Accepted Sample dan Rejected Sample: Panduan Lengkap Kriteria Penerimaan Sampel Laboratorium

Table of Contents

  

Accepted Sample dan Rejected Sample: Panduan Lengkap Kriteria Penerimaan Sampel Laboratorium


INFOLABMED.COM – Keberhasilan suatu pemeriksaan laboratorium tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat atau metode analisis yang digunakan. 

Salah satu faktor paling penting justru berada pada tahap pra-analitik, yaitu kualitas spesimen yang diterima oleh laboratorium. 

Sampel yang tidak memenuhi persyaratan dapat menghasilkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat, sehingga berpotensi memengaruhi keputusan klinis dan keselamatan pasien.

Dalam praktik sehari-hari, laboratorium membedakan spesimen menjadi dua kategori utama, yaitu accepted sample (sampel yang diterima) dan rejected sample (sampel yang ditolak). 

Memahami perbedaan keduanya merupakan kompetensi penting bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), petugas flebotomi, perawat, maupun tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam proses pengambilan dan pengiriman spesimen.

Apa Itu Accepted Sample?

Accepted sample adalah spesimen yang memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sehingga layak diproses untuk pemeriksaan laboratorium.

Sampel yang diterima harus mampu merepresentasikan kondisi biologis pasien secara akurat dan sesuai dengan persyaratan metode pemeriksaan yang diminta.

Secara umum, accepted sample memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Identitas pasien lengkap dan sesuai.

  • Jenis spesimen sesuai dengan permintaan pemeriksaan.

  • Volume spesimen mencukupi.

  • Menggunakan tabung atau wadah yang benar.

  • Tidak mengalami hemolisis yang dapat memengaruhi hasil.

  • Tidak terjadi pembekuan pada sampel yang memerlukan antikoagulan.

  • Pengiriman sesuai waktu dan suhu yang dipersyaratkan.

  • Tidak terdapat kebocoran atau kerusakan wadah.

  • Label spesimen jelas dan mudah dibaca.

Accepted sample memberikan dasar yang kuat bagi laboratorium untuk menghasilkan hasil pemeriksaan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apa Itu Rejected Sample?

Rejected sample adalah spesimen yang tidak memenuhi persyaratan penerimaan laboratorium sehingga tidak dapat diproses atau harus dilakukan pengambilan ulang.

Penolakan spesimen dilakukan bukan untuk mempersulit pelayanan, melainkan untuk mencegah keluarnya hasil pemeriksaan yang berpotensi menyesatkan dan membahayakan pasien.

Setiap laboratorium biasanya memiliki kebijakan penolakan spesimen yang mengacu pada SOP, standar mutu, dan persyaratan akreditasi seperti ISO 15189.

Alasan Umum Rejected Sample

Berikut merupakan beberapa penyebab paling sering ditemukannya rejected sample.

1. Identitas Pasien Tidak Sesuai

Kesalahan identifikasi merupakan salah satu penyebab paling serius dalam laboratorium.

Contohnya:

  • Tidak terdapat label.

  • Label tertukar.

  • Nama pasien tidak sesuai.

  • Nomor rekam medis berbeda.

  • Tanggal lahir tidak cocok.

Kesalahan identitas dapat menyebabkan hasil pemeriksaan diberikan kepada pasien yang salah.

2. Volume Sampel Tidak Mencukupi

Jumlah spesimen yang terlalu sedikit (Quantity Not Sufficient/QNS) dapat menyebabkan pemeriksaan tidak dapat dilakukan atau menghasilkan hasil yang tidak valid.

Hal ini terutama penting pada pemeriksaan yang memerlukan rasio darah dan antikoagulan tertentu, seperti pemeriksaan koagulasi menggunakan tabung natrium sitrat.

3. Hemolisis

Hemolisis terjadi ketika sel darah merah pecah sehingga komponen intraseluler keluar ke dalam plasma atau serum.

Hemolisis dapat menyebabkan hasil beberapa parameter menjadi tidak akurat, misalnya:

  • Kalium.

  • LDH.

  • AST.

  • Magnesium.

  • Fosfat.

Hemolisis merupakan salah satu alasan penolakan spesimen yang paling sering ditemukan.

4. Sampel Menggumpal

Sampel EDTA atau tabung antikoagulan lainnya yang mengalami pembekuan biasanya tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan hematologi karena dapat menghasilkan nilai yang tidak representatif.

Penyebabnya antara lain:

  • Pencampuran tabung yang kurang baik.

  • Pengisian tabung yang tidak sesuai.

  • Keterlambatan mencampurkan darah dengan antikoagulan.

5. Tabung atau Wadah Tidak Sesuai

Kesalahan penggunaan tabung dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.

Contohnya:

  • Menggunakan tabung EDTA untuk pemeriksaan kimia klinik tertentu.

  • Salah jenis antikoagulan.

  • Menggunakan wadah urin yang tidak steril untuk pemeriksaan kultur.

6. Transportasi Sampel Tidak Sesuai

Beberapa spesimen memerlukan kondisi penyimpanan tertentu.

Misalnya:

  • Tidak segera dikirim ke laboratorium.

  • Terpapar suhu tinggi.

  • Tidak menggunakan media transport yang sesuai.

  • Terjadi kebocoran selama pengiriman.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan degradasi analit sebelum diperiksa.

7. Kontaminasi Sampel

Kontaminasi dapat berasal dari:

  • Cairan infus.

  • Alkohol yang belum kering saat pungsi.

  • Bakteri dari lingkungan.

  • Antikoagulan yang terbawa dari tabung lain.

Kontaminasi berpotensi menghasilkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat.

Dampak Rejected Sample

Penolakan spesimen dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, antara lain:

  • Pengambilan darah ulang.

  • Keterlambatan diagnosis.

  • Keterlambatan terapi.

  • Ketidaknyamanan pasien.

  • Meningkatkan biaya pelayanan.

  • Menurunkan efisiensi laboratorium.

  • Memengaruhi indikator mutu laboratorium.

Karena itu, angka rejected sample sering dijadikan salah satu Quality Indicator (QI) dalam evaluasi mutu laboratorium.

Cara Mengurangi Rejected Sample

Laboratorium dapat menerapkan berbagai strategi untuk menekan angka penolakan spesimen, seperti:

  • Melakukan identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas.

  • Mengikuti prosedur flebotomi sesuai standar.

  • Menggunakan tabung yang tepat sesuai jenis pemeriksaan.

  • Memastikan volume spesimen mencukupi.

  • Melakukan pencampuran tabung sesuai rekomendasi.

  • Mengirim spesimen sesuai persyaratan waktu dan suhu.

  • Memberikan pelatihan berkala kepada petugas.

  • Melakukan audit fase pra-analitik secara rutin.

Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan mutu hasil pemeriksaan, tetapi juga mengurangi kebutuhan pengambilan ulang sampel.

Peran ATLM dalam Menjamin Accepted Sample

Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam memastikan hanya spesimen yang memenuhi persyaratan yang diproses.

Tanggung jawab ATLM meliputi:

  • Melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi spesimen.

  • Memverifikasi identitas pasien.

  • Menilai kecukupan volume sampel.

  • Mengevaluasi kualitas spesimen (hemolisis, lipemia, ikterus, pembekuan).

  • Mendokumentasikan alasan penolakan spesimen.

  • Berkomunikasi dengan unit pengirim apabila diperlukan pengambilan ulang.

Penerapan prosedur yang konsisten akan membantu menjaga mutu laboratorium dan keselamatan pasien.

Hubungan Accepted Sample dengan ISO 15189

Standar ISO 15189:2022 menekankan bahwa laboratorium harus memiliki prosedur terdokumentasi mengenai kriteria penerimaan dan penolakan spesimen. 

Setiap keputusan untuk menerima atau menolak sampel harus berdasarkan pertimbangan ilmiah, terdokumentasi dengan baik, serta dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan.

Selain itu, laboratorium juga diharapkan memantau tren rejected sample sebagai bagian dari indikator mutu untuk mendukung perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Accepted sample dan rejected sample merupakan konsep penting dalam sistem manajemen mutu laboratorium. 

Accepted sample adalah spesimen yang memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis sehingga layak diperiksa, sedangkan rejected sample adalah spesimen yang tidak memenuhi kriteria dan berpotensi menghasilkan hasil yang tidak akurat.

Dengan memahami kriteria penerimaan dan penolakan spesimen, menerapkan prosedur pra-analitik yang benar, serta melakukan evaluasi mutu secara berkala, laboratorium dapat meningkatkan keandalan hasil pemeriksaan, mengurangi angka pengambilan ulang sampel, dan mendukung keselamatan pasien secara optimal.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui channel Telegram, Facebook, Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment