Satellitism Test: Metode Sederhana Identifikasi Haemophilus influenzae di Laboratorium Mikrobiologi

Table of Contents

Satellitism Test: Metode Sederhana Identifikasi Haemophilus influenzae di Laboratorium Mikrobiologi


INFOLABMED.COM - Dalam laboratorium mikrobiologi, identifikasi bakteri fastidious (sulit tumbuh) seperti Haemophilus influenzae seringkali memerlukan uji khusus. Salah satu uji paling sederhana, murah, dan efektif adalah Satellitism test. Uji ini memanfaatkan prinsip simbiosis antara H. influenzae dan Staphylococcus aureus: S. aureus menghasilkan faktor V (NAD - nicotinamide adenine dinucleotide) yang diperlukan H. influenzae untuk tumbuh. Koloni H. influenzae akan tumbuh lebih besar di sekitar goresan S. aureus, menyerupai "satelit" yang mengelilingi "planet".

Artikel ini akan membahas prinsip, prosedur, interpretasi, serta kelebihan dan keterbatasan Satellitism test dalam diagnostik rutin.

Dasar Mikrobiologi Haemophilus influenzae

Haemophilus influenzae adalah bakteri Gram negatif, berbentuk kokobasil (coccobacillus), fakultatif anaerob. Nama "Haemophilus" berarti "pencinta darah" (dari bahasa Yunani haima = darah, philos = cinta) karena bakteri ini memerlukan faktor pertumbuhan yang terdapat dalam darah:

FaktorNamaFungsiSumberDiperlukan oleh
Faktor X (hemin)Hemin (zat besi dari hemoglobin)Sintesis sitokrom dan katalaseSel darah merah (hemoglobin)Semua Haemophilus spp.
Faktor V (NAD)Nicotinamide adenine dinucleotideKoenzim dalam reaksi redoks (dehydrogenase)Sel darah merah (dalam sitoplasma) – tetapi tidak tersedia di agar darah biasa karena sel darah merah utuhH. influenzae, H. parainfluenzae (tapi H. parainfluenzae tidak perlu faktor X)

Agar darah biasa (blood agar dengan sel darah merah utuh) tidak cukup untuk pertumbuhan H. influenzae karena faktor V terperangkap di dalam sel darah merah. Diperlukan chocolate agar (agar darah yang dipanaskan) di mana sel darah merah pecah (lisis), melepaskan faktor X dan V ke dalam media.

Prinsip Satellitism Test

Satellitism test didasarkan pada produksi faktor V oleh Staphylococcus aureus (dan beberapa bakteri lain seperti Streptococcus pneumoniae, Neisseria, dan Haemophilus lain). Ketika H. influenzae ditanam berdekatan dengan goresan S. aureus pada media yang miskin faktor V (misal blood agar tanpa tambahan faktor X/V), koloni H. influenzae akan tumbuh lebih besar dan lebih banyak di sekitar S. aureus (zona satelit), sementara koloni yang jauh dari S. aureus tetap kecil atau tidak tumbuh.

Komponen yang dibutuhkan untuk uji:

  • Bakteri uji: Haemophilus influenzae (atau isolat yang dicurigai)
  • Bakteri penghasil faktor V: Staphylococcus aureus (ATCC 25923 atau strain klinis yang diketahui menghasilkan faktor V)
  • Media: Blood agar (bukan chocolate agar) atau Mueller-Hinton agar (tanpa tambahan faktor V)

Catatan: Satellitism test tidak dapat dilakukan di chocolate agar karena media sudah mengandung faktor X dan V lengkap – semua koloni akan tumbuh besar, tidak ada efek satelit.

Prosedur Satellitism Test (Langkah demi Langkah)

Metode 1: Goresan Lurus (Streak)

LangkahDeskripsi
1. Persiapan mediaSiapkan plate blood agar atau Mueller-Hinton agar (jangan chocolate agar).
2. Inokulasi S. aureusGoreskan satu garis lurus Staphylococcus aureus (ATCC 25923 atau strain klinis) di tengah plate (vertikal atau horizontal).
3. Inokulasi H. influenzae ujiGoreskan isolat uji Haemophilus secara tegak lurus terhadap garis S. aureus (dari tepi plate menuju garis S. aureus, tetapi jangan menyentuhnya – beri jarak 1-2 mm). Bisa juga inokulasi beberapa isolat berbeda pada plate yang sama (seperti jari-jari roda).
4. InkubasiInkubasi pada suhu 35-37°C, atmosfer CO2 5-10% (atau dalam candle jar) selama 18-24 jam.
5. InterpretasiAmati pertumbuhan koloni di sekitar garis S. aureus: apakah ada koloni yang lebih besar / lebih banyak (satelit) di dekat S. aureus?

Metode 2: Disk atau Kertas Saring

Alternatif jika tidak ingin menggores S. aureus langsung: gunakan disk kertas saring yang telah ditetesi suspensi S. aureus (atau disk faktor V komersial).

LangkahDeskripsi
1Inokulasi isolat uji Haemophilus secara merata di seluruh permukaan blood agar (seperti spread plate).
2Letakkan disk S. aureus (kertas saring steril yang dicelupkan ke suspensi S. aureus 0.5 McFarland, lalu dikeringkan) di tengah plate.
3Inkubasi 35-37°C, CO2, 18-24 jam.
4Baca: zona pertumbuhan (satelit) di sekitar disk S. aureus menandakan H. influenzae membutuhkan faktor V.

Interpretasi Hasil

Hasil yang DiamatiInterpretasi
Koloni H. influenzae uji tumbuh lebih besar / lebih banyak di dekat S. aureus (dalam jarak 2-5 mm dari goresan)Positif satellitism test → Isolat membutuhkan faktor V (NAD) → Identifikasi sementara: Haemophilus influenzae (atau H. aegyptius, H. haemolyticus)
Koloni H. influenzae tumbuh sama besar / sama banyak di seluruh plate (tidak ada efek satelit)Negatif satellitism test → Isolat tidak membutuhkan faktor V → Kemungkinan: H. parainfluenzae (tidak butuh faktor V) atau H. ducreyi (butuh faktor X saja) atau bukan Haemophilus
Koloni H. influenzae tumbuh sangat kecil atau tidak tumbuh sama sekali di area yang jauh dari S. aureus (hanya tumbuh di sekitar S. aureus)Sangat positif (H. influenzae sangat tergantung pada faktor V)

Gambaran khas: Plate blood agar: goresan S. aureus tumbuh subur (koloni putih krem). Di sekitarnya (1-5 mm dari tepi goresan), koloni H. influenzae tampak seperti "bintik-bintik kecil yang lebih besar daripada koloni di area jauh". Jauh dari goresan S. aureus, koloni H. influenzae sangat kecil (pinpoint) atau tidak ada.

Kontrol Kualitas

KontrolHasil yang DiharapkanInterpretasi jika gagal
Kontrol positif (H. influenzae ATCC 49247)Satellitism test positifUlangi dengan S. aureus segar (produksi faktor V menurun pada kultur tua)
Kontrol negatif (H. parainfluenzae ATCC 33392)Satellitism test negatif (tidak ada satelit)Pastikan media tidak terkontaminasi faktor V (jangan gunakan chocolate agar).
S. aureus (penghasil faktor V)Tumbuh subur, zona satelit di sekitarnya positifGanti S. aureus dengan strain baru yang diketahui menghasilkan faktor V.

Keterbatasan dan Perangkap Satellitism Test

Keterbatasan / PerangkapPenjelasanSolusi
False positive (positif palsu)H. parainfluenzae (tidak butuh faktor V) dapat memberikan satelit positif palsu jika faktor X saja yang dibutuhkan? Tidak mungkin karena blood agar mengandung faktor X (dari sel darah merah utuh). Namun jika S. aureus juga menghasilkan faktor X (tidak), maka tidak masalah. False positive jarang.Selalu sertakan kontrol negatif.
False negative (negatif palsu)- S. aureus yang digunakan tidak memproduksi faktor V (beberapa strain klinis tidak memproduksi).
- Inkubasi terlalu singkat (<18 jam).
- Media terlalu tebal (pertumbuhan terhambat).
- Atmosfer tidak cukup CO2 (H. influenzae tumbuh lebih baik dengan CO2).
Gunakan S. aureus ATCC 25923 (diketahui memproduksi faktor V). Inkubasi 24 jam. Pastikan CO2 5-10%.
Tidak membedakan H. influenzae dari H. haemolyticusH. haemolyticus (hemolitik) juga membutuhkan faktor X dan V – hasil satelit test juga positif.Lakukan uji hemolisis pada agar darah. H. influenzae tidak hemolitik; H. haemolyticus hemolitik (zona bening di sekitar koloni).
Tidak dapat mengidentifikasi H. influenzae tipe b (kapsul)Satellitism test tidak dapat membedakan serotipe.Lakukan uji aglutinasi dengan antisera tipe b untuk H. influenzae tipe b (penyebab meningitis pada anak).

Perbandingan Satellitism Test dengan Metode Lain

MetodePrinsipKelebihanKekurangan
Satellitism testKebutuhan faktor V dengan S. aureus sebagai sumberMurah, mudah, tidak perlu reagen khususKualitatif, tidak membedakan H. influenzae dari H. haemolyticus
Disk faktor X, V, XV (komersial)Disk yang mengandung faktor X, V, dan XV diletakkan di plate; baca zona pertumbuhanDapat membedakan kebutuhan faktor X, V, atau keduanya – lebih spesifikMemerlukan disk komersial (lebih mahal)
PCRDeteksi gen spesifik H. influenzae (misal gen ompP2)Sangat sensitif dan spesifik, cepatMahal, memerlukan thermocycler
MALDI-TOF MSIdentifikasi protein ribosomSangat cepat (10 menit), akurat >99%Alat mahal (tidak semua lab punya)

Efisiensi biaya: Satellitism test adalah pilihan terbaik untuk laboratorium dengan anggaran terbatas. Dengan biaya kurang dari Rp 5.000 per uji (harga agar + S. aureus), Anda dapat mengidentifikasi H. influenzae dengan akurasi yang baik.

Contoh Pelaporan Hasil

Laporan mikrobiologi:

Spesimen: Sputum

Hasil biakan: Tumbuh koloni kecil, tidak hemolitik, Gram negatif kokobasil.

Uji Satellitism test: Positif (tumbuh satelit di sekitar S. aureus pada blood agar).

Identifikasi: Haemophilus influenzae

Uji kepekaan antibiotik (jika diperlukan): (lakukan sesuai CLSI – gunakan media HTM atau chocolate agar + panel antibiotik khusus).

Kasus Klinis: Mengapa Identifikasi H. influenzae Penting?

Kasus: Seorang anak usia 2 tahun datang dengan demam tinggi (39.5°C), kejang, dan kaku kuduk. Dicurigai meningitis bakterial.

CSF (cairan serebrospinal): Jernih (awal), leukosit 500/µL (dominan neutrofil), protein meningkat, glukosa menurun. Pewarnaan Gram CSF: kokobasil Gram negatif.

Biakan CSF di chocolate agar: Tumbuh koloni kecil, tidak hemolitik.

Satellitism test: Positif (tumbuh satelit di sekitar S. aureus).

Identifikasi: Haemophilus influenzae (kemungkinan tipe b).

Kesimpulan: Meningitis bakterial oleh H. influenzae tipe b. Pasien membutuhkan seftriakson (atau kloramfenikol jika alergi) dan deksametason. Kontak dekat (keluarga) memerlukan profilaksis rifampisin.

Pelajaran: Satellitism test yang cepat dan murah memungkinkan identifikasi H. influenzae dalam 24 jam, mempercepat terapi yang tepat.

Kesimpulan

Satellitism test adalah uji sederhana, murah, dan efektif untuk identifikasi Haemophilus influenzae di laboratorium mikrobiologi dengan sumber daya terbatas. Prinsipnya memanfaatkan produksi faktor V oleh Staphylococcus aureus untuk merangsang pertumbuhan H. influenzae di sekitar goresan S. aureus pada blood agar. Hasil positif (pertumbuhan satelit) mengindikasikan isolat membutuhkan faktor V (NAD), yang merupakan karakteristik H. influenzae dan H. haemolyticus (dibedakan dengan uji hemolisis).

Kunci keberhasilan Satellitism test:

  • Gunakan S. aureus ATCC 25923 (produksi faktor V terjamin).
  • Gunakan blood agar (bukan chocolate agar).
  • Inkubasi 35-37°C, CO2 5-10%, 24 jam.
  • Sertakan kontrol positif dan negatif setiap batch.

Dengan penguasaan Satellitism test, laboratorium mikrobiologi Anda dapat mengidentifikasi H. influenzae secara akurat tanpa bergantung pada reagen impor yang mahal. Ini sangat berguna untuk diagnosis meningitis, pneumonia, dan infeksi saluran napas pada anak di Indonesia.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment