Lokasi Pengambilan AGD yang Tepat: Panduan Lengkap Arteri Radialis, Brakialis, hingga Femoralis

Table of Contents

 

Lokasi Pengambilan AGD yang Tepat: Panduan Lengkap Arteri Radialis, Brakialis, hingga Femoralis


INFOLABMED.COM – Pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD) atau Arterial Blood Gas (ABG) merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang sangat penting untuk menilai status oksigenasi, ventilasi, dan keseimbangan asam-basa pasien. 

Hasil pemeriksaan ini sering digunakan dalam penanganan pasien kritis di unit gawat darurat, ruang perawatan intensif (ICU), kamar operasi, hingga ruang rawat inap.

Karena menggunakan darah arteri, teknik pengambilan sampel AGD berbeda dengan pengambilan darah vena. 

Pemilihan lokasi arteri yang tepat menjadi faktor penting untuk memperoleh spesimen berkualitas, meminimalkan komplikasi, dan menjaga keselamatan pasien.

Lalu, di mana saja lokasi pengambilan AGD yang direkomendasikan?

Mengapa Lokasi Pengambilan AGD Sangat Penting?

Tidak semua arteri aman digunakan untuk pengambilan sampel AGD. Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

  • Kemudahan akses arteri.

  • Ukuran pembuluh darah.

  • Risiko perdarahan.

  • Adanya sirkulasi kolateral.

  • Kenyamanan pasien.

  • Pengalaman petugas.

Lokasi yang dipilih akan memengaruhi keberhasilan tindakan sekaligus menurunkan risiko komplikasi seperti hematoma, trombosis, vasospasme, maupun cedera saraf.

Lokasi Pengambilan AGD yang Paling Direkomendasikan

1. Arteri Radialis (Pilihan Utama)

Arteri radialis merupakan lokasi yang paling sering digunakan untuk pengambilan AGD.

Lokasinya berada di sisi ibu jari pergelangan tangan (lateral wrist).

Kelebihan

  • Mudah dipalpasi.

  • Letaknya superfisial.

  • Risiko komplikasi relatif rendah.

  • Memiliki sirkulasi kolateral melalui arteri ulnaris.

  • Lebih nyaman bagi pasien.

Karena memiliki suplai darah cadangan dari arteri ulnaris, gangguan aliran darah setelah pungsi relatif jarang terjadi.

Sebelum melakukan pungsi, petugas biasanya melakukan Allen Test atau Modified Allen Test untuk memastikan sirkulasi kolateral tangan masih baik.

2. Arteri Brakialis

Apabila arteri radialis sulit ditemukan, arteri brakialis dapat menjadi pilihan berikutnya.

Lokasinya berada pada lipatan siku bagian medial (antecubital fossa).

Kelebihan

  • Diameter pembuluh lebih besar.

  • Mudah ditemukan pada beberapa pasien.

Kekurangan

  • Tidak memiliki sirkulasi kolateral sebaik arteri radialis.

  • Lebih dekat dengan saraf median.

  • Risiko cedera saraf lebih tinggi.

  • Risiko hematoma lebih besar.

Karena alasan tersebut, arteri brakialis biasanya dipilih apabila akses radialis tidak memungkinkan.

3. Arteri Femoralis

Arteri femoralis merupakan pilihan terakhir apabila lokasi lain tidak dapat digunakan.

Lokasinya berada di daerah lipat paha (inguinal region).

Kelebihan

  • Diameter arteri sangat besar.

  • Mudah ditemukan pada kondisi syok atau hipotensi berat.

  • Cocok untuk pasien dengan perfusi perifer yang buruk.

Kekurangan

  • Risiko infeksi lebih tinggi.

  • Risiko perdarahan lebih besar.

  • Memerlukan teknik aseptik yang ketat.

  • Kurang nyaman bagi pasien.

Pengambilan AGD pada arteri femoralis umumnya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman, terutama pada pasien kritis.

Perbandingan Lokasi Pengambilan AGD

LokasiTingkat RekomendasiKelebihanKekurangan
Arteri Radialis    ★★★★★Aman, mudah, memiliki sirkulasi kolateralKadang sulit dipalpasi pada hipotensi
Arteri Brakialis    ★★★☆☆Diameter lebih besarRisiko cedera saraf lebih tinggi
Arteri Femoralis    ★★☆☆☆Cocok untuk pasien syokRisiko infeksi dan perdarahan lebih tinggi

Mengapa Allen Test Penting?

Sebelum melakukan pungsi pada arteri radialis, petugas perlu memastikan bahwa tangan masih memiliki aliran darah dari arteri ulnaris.

Allen Test bertujuan untuk:

  • Menilai sirkulasi kolateral.

  • Mengurangi risiko iskemia tangan.

  • Memastikan keamanan prosedur.

Apabila hasil Allen Test menunjukkan sirkulasi yang buruk, lokasi pungsi sebaiknya dipindahkan ke sisi lain atau menggunakan arteri alternatif.

Kapan AGD Dilakukan?

Dokter biasanya meminta pemeriksaan AGD pada kondisi seperti:

  • Gagal napas akut.

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

  • Asma berat.

  • Syok.

  • Sepsis.

  • Gangguan metabolik.

  • Ketoasidosis diabetik.

  • Pemantauan ventilator mekanik.

  • Evaluasi terapi oksigen.

Hasil AGD membantu menilai kadar:

  • pH.

  • PaO₂.

  • PaCO₂.

  • HCO₃⁻.

  • Saturasi oksigen.

  • Base Excess.

  • Laktat (pada beberapa alat).

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pengambilan AGD

Agar kualitas spesimen tetap terjaga, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

  • Gunakan spuit khusus yang mengandung heparin.

  • Hindari masuknya gelembung udara ke dalam sampel.

  • Campurkan darah dengan heparin secara perlahan.

  • Beri label spesimen segera setelah pengambilan.

  • Kirim sampel ke laboratorium sesegera mungkin.

  • Bila terjadi keterlambatan pemeriksaan, simpan sesuai prosedur laboratorium untuk menjaga stabilitas analit.

Selain itu, setelah jarum dicabut, lokasi pungsi harus ditekan lebih lama dibandingkan pengambilan darah vena, umumnya selama minimal 5–10 menit, atau lebih lama pada pasien yang menggunakan antikoagulan, untuk mencegah perdarahan dan pembentukan hematoma.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Walaupun relatif aman bila dilakukan dengan benar, pengambilan AGD tetap memiliki beberapa risiko, seperti:

  • Nyeri saat tindakan.

  • Hematoma.

  • Vasospasme.

  • Perdarahan.

  • Trombosis.

  • Cedera saraf.

  • Infeksi.

  • Iskemia ekstremitas (jarang terjadi).

Pemilihan lokasi yang tepat dan teknik yang benar dapat meminimalkan risiko tersebut.

Tips bagi Petugas Laboratorium dan Tenaga Kesehatan

Untuk meningkatkan keberhasilan prosedur AGD:

  • Pilih arteri radialis sebagai lokasi utama bila tidak ada kontraindikasi.

  • Lakukan Allen Test sebelum pungsi arteri radialis.

  • Terapkan teknik aseptik secara ketat.

  • Gunakan alat yang sesuai.

  • Hindari gelembung udara pada sampel.

  • Dokumentasikan lokasi pungsi dan kondisi pasien.

  • Lakukan observasi setelah tindakan untuk mendeteksi komplikasi dini.

Lokasi pengambilan AGD memiliki peran penting dalam keberhasilan pemeriksaan Analisa Gas Darah. 

Arteri radialis merupakan pilihan pertama karena lebih aman, mudah diakses, dan memiliki sirkulasi kolateral yang baik. 

Jika akses tersebut tidak memungkinkan, arteri brakialis atau arteri femoralis dapat dipertimbangkan sesuai kondisi klinis pasien dan kompetensi petugas.

Dengan memahami karakteristik setiap lokasi, menerapkan teknik yang benar, serta mengikuti prosedur keselamatan pasien, tenaga kesehatan dapat memperoleh spesimen berkualitas tinggi sehingga hasil AGD menjadi lebih akurat dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan klinis.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui channel Telegram, Facebook, Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.




Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment