalah antikoagulan yang paling umum digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap (CBC) karena mampu mempertahankan morfologi sel darah .

Soal 8: Alat Penghitungan Trombosit Metode Langsung

Di laboratorium klinik dijumpai banyak jenis alat-alat laboratorium yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan. Pada suatu hari dokter meminta agar analis melakukan pemeriksaan jumlah trombosit dengan cara langsung. Jenis alat yang diperlukan untuk pemeriksaan parameter tersebut adalah:

a. Kamar hitung b. Haemometer c. Densitometer d. Pipet thoma e. Sediaan apus darah

Jawaban: a. Kamar hitung

Pembahasan: Pemeriksaan jumlah trombosit metode langsung menggunakan kamar hitung (Improved Neubauer) dan pipet Thoma eritrosit .

Soal 9: Leukosit yang Meningkat pada Reaksi Alergi

Seorang pasien dengan keluhan sering gatal-gatal pada kulit, setelah makan makanan tertentu hal ini terjadi berulang kali setiap dia makan makanan tersebut. Jenis leukosit manakah pada kondisi tersebut hasil pemeriksaan lab bisa meningkat?

a. Basofil b. Neutrofil c. Limfosit d. Monosit e. Eosinofil

Jawaban: e. Eosinofil

Pembahasan: Eosinofil meningkat pada kondisi reaksi alergi dan infeksi parasit .

Soal 10: Perbandingan Darah dan Antikoagulan untuk LED

Seorang analis melakukan pemeriksaan LED metode Westergren. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut maka perlu dilakukan pencampuran darah dengan Natrium Sitrat 3,8%. Bila perbandingan pencampuran tidak sesuai dengan prosedur akan memperoleh hasil pemeriksaan yang salah. Volume yang tepat perbandingan jumlah darah dengan antikoagulan Natrium Sitrat untuk pemeriksaan tersebut adalah...

a. 1 ml darah + 0,5 ml Na Sitrat b. 1,6 ml Darah + 0,4 ml Na Sitrat c. 0,4 ml darah + 1,6 ml Na Sitrat d. 1 ml darah + 1 ml Na Sitrat e. 2 ml darah + 1 ml Na Sitrat

Jawaban: b. 1,6 ml Darah + 0,4 ml Na Sitrat

Pembahasan: Perbandingan darah dengan natrium sitrat untuk pemeriksaan LED metode Westergren adalah 4:1 (1,6 ml darah : 0,4 ml natrium sitrat) .

Soal 11: Pemeriksaan Pre-operasi

Seorang pasien sedang dirawat karena tumor dan perlu segera dioperasi, sebelum tindakan operasi dilakukan dokter selalu merujuk ke laboratorium. Pada kasus tersebut dokter sering memintakan untuk pemeriksaan...

a. Morfologi sel darah b. Waktu pembekuan dan perdarahan c. Jumlah sel retikulosit d. Tes fungsi hati e. Jumlah sel Eritrosit

Jawaban: b. Waktu pembekuan dan perdarahan

Pembahasan: Sebelum tindakan operasi, dokter biasanya meminta pemeriksaan waktu pembekuan dan perdarahan untuk menilai risiko perdarahan selama operasi .

Soal 12: Pengenceran pada Hitung Eritrosit

Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neubauer. Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101. Berapakah pengenceran darah yang terjadi?

a. 2 kali pengenceran b. 200 kali pengenceran c. 20 kali pengenceran d. 2000 kali pengenceran e. 0,2 kali pengenceran

Jawaban: b. 200 kali pengenceran

Pembahasan: Pada pipet Thoma eritrosit, darah dihisap sampai tanda 0,5 dan reagen sampai tanda 101, sehingga pengenceran yang terjadi adalah 1:200 .

Soal 13: Pemeriksaan Rumpel Leede

Analis kesehatan melakukan pembendungan pada lengan pasien dengan tekanan 80 mmHg selama lima menit. Setelah lima menit, pada lengan pasien timbul petechia yang sangat banyak, sehingga disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan tersebut positif. Apakah pemeriksaan yang dilakukan pada kasus di atas?

a. Rumpel Leede b. Retraksi bekuan c. Masa pembekuan d. Bleeding Time e. Protrombin Time

Jawaban: a. Rumpel Leede

Pembahasan: Pemeriksaan Rumpel Leede (tourniquet test) dilakukan dengan membendung lengan pasien dan mengamati munculnya petechia. Hasil positif menunjukkan kelainan pada dinding kapiler atau trombositopenia .

Soal 14: Penanganan Sampel untuk Pemeriksaan Trombosit

Seorang ahli teknologi laboratorium medik di laboratorium puskesmas menerima pasien yang membawa surat pengantar dari dokter dengan diagnosis demam berdarah. Pemeriksaan yang diminta oleh dokter adalah hitung jumlah trombosit. Apakah reagen yang digunakan pada pemeriksaan pada kasus tersebut?

a. Turk b. Eosin c. Hayem d. HCl 0,1 N e. Rees Ecker

Jawaban: e. Rees Ecker

Pembahasan: Larutan Rees Ecker digunakan sebagai pengencer untuk pemeriksaan hitung trombosit dengan metode langsung .

Soal 15: Pemeriksaan Hemoglobin Metode Sahli

Seorang tenaga laboratorium akan melakukan pemeriksaan hemoglobin dengan metode Sahli. Berapa banyak darah yang dibutuhkan pada pemeriksaan di atas?

a. 200 µl atau 0,2 ml b. 20 µl atau 0.02 ml c. 2000 µl atau 2 ml d. 50 µl atau 0.05 ml e. 500 µl atau 0.5 ml

Jawaban: b. 20 µl atau 0.02 ml

Pembahasan: Pemeriksaan hemoglobin metode Sahli membutuhkan darah sebanyak 20 µL (0,02 mL) .

Tabel Ringkasan Materi

TopikJenis SoalKunci Jawaban
Persiapan PasienLangkah awal komunikasiSalam
RetikulositPengecatan supravitalRetikulosit meningkat
Indeks EritrositInterpretasi morfologiMCV, MCH, MCHC
Pemilihan TabungDarah lengkap + hemostasisBiru terang + ungu
AnemiaPemeriksaan awalHb
AntikoagulanDarah rutinEDTA
TrombositMetode langsungKamar hitung
AlergiPeningkatan leukositEosinofil
LEDPerbandingan darah:sitrat4:1
Pre-operasiPemeriksaanWaktu pembekuan dan perdarahan
Hitung EritrositPengenceran200x
Rumpel LeedePemeriksaanTourniquet test
Pemeriksaan TrombositReagenRees Ecker
SahliVolume darah20 µL

Tips Sukses Menghadapi UKOM Hematologi

  1. Pahami konsep dasar: UKOM menguji aplikasi konsep, bukan sekadar hafalan .
  2. Perbanyak latihan soal: Kerjakan berbagai variasi soal untuk membiasakan diri dengan format dan tipe pertanyaan.
  3. Simulasikan kondisi ujian: Cobalah mengerjakan soal dalam waktu yang ditentukan.
  4. Diskusikan dengan teman atau mentor: Belajar kelompok dapat memberikan perspektif baru terhadap materi yang kompleks.

Kesimpulan

Kumpulan soal kasus hematologi dan pembahasannya ini mencakup berbagai topik penting: anemia, leukemia, hemostasis, pemeriksaan trombosit, hingga interpretasi hasil laboratorium. Latihan soal secara rutin, dipadukan dengan pemahaman konsep yang mendalam, adalah kunci utama untuk meraih kelulusan UKOM ATLM .

Gunakan contoh soal ini sebagai panduan awal, dan perbanyak latihan dari berbagai sumber untuk memaksimalkan persiapan Anda. Selamat belajar!

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment