Panduan Lengkap Prosedur Pemeriksaan Treponema Pallidum Hemagglutination Assay (TPHA)

Table of Contents
prosedur pemeriksaan treponema pallidum hemagglutination assay tpha
Panduan Lengkap Prosedur Pemeriksaan Treponema Pallidum Hemagglutination Assay (TPHA)

INFOLABMED.COM - Dalam dunia diagnostik mikrobiologi dan serologi, infeksi sifilis atau raja singa memerlukan metode pemeriksaan yang sangat spesifik dan akurat. Salah satu standar emas dalam konfirmasi diagnosis sifilis adalah prosedur pemeriksaan Treponema Pallidum Hemagglutination Assay atau yang lebih dikenal dengan singkatan TPHA. Pemeriksaan ini merupakan uji serologi treponemal yang digunakan untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap bakteri Treponema pallidum, agen penyebab sifilis.

Mengenal TPHA dalam Diagnosa Sifilis

Pemeriksaan TPHA bukanlah tes penyaring pertama, melainkan tes konfirmasi. Seringkali, pasien yang menunjukkan hasil reaktif pada tes non-treponemal seperti VDRL atau RPR memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah hasil tersebut benar-benar menunjukkan adanya infeksi sifilis atau sekadar hasil positif palsu. TPHA bekerja dengan mendeteksi antibodi IgG dan IgM yang secara spesifik menyerang antigen Treponema pallidum yang melapisi sel darah merah unggas (biasanya domba) yang telah difiksasi.

Pentingnya prosedur ini terletak pada spesifisitasnya yang tinggi. Ketika antibodi pasien dalam serum bereaksi dengan antigen yang terikat pada sel darah merah tersebut, akan terjadi proses aglutinasi atau penggumpalan. Inilah dasar ilmiah mengapa tes ini disebut sebagai uji hemaglutinasi tidak langsung.

Prinsip Dasar dan Persiapan Sampel

Prinsip utama dari TPHA adalah reaksi imunologis antara antibodi pasien dengan antigen Treponema pallidum yang ditempelkan pada permukaan sel darah merah. Jika dalam serum pasien terdapat antibodi spesifik, maka sel-sel darah merah tersebut akan membentuk pola hamburan atau aglutinasi di dasar sumuran mikrotiter. Sebaliknya, jika tidak ada antibodi, sel darah merah akan mengendap membentuk titik padat yang rapi di tengah.

Persiapan sampel sangat krusial dalam prosedur ini. Sampel yang digunakan adalah serum darah vena pasien yang diambil dengan teknik aseptik. Serum harus dipisahkan dari sel darah dengan cara sentrifugasi. Penting bagi teknisi laboratorium untuk memastikan bahwa serum tidak mengalami hemolisis atau lipemik berat, karena dapat mengganggu pembacaan pola aglutinasi pada saat interpretasi hasil.

Mengenal TPHA dalam Diagnosa Sifilis

Tahapan Prosedur Pemeriksaan TPHA

Prosedur pemeriksaan dilakukan menggunakan mikrotiter plate yang memiliki sumuran berbentuk U. Berikut adalah tahapan sistematis yang umum dilakukan di laboratorium klinik:

  • Pengenceran Sampel: Serum pasien diencerkan terlebih dahulu menggunakan pengencer (diluent) khusus untuk menghilangkan antibodi non-spesifik.
  • Penambahan Reagen: Dua jenis reagen ditambahkan ke dalam sumuran: Test Cells (sel darah merah yang mengandung antigen T. pallidum) dan Control Cells (sel darah merah tanpa antigen, berfungsi sebagai kontrol internal untuk memastikan tidak ada aglutinasi non-spesifik).
  • Inkubasi: Plate kemudian diinkubasi pada suhu ruang selama waktu tertentu (biasanya 45 hingga 60 menit) tanpa getaran.
  • Pengamatan: Setelah masa inkubasi selesai, pola yang terbentuk di dasar sumuran diamati secara visual.

Interpretasi Hasil TPHA

Interpretasi hasil TPHA memerlukan kejelian. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya lapisan aglutinasi yang menutupi seluruh dasar sumuran (shield pattern), yang menunjukkan bahwa antibodi spesifik telah mengikat antigen. Hasil negatif ditandai dengan terbentuknya titik (button pattern) yang jelas di dasar sumuran, yang menandakan sel darah merah mengendap secara normal.

Jika ditemukan hasil yang tidak jelas (borderline), pemeriksaan biasanya akan diulang atau dilakukan pengenceran ulang untuk memastikan akurasi. Penting untuk dicatat bahwa TPHA hanya bersifat kualitatif; hasil positif berarti pasien memiliki antibodi terhadap sifilis, namun tidak memberikan informasi mengenai tingkat keparahan penyakit atau apakah infeksi sedang aktif atau telah diobati sebelumnya, karena antibodi treponemal seringkali tetap ada seumur hidup meskipun pasien telah sembuh.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut Klinis

Prosedur pemeriksaan Treponema Pallidum Hemagglutination Assay (TPHA) tetap menjadi komponen vital dalam manajemen klinis sifilis di Indonesia dan dunia. Meskipun teknologi tes diagnostik cepat (RDT) semakin berkembang, akurasi tinggi yang ditawarkan TPHA dalam mengonfirmasi hasil skrining menjadikannya prosedur standar yang tak tergantikan. Kepatuhan terhadap protokol laboratorium, mulai dari persiapan sampel hingga ketelitian dalam pembacaan hasil, menjadi kunci utama untuk memberikan diagnosis yang tepat bagi pasien.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah tes TPHA bisa membedakan infeksi sifilis aktif dan lama?

Tidak. TPHA hanya mendeteksi keberadaan antibodi treponemal. Hasil positif pada TPHA biasanya bertahan seumur hidup, sehingga tidak dapat digunakan untuk membedakan antara infeksi aktif, infeksi masa lalu yang sudah sembuh, atau infeksi yang sedang dalam pengobatan.

Mengapa hasil TPHA harus selalu dikonfirmasi dengan tes lain?

TPHA adalah tes konfirmasi yang spesifik. Biasanya, klinisi akan membandingkan hasil TPHA dengan tes non-treponemal seperti RPR atau VDRL. Jika RPR/VDRL positif dan TPHA positif, ini sangat mengarah pada diagnosis sifilis.

Apa yang menyebabkan hasil positif palsu pada TPHA?

Meskipun TPHA sangat spesifik, hasil positif palsu yang jarang dapat terjadi akibat adanya penyakit jaringan ikat, kehamilan, atau infeksi treponematosis non-sifilis lainnya seperti yaws atau pinta.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk hasil TPHA keluar?

Prosedur pemeriksaan TPHA sendiri umumnya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam untuk inkubasi dan pembacaan, namun waktu pelaporan total di laboratorium bergantung pada alur kerja internal rumah sakit atau klinik.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment