NRBC Adalah: Arti, Penyebab Muncul, Nilai Normal, dan Makna Klinis pada Pemeriksaan Darah

Table of Contents

 

NRBC Adalah: Arti, Penyebab Muncul, Nilai Normal, dan Makna Klinis pada Pemeriksaan Darah


INFOLABMED.COM - NRBC Adalah: Arti, Penyebab Muncul, Nilai Normal, dan Makna Klinis pada Pemeriksaan Darah

Dalam dunia hematologi, istilah NRBC (Nucleated Red Blood Cell) sering muncul pada hasil pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) yang dilakukan menggunakan hematology analyzer modern. 

Meskipun umumnya tidak ditemukan dalam darah tepi orang dewasa sehat, keberadaan NRBC dapat menjadi petunjuk penting mengenai kondisi sumsum tulang maupun penyakit serius yang sedang dialami pasien.

Bagi Analis Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), memahami arti dan interpretasi NRBC sangat penting agar hasil pemeriksaan dapat diverifikasi dengan benar sebelum dilaporkan kepada klinisi.

Apa Itu NRBC?

NRBC (Nucleated Red Blood Cell) adalah eritrosit imatur yang masih memiliki inti sel

Sel ini dikenal juga sebagai eritroblas dan secara normal berada di dalam sumsum tulang sebagai bagian dari proses pembentukan sel darah merah (eritropoiesis).

Selama proses pematangan, inti sel akan dikeluarkan sehingga terbentuk eritrosit dewasa yang beredar di dalam sirkulasi darah.

Pada individu dewasa yang sehat, NRBC tidak ditemukan di darah tepi. Sebaliknya, pada bayi baru lahir, kemunculan NRBC dalam jumlah tertentu masih dianggap sebagai kondisi fisiologis.

Proses Pembentukan Sel Darah Merah

Pembentukan eritrosit berlangsung di sumsum tulang melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Proeritroblas

  2. Eritroblas basofilik

  3. Eritroblas polikromatofilik

  4. Eritroblas ortokromatik

  5. Retikulosit

  6. Eritrosit dewasa

NRBC merupakan kelompok eritroblas yang masih memiliki inti sebelum berubah menjadi retikulosit.

Nilai Normal NRBC

Interpretasi hasil NRBC bergantung pada usia pasien.

Dewasa

  • Umumnya 0 sel/100 leukosit

  • Sebagian besar laboratorium melaporkan tidak ditemukan (0%)

Bayi Baru Lahir

NRBC masih dapat ditemukan dalam jumlah tertentu karena proses adaptasi setelah lahir.

Setiap laboratorium dapat memiliki nilai rujukan yang sedikit berbeda tergantung metode pemeriksaan dan instrumen yang digunakan.

Mengapa NRBC Bisa Muncul di Darah Tepi?

Munculnya NRBC menunjukkan bahwa sumsum tulang sedang mengalami stres atau terjadi pelepasan eritrosit imatur ke sirkulasi.

Beberapa penyebab yang sering dijumpai antara lain:

1. Hipoksia Berat

Kekurangan oksigen akan merangsang produksi eritropoietin sehingga sumsum tulang meningkatkan pembentukan eritrosit secara cepat.

Contohnya:

  • Gagal napas

  • Penyakit paru kronis

  • Penyakit jantung bawaan

  • Syok

2. Anemia Berat

Pada anemia berat, tubuh berusaha mengganti kehilangan eritrosit dengan meningkatkan eritropoiesis sehingga NRBC dapat muncul di darah tepi.

3. Perdarahan Masif

Perdarahan akut dapat memicu pelepasan eritrosit yang belum matang dari sumsum tulang.

4. Hemolisis

Penghancuran eritrosit secara berlebihan menyebabkan kebutuhan pembentukan eritrosit meningkat sehingga NRBC dapat ditemukan.

5. Gangguan Sumsum Tulang

Misalnya:

  • Leukemia

  • Myelofibrosis

  • Sindrom mielodisplastik

  • Metastasis tumor ke sumsum tulang

6. Sepsis

Pada pasien kritis, inflamasi sistemik dapat menyebabkan munculnya NRBC yang sering dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk.

7. Penyakit Hematologi

Beberapa penyakit darah yang dapat meningkatkan NRBC antara lain:

  • Talasemia mayor

  • Anemia hemolitik

  • Krisis aplastik

  • Anemia megaloblastik berat

Bagaimana NRBC Diperiksa?

Saat ini NRBC umumnya diperiksa menggunakan hematology analyzer otomatis.

Instrumen modern mampu:

  • Menghitung jumlah NRBC

  • Melaporkan NRBC absolut

  • Melaporkan NRBC per 100 leukosit

  • Mengoreksi jumlah leukosit apabila terdapat NRBC

Apabila jumlah NRBC tinggi atau muncul flag tertentu dari analyzer, laboratorium biasanya melakukan konfirmasi melalui apusan darah tepi menggunakan mikroskop.

Mengapa NRBC Dapat Memengaruhi Jumlah Leukosit?

NRBC memiliki inti sehingga pada beberapa metode pemeriksaan dapat ikut terhitung sebagai leukosit.

Apabila tidak dilakukan koreksi, hasil White Blood Cell (WBC) dapat tampak lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya.

Karena itu banyak hematology analyzer secara otomatis melakukan koreksi WBC ketika mendeteksi NRBC.

Interpretasi Klinis NRBC

Keberadaan NRBC harus selalu dievaluasi bersama parameter hematologi lainnya, seperti:

  • Hemoglobin (Hb)

  • Hematokrit (Ht)

  • Jumlah eritrosit

  • Retikulosit

  • Leukosit

  • Trombosit

  • Morfologi darah tepi

  • Riwayat klinis pasien

NRBC bukan merupakan diagnosis suatu penyakit, tetapi merupakan penanda adanya stres hematopoietik atau gangguan serius yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Peran ATLM dalam Verifikasi Hasil NRBC

Bagi ATLM, hasil NRBC memerlukan perhatian khusus sebelum dilaporkan.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan meliputi:

  • Memastikan kualitas spesimen memenuhi syarat.

  • Memeriksa flag yang muncul pada hematology analyzer.

  • Melakukan review histogram atau scattergram bila diperlukan.

  • Mengonfirmasi hasil melalui pemeriksaan apusan darah tepi jika sesuai prosedur laboratorium.

  • Melakukan koreksi jumlah leukosit apabila diperlukan.

  • Mendokumentasikan hasil sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Verifikasi yang tepat membantu memastikan hasil laboratorium akurat dan dapat mendukung pengambilan keputusan klinis.

NRBC merupakan sel darah merah yang masih memiliki inti dan normalnya hanya ditemukan di sumsum tulang. 

Pada orang dewasa sehat, NRBC umumnya tidak ditemukan dalam darah tepi. 

Kemunculan NRBC dapat mengindikasikan peningkatan aktivitas eritropoiesis, hipoksia, anemia berat, hemolisis, gangguan sumsum tulang, hingga kondisi kritis seperti sepsis.

Bagi tenaga laboratorium, interpretasi NRBC tidak boleh dilakukan secara terpisah, tetapi harus dikaitkan dengan parameter hematologi lainnya, hasil apusan darah tepi, serta kondisi klinis pasien agar pelaporan hasil tetap akurat dan memberikan manfaat optimal bagi penatalaksanaan pasien.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment