Cara Menghitung Leukosit Manual: Panduan Lengkap dengan Rumus, Prosedur, dan Interpretasi Hasil
INFOLABMED.COM - Pemeriksaan hitung leukosit manual merupakan salah satu metode dasar dalam laboratorium hematologi yang masih digunakan hingga saat ini, terutama sebagai metode cadangan (backup), verifikasi hasil hematology analyzer, kegiatan pendidikan, maupun pada laboratorium dengan fasilitas terbatas.
Meskipun sebagian besar laboratorium telah menggunakan analyzer otomatis, kemampuan melakukan cara menghitung leukosit manual tetap menjadi kompetensi penting bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).
Metode ini dilakukan menggunakan kamar hitung Improved Neubauer dengan bantuan larutan Turk untuk melisiskan eritrosit sehingga leukosit dapat terlihat dan dihitung secara mikroskopis.
Apa Itu Hitung Leukosit Manual?
Hitung leukosit manual adalah metode untuk menentukan jumlah total sel darah putih (White Blood Cell/WBC) dalam darah menggunakan pengenceran tertentu, kemudian menghitung jumlah sel pada kamar hitung Neubauer di bawah mikroskop.
Metode ini digunakan untuk:
Verifikasi hasil hematology analyzer.
Pemeriksaan ketika analyzer mengalami gangguan.
Pemeriksaan pada laboratorium pendidikan.
Quality control internal.
Konfirmasi hasil yang memiliki flag abnormal pada analyzer.
Prinsip Pemeriksaan
Prinsip pemeriksaan didasarkan pada pengenceran darah menggunakan larutan Turk, yang memiliki fungsi:
Melisiskan eritrosit sehingga tidak mengganggu pengamatan.
Mewarnai inti leukosit agar lebih mudah dikenali.
Mempermudah identifikasi dan perhitungan sel darah putih.
Setelah darah diencerkan, suspensi dimasukkan ke dalam kamar hitung Improved Neubauer dan jumlah leukosit dihitung pada area tertentu menggunakan mikroskop.
Alat dan Bahan
Alat
Mikroskop cahaya
Kamar hitung Improved Neubauer
Cover glass khusus Neubauer
Pipet leukosit atau mikropipet
Tabung reaksi
Timer
Bahan
Darah EDTA
Larutan Turk
Tisu bebas serat
Alkohol 70% (bila diperlukan)
Fungsi Larutan Turk
Larutan Turk merupakan reagen yang paling umum digunakan dalam pemeriksaan leukosit manual.
Fungsinya meliputi:
Menghancurkan eritrosit.
Mempertahankan leukosit tetap utuh.
Memberikan warna pada inti leukosit sehingga lebih mudah diamati.
Menghasilkan lapangan pandang yang lebih jelas.
Prosedur Hitung Leukosit Manual
1. Persiapan Sampel
Gunakan darah EDTA yang masih homogen dan belum mengalami pembekuan.
Homogenkan tabung dengan membolak-balik perlahan sebanyak 8–10 kali sebelum dilakukan pengambilan sampel.
2. Pengenceran Sampel
Campurkan darah dengan larutan Turk menggunakan perbandingan pengenceran sesuai prosedur laboratorium (misalnya 1:20).
Homogenkan larutan secara perlahan agar sel tersebar merata.
3. Pengisian Kamar Hitung
Bersihkan Neubauer dan cover glass.
Pasang cover glass hingga terbentuk Newton ring.
Isi kamar hitung melalui tepi cover glass menggunakan kapilaritas.
Hindari terbentuknya gelembung udara atau pengisian yang berlebihan.
Diamkan sekitar 2–3 menit agar leukosit mengendap sebelum dilakukan pengamatan.
4. Pengamatan Mikroskop
Amati menggunakan objektif 10× terlebih dahulu untuk memastikan distribusi sel merata.
Selanjutnya lakukan perhitungan dengan objektif 40×.
Leukosit dihitung pada empat kotak besar di sudut kamar hitung Improved Neubauer.
Rumus Menghitung Leukosit Manual
Apabila digunakan:
Pengenceran = 1 : 20
Luas area hitung = 4 mm²
Kedalaman kamar hitung = 0,1 mm
Maka volume yang dihitung adalah:
4 × 0,1 = 0,4 mm³
Sehingga rumus yang digunakan:
Jumlah leukosit (/µL) = Jumlah sel yang dihitung × 50
Contoh Perhitungan
Jumlah leukosit yang ditemukan pada empat kotak besar = 136 sel
Maka:
136 × 50 = 6.800 sel/µL
Hasil tersebut masih berada dalam kisaran nilai normal leukosit dewasa.
Nilai Normal Leukosit
Secara umum, nilai rujukan leukosit pada orang dewasa adalah:
| Kelompok | Nilai Normal |
|---|---|
| Dewasa | 4.000–10.000 sel/µL |
| Anak | Lebih tinggi dibanding dewasa (bergantung usia) |
| Bayi baru lahir | Dapat mencapai 9.000–30.000 sel/µL |
Setiap laboratorium sebaiknya menggunakan nilai rujukan yang telah divalidasi sesuai metode dan populasi yang dilayani.
Interpretasi Hasil
Leukositosis
Leukosit meningkat dapat ditemukan pada kondisi:
Infeksi bakteri
Inflamasi akut
Trauma
Leukemia
Penggunaan kortikosteroid
Stres fisiologis
Leukopenia
Leukosit rendah dapat terjadi pada:
Infeksi virus tertentu
Gangguan sumsum tulang
Kemoterapi
Penyakit autoimun
Efek samping obat tertentu
Interpretasi hasil harus selalu dikaitkan dengan kondisi klinis pasien serta pemeriksaan laboratorium lainnya.
Faktor yang Memengaruhi Akurasi Perhitungan
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hasil tidak akurat antara lain:
Pengenceran yang tidak tepat.
Kamar hitung kotor.
Cover glass tidak terpasang sempurna.
Pengisian kamar hitung terlalu penuh atau terlalu sedikit.
Distribusi sel tidak merata.
Sampel membeku.
Darah tidak dihomogenkan sebelum pemeriksaan.
Kesalahan identifikasi sel oleh pemeriksa.
Oleh karena itu, ketelitian operator sangat menentukan kualitas hasil pemeriksaan manual.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Manual
Kelebihan
Tidak memerlukan analyzer otomatis.
Biaya relatif rendah.
Dapat digunakan sebagai metode verifikasi.
Bermanfaat pada laboratorium pendidikan.
Kekurangan
Membutuhkan waktu lebih lama.
Bergantung pada keterampilan pemeriksa.
Variasi antar operator lebih tinggi.
Ketelitian lebih rendah dibanding analyzer modern pada jumlah sampel yang besar.
Peran ATLM dalam Pemeriksaan Leukosit Manual
Ahli Teknologi Laboratorium Medik memiliki peran penting dalam memastikan hasil hitung leukosit manual tetap akurat.
Hal ini meliputi pemilihan spesimen yang sesuai, pengenceran yang benar, penggunaan kamar hitung yang bersih, penghitungan secara sistematis, serta dokumentasi hasil sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Kompetensi ini tetap relevan sebagai bagian dari pengendalian mutu laboratorium dan verifikasi hasil hematologi.
Cara menghitung leukosit manual masih menjadi keterampilan fundamental dalam laboratorium klinik.
Dengan menggunakan kamar hitung Improved Neubauer dan larutan Turk, jumlah leukosit dapat dihitung secara akurat apabila prosedur dilakukan dengan benar.
Pemahaman mengenai prinsip pemeriksaan, teknik pengenceran, rumus perhitungan, serta interpretasi hasil sangat penting untuk mendukung diagnosis dan memastikan mutu pelayanan laboratorium.

Post a Comment