Corneal Scraping: Prosedur Kunci Diagnosis Infeksi Kornea dari Ulkus Hingga Keratitis

Table of Contents

Corneal Scraping: Prosedur Kunci Diagnosis Infeksi Kornea dari Ulkus Hingga Keratitis


INFOLABMED.COM - Corneal scraping (atau corneal scrape) adalah prosedur pengambilan sampel sel dari permukaan kornea untuk mendiagnosis infeksi yang menyebabkan keratitis atau ulkus kornea . Prosedur ini sangat penting karena infeksi kornea merupakan salah satu penyebab kebutaan utama di dunia, dengan insiden bervariasi antara 2,5 hingga 799 per 100.000 penduduk per tahun tergantung wilayah geografis . Identifikasi cepat melalui corneal scraping memungkinkan terapi antibiotik yang tepat sebelum kerusakan kornea permanen terjadi .

Artikel ini akan membahas indikasi, langkah-langkah prosedur, alat yang digunakan, serta interpretasi hasil corneal scraping.

Indikasi Corneal Scraping

Corneal scraping dilakukan ketika dicurigai adanya infeksi kornea, terutama pada kasus ulkus kornea atau keratitis yang tidak merespon terapi awal . Beberapa indikasi spesifik meliputi:

IndikasiDeskripsi
Ulkus kornea sentral atau vision-threateningUlkus yang mengancam penglihatan
Keratitis yang tidak merespon terapi empirisInfeksi yang persisten setelah 48-72 jam pengobatan
Kecurigaan infeksi jamur atau AcanthamoebaPasien dengan riwayat trauma bahan organik atau pengguna lensa kontak dengan higiene buruk
Ulkus dengan infiltrat besar atau hipopionTanda infeksi berat yang memerlukan identifikasi patogen segera

Prosedur Corneal Scraping: Langkah Demi Langkah

Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter spesialis mata (okulist) di bawah slit lamp biomikroskop .

1. Persiapan Pasien

LangkahKeterangan
Penjelasan prosedurPasien dijelaskan tujuan dan risiko prosedur
Posisi pasienPasien diposisikan nyaman di depan slit lamp
Anestesi topikalTetes anestesi tanpa pengawet diberikan untuk menghilangkan rasa sakit
Instruksi membuka mataPasien diminta menjaga kedua mata tetap terbuka selama prosedur

2. Alat dan Bahan

Beberapa alat yang umum digunakan untuk corneal scraping:

AlatKelebihanKekurangan
26-gauge needleMurah, mudah didapat, sekali pakai, dan steril-
Kimura spatulaEfektif namun memerlukan sterilisasi ulangTidak sekali pakai, membutuhkan unit sterilisasi

Sebuah studi perbandingan acak terkontrol menunjukkan bahwa jarum 26-gauge sama efektif dan amannya dengan Kimura spatula, namun lebih unggul dalam hal biaya, ketersediaan, dan sifat sekali pakai .

3. Langkah Pengambilan Sampel

LangkahDeskripsi
Pengambilan sampelDengan alat steril, kerok dasar ulkus dan tepi infiltrat dengan tekanan lembut untuk mendapatkan material yang representatif. Untuk ulkus dalam, hindari tekanan berlebihan untuk mencegah perforasi .
Pengambilan dari area berbedaJika dicurigai infeksi jamur atau Acanthamoeba, sampel harus diambil dari lapisan stroma yang lebih dalam .
Inokulasi mediaMaterial yang dikerok dioleskan pada kaca objek (untuk pewarnaan) dan diinokulasi ke media kultur. Gunakan jarum/alat yang berbeda untuk setiap sampel untuk menghindari kontaminasi silang .

4. Spesimen dan Media Kultur

Sampel diinokulasi ke media kultur sesuai urutan :

MediaFungsi
Kaca objek untuk pewarnaan Gram dan pewarnaan alternatifPemeriksaan mikroskopis awal
Blood agar (HBA) dan Chocolate agarKultur bakteri aerob
Sabouraud agarKultur jamur
Non-nutrient agar dengan E. coliKultur Acanthamoeba
Thioglycollate broth atau Brain Heart Infusion (BHI)Kultur cair untuk bakteri anaerob/fakultatif

5. Setelah Prosedur

Setelah pengambilan sampel, ukur defek epitel kornea dan segera mulai pengobatan topikal yang tepat . Semua spesimen harus diberi label yang jelas dengan nama pasien dan lokasi sampel sebelum dikirim ke laboratorium mikrobiologi .

Hasil dan Interpretasi

1. Pewarnaan Gram

Hasil pewarnaan Gram dari sediaan kornea dapat memberikan petunjuk awal:

Temuan MikroskopisKemungkinan Patogen
Kokus Gram positifStaphylococcus, Streptococcus
Basilus Gram negatifPseudomonas aeruginosa, Klebsiella
Ragi atau pseudohifaCandida spp.
Hifa bersekat/hifa tidak bersekatJamur filamen (Fusarium, Aspergillus)

2. Pola dan Sensitivitas Patogen

Berdasarkan studi retrospektif dari 3.470 sampel kornea di Peru:

PatogenProporsiTemuan Sensitivitas
Staphylococcus epidermidis51.9% dari isolat<60% sensitif terhadap Oksasilin, Sefazolin, Moksifloksasin, dan Gentamisin; >90% sensitif terhadap Gatifloksasin
Pseudomonas aeruginosa8.5%<80% sensitif terhadap Imipenem
Staphylococcus aureus8.5%-

Studi lain di Inggris menunjukkan bahwa monoterapi fluorokuinolon masih merupakan pengobatan lini pertama yang tepat untuk sebagian besar isolat .

Kesimpulan

Corneal scraping adalah prosedur esensial dalam diagnosis infeksi kornea yang mengancam penglihatan. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel dari dasar dan tepi ulkus menggunakan jarum 26-gauge atau Kimura spatula, kemudian diinokulasi ke media kultur dan preparat untuk pewarnaan Gram. Identifikasi cepat patogen—bakteri (terutama S. epidermidis dan P. aeruginosa) atau jamur—memungkinkan terapi antibiotik atau antijamur yang tepat sasaran, mencegah kerusakan kornea permanen dan kebutaan .

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment