Siderophages (Hemosiderin-Laden Macrophages): Penanda Kritis Perdarahan Alveolar Difus dan Iron Overload
INFOLABMED.COM - Siderophages (hemosiderin-laden macrophages) adalah makrofag yang telah memfagositosis eritrosit (sel darah merah) kemudian mencerna hemoglobin dan menyimpannya sebagai hemosiderin (protein penyimpan besi). Hemosiderin tampak sebagai granula coklat keemasan pada pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE) dan granula biru Prusia pada pewarnaan Perls' Prussian Blue (pewarnaan besi). Siderophages bukanlah temuan normal – keberadaannya selalu mengindikasikan perdarahan kronik yang berlangsung minimal 48-72 jam, atau iron overload sistemik (akumulasi besi di jaringan akibat transfusi berulang atau gangguan metabolisme besi). Spesimen yang paling sering ditemukan siderophages adalah: bilas bronkoalveolar (BAL) / sputum (untuk diagnosis perdarahan alveolar difus), cairan serebrospinal (CSF) (perdarahan subarachnoid lama), cairan pleura (hemothorax kronik), dan biopsi sumsum tulang / limpa / hati (iron overload).
Artikel ini akan membahas identifikasi, interpretasi klinis (Golde score pada BAL), serta diagnosis banding siderophages.
Apa Itu Siderophages?
| Parameter | Deskripsi |
|---|---|
| Nama lain | Hemosiderin-laden macrophages, heart failure cells (pada alveoli paru akibat gagal jantung kongestif kronik) |
| Asal | Makrofag alveolar (paru), makrofag jaringan ikat, atau makrofag di sistem saraf pusat (mikroglia) yang memakan eritrosit dari perdarahan |
| Proses pembentukan | Eritrosit keluar dari pembuluh darah (perdarahan) → difagositosis oleh makrofag → hemoglobin dipecah di lisosom → heme diubah menjadi biliverdin, lalu menjadi bilirubin, dan besi (Fe3+) disimpan sebagai hemosiderin |
| Lokasi umum ditemukan | - Bilas bronkoalveolar (BAL) / sputum (alveoli) - Cairan serebrospinal (CSF) - Cairan pleura / peritoneum - Sumsum tulang, limpa, hati |
| Waktu muncul setelah perdarahan | Minimal 48-72 jam (biasanya 5-7 hari untuk akumulasi signifikan); bertahan hingga beberapa minggu |
Identifikasi Mikroskopis: Pewarnaan HE vs Perls' Prussian Blue
| Metode | Penampakan Siderophage | Kelebihan / Kekurangan |
|---|---|---|
| Pewarnaan HE (rutin) | Granula coklat keemasan hingga coklat tua di sitoplasma makrofag (ukuran granula bervariasi, kasar atau halus) | Mudah, cepat, tetapi tidak spesifik (pigmen lain seperti melanin, lipofuscin, atau formalin pigment dapat mirip) |
| Pewarnaan Perls' Prussian Blue | Granula biru terang hingga biru tua (Prussian blue) di sitoplasma makrofag | Spesifik untuk besi (hemosiderin) – gold standard untuk konfirmasi. Pigmen lain tidak terwarnai biru. |
Interpretasi Mikroskopis Siderophage di Pewarnaan HE:
HE:
- Cari makrofag besar (20-40 µm) dengan sitoplasma berisi butiran (granular) coklat keemasan yang tidak teratur.
- Nukleus makrofag (biasanya bulat/oval) terdesak ke pinggir atau terlihat di antara granula.
- Jangan tertukar dengan melanin (pada melanoma) atau lipofuscin (pigmen penuaan) – melanin berwarna coklat-hitam dan lebih halus; lipofuscin berwarna kuning-coklat dan biasanya di sel hati atau neuron. Perls' Prussian Blue akan membedakan (hemosiderin positif biru, melanin/lipofuscin tidak berwarna).
Penyebab Terbentuknya Siderophages (Interpretasi Klinis)
| Kategori | Kondisi / Penyakit | Lokasi Siderophage | Mekanisme |
|---|---|---|---|
| Perdarahan alveolar difus (pulmonary hemorrhage) | Goodpasture syndrome (anti-GBM antibody) | BAL / sputum | Perdarahan alveoli berulang → makrofag alveolar memakan eritrosit → siderophage |
| Idiopathic pulmonary hemosiderosis (IPH) | BAL / sputum | Perdarahan alveoli idiopatik (anak-anak) | |
| Vaskulitis ANCA-associated (GPA, MPA, EGPA) | BAL / sputum | Vaskulitis kapiler paru | |
| Mitral stenosis (penyakit jantung katup mitral) | BAL / sputum | Peningkatan tekanan atrium kiri → kongesti pasif → eritrosit "diapedesis" ke alveoli → heart failure cells (siderophage klasik) | |
| Gagal jantung kiri kronik (CHF) | BAL / sputum | Sama seperti mitral stenosis | |
| Koagulopati atau terapi antikoagulan berlebihan | BAL / sputum | Perdarahan iatrogenik | |
| Perdarahan SSP | Perdarahan subarachnoid lama (ruptur aneurisma) | CSF | Sel mikrobia (makrofag SSP) memakan eritrosit di ruang subarachnoid → siderophage (muncul >5-7 hari) |
| Pungsi lumbal traumatik (jika diulang beberapa hari) | CSF | Sangat jarang | |
| Hemothorax / efusi pleura hemoragik | Trauma toraks, keganasan (mesothelioma), infark paru | Cairan pleura | Siderophage di pleura setelah perdarahan kronik |
| Iron overload sistemik | Transfusi darah berulang (thalassemia, sickle cell, MDS) | Sumsum tulang, limpa, hati | Kelebihan besi dari darah transfusi disimpan di makrofag sumsum tulang, limpa, hati (hemosiderosis sekunder) |
| Hemokromatosis herediter (HFE mutation) | Hati, pankreas, jantung, sumsum tulang (berbeda: besi di parenkim, bukan makrofag) | Pada hemokromatosis, besi terutama di hepatosit, bukan di siderophage (kecuali pada transfusional iron overload) |
Siderophages pada Bilas Bronkoalveolar (BAL): Golde Score
Pada BAL, persentase siderophage terhadap total makrofag dihitung untuk menentukan derajat perdarahan alveolar. Ini disebut Golde score atau Perls score.
Prosedur:
- Sentrifus cairan BAL, buat sedimen.
- Buat sediaan apusan atau cytospin.
- Warnai dengan Perls' Prussian Blue (pewarnaan besi).
- Hitung minimal 100-200 makrofag.
- Hitung persentase makrofag yang mengandung granula biru (siderophage).
| Golde Score | % Siderophage (dari total makrofag) | Interpretasi Klinis |
|---|---|---|
| 0 | <1% | Normal (tidak ada perdarahan signifikan) |
| 1 | 1-5% | Perdarahan minimal (bisa artefak / dari prosedur BAL traumatik) |
| 2 | 5-20% | Perdarahan ringan |
| 3 | 20-50% | Perdarahan sedang (curiga perdarahan alveolar difus) |
| 4 | >50% | Perdarahan berat (sangat sugestif perdarahan alveolar difus kronik) |
Cut-off klinis: Skor ≥ 20% (Golde grade 3-4) sangat sugestif untuk perdarahan alveolar difus kronik, bahkan jika pewarnaan HE tidak menunjukkan eritrosit segar.
Kasus Klinis: Siderophage pada BAL
Pasien: Wanita 25 tahun dengan hemoptisis (batuk darah) berulang, anemia, dan penurunan fungsi ginjal (hematuria, proteinuria). Dilakukan BAL.
Hasil BAL: Makrofag >60% dengan pewarnaan Perls positif (granula biru) – Golde score grade 4. Eritrosit segar tidak banyak.
Interpretasi: Perdarahan alveolar difus kronik, kemungkinan Goodpasture syndrome (anti-GBM antibody positive pada serum). Konfirmasi dengan biopsi ginjal (gambaran crescentic glomerulonephritis) dan pemeriksaan anti-GBM. Terapi: plasmapheresis + cyclophosphamide + kortikosteroid.
Siderophages pada Cairan Serebrospinal (CSF)
Pada perdarahan subarachnoid (SAH) karena ruptur aneurisma serebral, siderophage muncul di CSF setelah 5-7 hari dan dapat bertahan selama 2-4 minggu.
| Temuan CSF | Fase Perdarahan | Interpretasi |
|---|---|---|
| Eritrosit segar (banyak) + tidak ada xanthochromia (warna merah segar) | Akut (<12 jam) | Perdarahan baru; bisa dari SAH atau pungsi traumatik |
| Xantokromik (kuning) + eritrosit + siderophage (granula besi) + erythrophage | Subakut (3-14 hari) | Perdarahan subarachnoid sejati (bukan pungsi traumatik). Pungsi traumatik tidak menghasilkan siderophage karena waktu tidak cukup. |
| Xantokromia + siderophage (tanpa eritrosit) | Kronik (>2-3 minggu) | Perdarahan lama; pasien mungkin dengan riwayat SAH minggu lalu |
Peran siderophage di CSF: Membantu membedakan perdarahan subarachnoid sejati dari pungsi lumbal traumatik. Pada pungsi lumbal traumatik, eritrosit yang masuk saat tusukan tidak akan sempat difagositosis dan diubah menjadi siderophage (karena waktu hanya beberapa menit). Jadi keberadaan siderophage di CSF = SAH sejati (sampai terbukti sebaliknya).
Siderophages pada Sumsum Tulang dan Limpa (Iron Overload)
Pada pasien dengan transfusi darah berulang (misal thalassemia mayor, sickle cell anemia, myelodysplastic syndrome), terjadi akumulasi besi di makrofag sumsum tulang, limpa, dan hati (hemosiderosis sekunder, bukan hemokromatosis). Pewarnaan Perls pada aspirat sumsum tulang akan menunjukkan siderophage (makrofag dengan granula biru) dan ring sideroblast (eritroblas dengan granula besi di mitokondria mengelilingi nukleus).
Skoring besi sumsum tulang (Gale score): 0-4+ berdasarkan proporsi makrofag yang mengandung besi.
Diagnosis Banding: Bukan Siderophage (False Positive)
| Temuan | Mirip Siderophage? | Cara Membedakan |
|---|---|---|
| Melanin (pada melanoma) | Granula coklat tua hingga hitam | Perls' Prussian Blue: negatif (tidak biru). Melanin juga di sel melanoma (bukan makrofag) |
| Lipofuscin (pigmen penuaan) | Granula kuning-coklat | Perls negatif. Lipofuscin di sel hati, neuron, atau makrofag di orang tua, tetapi tidak sebesar hemosiderin |
| Formalin pigment (acid formaldehyde hematin) | Granula coklat kehitaman, bentuk "kristal" atau jarum | Perls negatif. Dapat dihilangkan dengan alkohol atau pikrat |
| Bile pigment (bilirubin) | Granula kehijauan (pada sumbatan empedu) | Perls negatif; Hall's stain (bilirubin) positif hijau |
Kesimpulan
Siderophages (hemosiderin-laden macrophages) adalah makrofag yang mengandung granula besi (hemosiderin), terbentuk setelah makrofag memakan eritrosit dari perdarahan yang terjadi minimal 48-72 jam sebelumnya. Identifikasi pasti dilakukan dengan pewarnaan Perls' Prussian Blue (granula biru). Siderophage bukan temuan normal – selalu mengindikasikan:
- Perdarahan alveolar difus (pada BAL / sputum) – hitung Golde score (≥20% siderophage patologis). Penyebab: Goodpasture syndrome, idiopathic pulmonary hemosiderosis, vaskulitis ANCA, mitral stenosis, gagal jantung kiri kronik.
- Perdarahan subarachnoid lama (pada CSF) – konfirmasi SAH sejati, membedakan dari pungsi lumbal traumatik.
- Iron overload sistemik (pada sumsum tulang, limpa, hati) – pada pasien dengan transfusi berulang (thalassemia, sickle cell).
Bagi ATLM, kemampuan mengidentifikasi siderophage di berbagai spesimen sangat penting. Jika ragu, lakukan pewarnaan Perls' Prussian Blue untuk konfirmasi. Laporkan hasil secara deskriptif: "Ditemukan siderophage (makrofag mengandung hemosiderin) pada pemeriksaan sitologi BAL, konsisten dengan perdarahan alveolar kronik" atau "Pewarnaan Perls positif pada makrofag CSF, mendukung perdarahan subarachnoid."
Dengan memahami siderophage, Anda membantu klinisi menegakkan diagnosis perdarahan alveolar difus yang mengancam jiwa (Goodpasture syndrome) atau perdarahan subarachnoid (aneurisma) sebelum kerusakan organ permanen terjadi.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment