Serum vs Plasma vs Whole Blood: Panduan Memilih Spesimen yang Tepat untuk Pemeriksaan Laboratorium

Table of Contents

Serum vs Plasma vs Whole Blood: Panduan Memilih Spesimen yang Tepat untuk Pemeriksaan Laboratorium


INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium klinik, pemahaman tentang perbedaan antara serum, plasma, dan whole blood (darah utuh) adalah fundamental. Ketiganya adalah spesimen darah yang digunakan untuk berbagai pemeriksaan, namun memiliki karakteristik, cara perolehan, dan aplikasi yang sangat berbeda. Kesalahan dalam memilih spesimen dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat dan mengganggu diagnosis pasien.

Whole Blood (Darah Utuh)

Whole blood adalah darah yang masih mengandung seluruh komponennya: sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma . Whole blood digunakan ketika pemeriksaan memerlukan analisis seluler atau ketika presipitasi dan pembekuan harus dihindari .

KarakteristikDeskripsi
PenggunaanHitung darah lengkap (CBC), apusan darah tepi, pemeriksaan DNA/RNA, flow cytometry
TabungEDTA (ungu) – antikoagulan untuk mencegah pembekuan
PenyimpananSegera diproses; dapat disimpan pada suhu 2-8°C

Contoh Pemeriksaan yang Menggunakan Whole Blood:

  • Hemoglobin dan hematokrit
  • Hitung leukosit dan diferensial
  • Analisis DNA/RNA untuk pemeriksaan genetik atau molekuler

Plasma

Plasma adalah komponen cair darah yang diperoleh setelah darah dengan antikoagulan disentrifugasi. Plasma mengandung semua faktor pembekuan, protein, elektrolit, hormon, dan zat terlarut lainnya .

KarakteristikDeskripsi
Cara memperolehDarah ditambahkan antikoagulan → disentrifugasi → supernatan = plasma
KomposisiAir (~90%), protein (albumin, globulin, fibrinogen), elektrolit, hormon, nutrisi, limbah metabolik
TabungEDTA (ungu) – untuk hematologi dan molekuler; Heparin (hijau) – untuk kimia klinik; Sitrat (biru) – untuk koagulasi
KelebihanProses lebih cepat (tidak perlu menunggu pembekuan), volume lebih besar (55% dari total darah), mengurangi risiko hemolisis in vitro

Aplikasi Plasma: | Bidang Pemeriksaan | Contoh | | :--- | :--- | | Kimia klinik | Glukosa, ureum, kreatinin, elektrolit, enzim | | Koagulasi | PT, APTT, fibrinogen | | Proteomik & metabolomik | Analisis protein dan metabolit | | Liquid biopsy | Cell-free DNA/RNA |

Perhatian: Penambahan antikoagulan dapat mengganggu beberapa pemeriksaan. EDTA dapat mengkelasi kalsium dan mempengaruhi pemeriksaan yang memerlukan ion logam . Studi menunjukkan perbedaan kadar glukosa antara serum dan plasma EDTA (rata-rata serum 100.3 mg/dL vs plasma 113.5 mg/dL) yang signifikan secara statistik .

Serum

Serum adalah cairan yang tersisa setelah darah dibiarkan membeku dan faktor pembekuan (terutama fibrinogen) dihilangkan. Serum pada dasarnya adalah plasma tanpa faktor pembekuan .

KarakteristikDeskripsi
Cara memperolehDarah dibiarkan membeku (15-30 menit) → disentrifugasi → supernatan = serum
KomposisiAir, albumin, globulin, hormon, enzim, elektrolit, nutrisi; tidak mengandung fibrinogen dan faktor pembekuan
TabungMerah (tanpa antikoagulan), Gold/SST (clot activator + gel separator)
KelebihanTidak ada interferensi dari antikoagulan; ideal untuk pemeriksaan imunologi dan serologi

Aplikasi Serum: | Bidang Pemeriksaan | Contoh | | :--- | :--- | | Biokimia | Kolesterol, trigliserida, protein total, albumin | | Imunologi / Serologi | Antibodi, antigen, uji infeksi (hepatitis, HIV) | | Hormon | TSH, T4, kortisol, hormon reproduksi | | Proteomik & metabolomik | Profil protein dan metabolit |

Kelemahan: Proses pembekuan membutuhkan waktu 30-60 menit, yang dapat memperlambat turnaround time. Risiko hemolisis lebih tinggi karena darah harus dibiarkan membeku sebelum sentrifugasi .

Perbandingan Serum vs Plasma

ParameterSerumPlasma
AntikoagulanTidak diperlukanDiperlukan (EDTA, heparin, sitrat)
Faktor pembekuanTidak ada (fibrinogen telah dihilangkan)Ada (termasuk fibrinogen)
Waktu perolehan30-60 menit (menunggu pembekuan)10-15 menit (langsung sentrifugasi)
Volume hasil30-50% dari volume darah55% dari volume darah
TabungRed top, Gold/SSTLavender (EDTA), Green (heparin), Blue (sitrat)
StabilitasSerum lebih stabil untuk beberapa hormon dan analit imunologiPlasma lebih stabil untuk glukosa (dengan fluoride) dan pemeriksaan yang memerlukan waktu cepat
InterferensiTidak ada antikoagulan yang menggangguAntikoagulan dapat mengganggu beberapa pemeriksaan

Poin Penting:

  • Serum lebih cocok untuk pemeriksaan serologi, imunologi, dan hormon karena tidak ada antikoagulan yang mengganggu .
  • Plasma lebih cepat dan efisien untuk pemeriksaan kimia klinik dengan volume sampel tinggi atau situasi darurat .

Tabel Ringkasan: Kapan Menggunakan Masing-Masing

PemeriksaanSpesimen yang Direkomendasikan
Hitung darah lengkap (CBC)Whole blood (EDTA)
Koagulasi (PT, APTT)Plasma (sitrat)
Kimia klinik (glukosa, ureum, kreatinin)Plasma (heparin) atau Serum
Imunologi / Serologi (antibodi, antigen)Serum
Hormon (TSH, kortisol)Serum (lebih stabil)
Molecular (DNA/RNA)Whole blood (EDTA)
Proteomik / MetabolomikSerum atau Plasma

Kesimpulan

Serum, plasma, dan whole blood adalah tiga spesimen darah dengan karakteristik dan aplikasi yang berbeda. Whole blood (darah utuh) digunakan untuk pemeriksaan yang memerlukan sel utuh atau analisis DNA/RNA. Plasma diperoleh dengan antikoagulan dan cepat diproses, ideal untuk kimia klinik dan koagulasi. Serum diperoleh tanpa antikoagulan setelah darah membeku, lebih cocok untuk imunologi dan serologi. Pemahaman tentang perbedaan ini memastikan pemilihan spesimen yang tepat, sehingga hasil laboratorium akurat dan bermanfaat bagi pasien.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment