Clue Cell Adalah? Kenali Ciri, Penyebab, dan Perannya dalam Diagnosis Bacterial Vaginosis

Table of Contents

 

Clue Cell Adalah? Kenali Ciri, Penyebab, dan Perannya dalam Diagnosis Bacterial Vaginosis


INFOLABMED.COM – Dalam pemeriksaan mikroskopis sekret vagina, tenaga laboratorium sering menemukan istilah clue cell

Temuan ini menjadi salah satu indikator penting dalam membantu diagnosis bacterial vaginosis (BV), yaitu kondisi ketika keseimbangan mikrobiota normal vagina terganggu akibat pertumbuhan bakteri anaerob secara berlebihan.

Meski sering ditemukan pada pemeriksaan laboratorium mikrobiologi, tidak semua masyarakat memahami apa sebenarnya clue cell, bagaimana terbentuk, serta mengapa keberadaannya penting dalam interpretasi hasil pemeriksaan.

Apa Itu Clue Cell?

Clue cell adalah sel epitel skuamosa vagina yang permukaannya tertutup oleh sejumlah besar bakteri kecil sehingga batas tepi sel tampak kabur atau tidak jelas ketika diamati di bawah mikroskop.

Normalnya, tepi sel epitel terlihat jelas dan halus. Namun pada clue cell, permukaan sel dipenuhi bakteri yang menempel sehingga memberikan tampilan seperti bergranula atau berbintik-bintik.

Keberadaan clue cell merupakan salah satu tanda khas bacterial vaginosis.

Bagaimana Clue Cell Terbentuk?

Pada kondisi normal, vagina didominasi oleh bakteri Lactobacillus spp. yang membantu mempertahankan pH asam sehingga menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Ketika jumlah Lactobacillus menurun, berbagai bakteri anaerob dapat berkembang secara berlebihan, seperti:

  • Gardnerella vaginalis

  • Prevotella spp.

  • Mobiluncus spp.

  • Atopobium vaginae

  • Bacteroides spp.

Bakteri-bakteri tersebut menempel pada permukaan sel epitel vagina hingga membentuk gambaran clue cell.

Ciri Mikroskopis Clue Cell

Pada pemeriksaan sediaan basah (wet mount) maupun pewarnaan Gram, clue cell memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Sel epitel skuamosa masih dapat dikenali.

  • Tepi sel tampak tidak jelas atau bergerigi.

  • Permukaan sel dipenuhi kokobasil kecil.

  • Detail inti sel masih dapat diamati.

  • Latar belakang preparat biasanya menunjukkan berkurangnya jumlah Lactobacillus.

Pengamatan ini memerlukan ketelitian petugas laboratorium agar tidak tertukar dengan artefak atau debris.

Hubungan Clue Cell dengan Bacterial Vaginosis

Keberadaan clue cell merupakan salah satu kriteria diagnostik bacterial vaginosis yang dikenal sebagai Kriteria Amsel.

Diagnosis BV dapat ditegakkan apabila memenuhi minimal tiga dari empat kriteria berikut:

  • Sekret vagina homogen berwarna putih keabu-abuan.

  • pH vagina lebih dari 4,5.

  • Hasil whiff test positif (bau amis setelah ditambahkan KOH).

  • Ditemukan clue cell pada pemeriksaan mikroskopis.

Selain Kriteria Amsel, laboratorium juga dapat menggunakan Skor Nugent, yaitu sistem penilaian berdasarkan hasil pewarnaan Gram terhadap komposisi bakteri pada vagina.

Apakah Clue Cell Selalu Berarti Infeksi Menular Seksual?

Tidak.

Bacterial vaginosis bukan termasuk infeksi menular seksual (IMS), meskipun aktivitas seksual dapat meningkatkan risikonya.

BV terjadi akibat ketidakseimbangan flora normal vagina (vaginal dysbiosis), bukan karena satu bakteri patogen tertentu yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Namun, BV diketahui dapat meningkatkan risiko tertular maupun menularkan beberapa infeksi menular seksual apabila tidak ditangani.

Gejala yang Sering Menyertai

Tidak semua wanita dengan clue cell mengalami keluhan. Namun beberapa gejala yang sering ditemukan antara lain:

  • Keputihan berwarna putih atau abu-abu.

  • Bau amis yang lebih terasa setelah berhubungan seksual.

  • Ketidaknyamanan pada area vagina.

  • Kadang disertai rasa gatal ringan.

Sebagian kasus bahkan ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan laboratorium rutin.

Peran Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting untuk membantu memastikan diagnosis bacterial vaginosis.

Beberapa metode yang digunakan meliputi:

  • Pemeriksaan sediaan basah (wet mount).

  • Pewarnaan Gram.

  • Penilaian Skor Nugent.

  • Pemeriksaan pH vagina.

  • Whiff test menggunakan larutan KOH 10%.

Kombinasi hasil pemeriksaan klinis dan laboratorium memberikan akurasi diagnosis yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan gejala.

Peran ATLM dalam Identifikasi Clue Cell

Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki tanggung jawab penting dalam proses identifikasi clue cell, antara lain:

  • Menyiapkan spesimen dengan benar.

  • Membuat preparat yang berkualitas.

  • Mengidentifikasi gambaran mikroskopis secara akurat.

  • Membedakan clue cell dengan artefak atau sel epitel normal.

  • Melaporkan hasil sesuai standar operasional laboratorium.

Ketelitian ATLM sangat menentukan kualitas hasil pemeriksaan mikrobiologi.

Apakah Clue Cell Memerlukan Pengobatan?

Clue cell sendiri bukan penyakit, melainkan temuan laboratorium yang menunjukkan kemungkinan adanya bacterial vaginosis.

Keputusan terapi tetap berada di tangan dokter setelah mempertimbangkan:

  • Gejala klinis.

  • Hasil pemeriksaan laboratorium.

  • Kondisi pasien, termasuk kehamilan.

  • Faktor risiko lainnya.

Oleh karena itu, hasil laboratorium tidak boleh diinterpretasikan secara terpisah tanpa evaluasi klinis.

Clue cell adalah sel epitel vagina yang permukaannya tertutup bakteri sehingga tepi sel tampak kabur saat pemeriksaan mikroskopis. 

Temuan ini merupakan salah satu indikator penting dalam diagnosis bacterial vaginosis dan termasuk dalam Kriteria Amsel.

Pemeriksaan clue cell harus dilakukan oleh tenaga laboratorium yang kompeten dengan prosedur yang sesuai agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat membantu dokter dalam menentukan diagnosis serta tata laksana pasien.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui channel Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website Infolabmed.com melalui Donasi via DANA.




Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment