Rh Antigen Nomenclature: Fisher-Race vs Wiener vs Rosenfield – Panduan untuk Bank Darah

Table of Contents

Rh Antigen Nomenclature: Fisher-Race vs Wiener vs Rosenfield – Panduan untuk Bank Darah


INFOLABMED.COM - Sistem golongan darah Rh (Rhesus) adalah sistem paling kompleks dan penting kedua setelah ABO dalam transfusi darah dan kehamilan. Namun, Rh antigen nomenclature sering membingungkan karena ada tiga sistem penamaan yang berbeda untuk antigen yang sama:

  1. Fisher-Race (CDE nomenclature) – berbasis genetika (gen yang berbeda).
  2. Wiener (Rh-Hr nomenclature) – berbasis teori satu gen dengan multiple alleles.
  3. Rosenfield (Numeric nomenclature) – berbasis angka (ISBT).

Memahami ketiga nomenklatur ini esensial bagi staf bank darah, residen patologi klinik, dan mahasiswa ATLM untuk membaca literatur, interpretasi hasil fenotipe Rh, serta komunikasi antar laboratorium.

Dasar Genetika Sistem Rh

Sistem Rh dikendalikan oleh dua gen yang berdekatan pada kromosom 1:

  • RHD gene → mengkode antigen D (Rh positif jika ada, Rh negatif jika tidak ada).
  • RHCE gene → mengkode antigen C, c, E, e (dengan alel yang berbeda).

Kombinasi alel dari kedua gen ini menghasilkan berbagai haplotipe (kombinasi antigen yang diwariskan dari satu orang tua).

Tiga Sistem Nomenklatur Rh (Perbandingan)

AntigenFisher-Race (CDE)Wiener (Rh-Hr)Rosenfield (ISBT Numeric)Keterangan
DDRh0RH1Antigen terpenting (penyebab HDP dan reaksi transfusi)
CCrh'RH2
EErh''RH3
cchr'RH4(Huruf kecil: antigen yang berlawanan dengan C)
eehr''RH5(Huruf kecil: antigen yang berlawanan dengan E)
Ce (f)f (Ce)hrRH6Antigen gabungan C dan e (jarang digunakan)
Ce (rG)GNot designatedRH12
CWCWrhW1RH8Varian C (jarang)

Catatan: Wiener menggunakan huruf besar untuk antigen yang memiliki reaktivitas kuat (Rh0, rh', rh'') dan huruf kecil untuk antigen yang reaktivitasnya lebih lemah (hr', hr''). Istilah "Rh0" (Wiener) = antigen D (Fisher-Race).

1. Nomenklatur Fisher-Race (CDE) – Paling Banyak Digunakan

Diusulkan oleh Ronald Fisher dan Robert Race (1940-an). Model ini mengusulkan tiga gen yang berdekatan: C/c, D/d, E/e (bahwa d adalah alel diam pada gen D? tetapi kemudian diketahui tidak ada gen d, hanya tidak adanya D). Namun demikian, nomenklatur ini paling populer karena intuitif.

Penulisan haplotipe (satu kromosom): ditulis dengan urutan C/c, D/d?, E/e (tanpa spasi).
Contoh: CDe (memiliki antigen C, D, e) atau cde (tidak memiliki D, memiliki c dan e).

Fenotipe Rh dari darah seseorang: ditulis berdasarkan antigen yang terdeteksi dengan antisera anti-D, anti-C, anti-c, anti-E, anti-e.
Contoh:

  • D+C+E-c+e+ → berarti D positif, C positif, c positif, E negatif, e positif.
  • D+C-E-c+e+ → Rh positif dengan fenotipe R0 (D, c, e, tidak ada C/E).

Kelemahan: Tidak ada gen d yang sebenarnya, tetapi tetap digunakan secara konvensional.

2. Nomenklatur Wiener (Rh-Hr) – Historis

Diusulkan oleh Alexander Wiener (salah satu penemu sistem Rh). Wiener mengusulkan teori satu gen dengan multiple alleles (setiap alel menghasilkan satu antigen kompleks Rh (aglutinogen) yang terdiri dari beberapa faktor (antigen)).

Aglutinogen WienerTerdiri dari antigen (Fisher-Race)Frekuensi pada populasi Kaukasia
Rh0 (atau Rho)DUmum pada Rh positif
rh'CUmum
rh''ESedang
hr'cSangat umum (80%)
hr''eSangat umum (>95%)

Haplotipe Wiener (huruf + angka): | Haplotipe Wiener | Padanan Fisher-Race | Frekuensi pada Kaukasia (%) | | :--- | :--- | :--- | | R1 (R1) | CDe | 42% | | R2 (R2) | cDE | 14% | | R0 (R0) | cDe | 2% | | Rz (Rz) | CDE | Sangat jarang | | r (r) | cde | 37% | | r' (r') | Cde | 2% | | r'' (r'') | cdE | 1% | | ry (ry) | CdE | Sangat jarang |

Penulisan fenotipe: Jika seseorang memiliki genotipe R1r → berarti dari satu orang tua mendapatkan R1 (CDe) dan dari orang tua lain mendapatkan r (cde). Fenotipe: D+C+E-c+e+.

Kelebihan nomenklatur Wiener: Singkat (hanya 2-3 karakter). Masih digunakan di beberapa literatur lama dan bank darah untuk menuliskan haplotipe (misal R1R2 pada pasien yang akan ditransfusi).

3. Nomenklatur Rosenfield (ISBT Numeric) – Standar Internasional

Diusulkan oleh Rosenfield dan diadopsi oleh International Society of Blood Transfusion (ISBT) untuk standarisasi global. Setiap antigen Rh diberi nomor unik (RH1 hingga RHxx).

ISBT NumberAntigenFisher-RaceWiener
RH1DDRh0
RH2CCrh'
RH3EErh''
RH4cchr'
RH5eehr''
RH6f (Ce)fhr
RH7Ce
RH8CWCWrhW1
RH9CXCX
RH10V (ce)V
RH11EWEW
dst

Fenotipe ditulis sebagai: "RH:1,2,-3,4,5" berarti D+C+E-c+e+. Nomenklatur ini lebih universal dan menghindari kebingungan antara Fisher-Race dan Wiener, tetapi jarang digunakan di laporan rutin (hanya untuk komunikasi internasional dan database).

Konversi Antar Nomenklatur (Contoh Praktis)

Fenotipe (Fisher-Race)Haplotipe (Wiener)ISBT (Rosenfield)Interpretasi
D+C+E-c+e+R1 (CDe) / r (cde) atau R1 / rRH:1,2,-3,4,5Rh positif, heterozigot untuk C dan c
D+C-E+c+e+R0 (cDe) / r (cde)RH:1,-2,3,4,5Rh positif, memiliki c dan e, tidak memiliki C dan E
D+C+E+c+e+R1 (CDe) / R2 (cDE) atau R1 / R2RH:1,2,3,4,5Rh positif, memiliki semua antigen C,c,E,e (heterozigot)
D-C-E-c+e+ (Rh negatif)r / r (cde / cde)RH:-1,-2,-3,4,5Rh negatif (tidak memiliki D, tidak memiliki C, tidak memiliki E)
D+C-E+c-e+R0 (cDe) / r' (Cde)RH:1,2,-3,4,5Rh positif, memiliki C dan c, tidak memiliki E

Mengapa ATLM dan Bank Darah Perlu Pahami Semua Nomenklatur?

AlasanPenjelasan
Literatur lamaBuku teks dan jurnal sebelum tahun 1990-an sering menggunakan nomenklatur Wiener (R1,R2,R0,r). Jika Anda tidak paham, bisa salah interpretasi.
Kartu pasien / donorBeberapa bank darah masih mencatat fenotipe dengan Wiener haplotipe (misal "R1R1" untuk pasien thalassemia).
Komunikasi dengan lab rujukanLaboratorium rujukan (misal untuk identifikasi antibodi irregular) mungkin menggunakan nomenklatur Wiener atau Rosenfield.
Transfusi untuk pasien dengan alloantibodiPasien dengan anti-C (antibodi terhadap antigen C) membutuhkan darah C-negatif. Jika rekam medis menggunakan Wiener haplotipe (r' atau R0), ATLM harus tahu bahwa r' mengandung C (Cde) sehingga tidak boleh diberikan.

Contoh Kasus: Interpretasi Nomenklatur Rh pada Pasien dengan Antibodi Irregular

Kasus: Pasien wanita dengan riwayat transfusi, memiliki antibodi anti-c (anti-RH4). Fenotipe pasien: D+C-E+c+e+ (Fisher-Race). Pasien membutuhkan darah untuk operasi.

Tantangan: Donor yang tersedia tertulis dengan nomenklatur Wiener: R1r (CDe/cde) dan R2R2 (cDE/cDE). Mana yang compatible?

Interpretasi:

  • R1r memiliki antigen: C (RH2), D (RH1), e (RH5), dan c (RH4) dari alel r (cde). Karena pasien memiliki anti-c, donor dengan antigen c (RH4) tidak boleh diberikan.
  • R2R2 memiliki antigen: c (RH4), D (RH1), E (RH3) – memiliki c (RH4) → tidak compatible.
  • Donor yang compatible adalah rr (cde/cde) atau R0 (cDe/cde)? Tidak, keduanya tetap memiliki c. Pasien dengan anti-c hanya dapat menerima darah dari donor yang tidak memiliki antigen c (CDe/CDe atau R1R1 atau rr'?). Mari cari: R1R1 (CDe/CDe) memiliki antigen C, D, e, TIDAK memiliki c → compatible.

Kesimpulan: Donor dengan fenotipe D+C+E-c+e- (R1R1) adalah satu-satunya yang compatible. Jika tidak tersedia, harus dicarikan dari donor dengan fenotipe langka.

Tabel Haplotipe Rh (Wiener) dan Padanan Fisher-Race (Lengkap)

Wiener HaplotipeFisher-Race HaplotipeAntigen (Fisher-Race)Frekuensi (%) di KaukasiaFrekuensi (%) di Asia (termasuk Indonesia)
R1CDeC, D, e4260-70
R2cDEc, D, E1410-15
R0cDec, D, e25-10
RzCDEC, D, E<0.1Sangat jarang
rcdec, e (tidak ada D)3710-15
r'CdeC, e (tidak ada D)2<1
r''cdEc, E (tidak ada D)1<1
ryCdEC, E (tidak ada D)<0.1Sangat jarang

Catatan untuk Indonesia: Populasi Asia, termasuk Indonesia, memiliki frekuensi R1 (CDe) yang lebih tinggi (60-70%) dan r (cde) yang lebih rendah (10-15%) dibanding Kaukasia. Hal ini penting untuk skrining donor dan manajemen stok darah.

Kesimpulan

Rh antigen nomenclature terdiri dari tiga sistem utama: Fisher-Race (CDE) – paling intuitif dan banyak digunakan dalam laporan fenotipe sehari-hari; Wiener (Rh-Hr) – historis, masih digunakan untuk penulisan haplotipe (R1,R2,R0,r); dan Rosenfield (ISBT numeric) – standar internasional untuk database dan komunikasi global (RH1, RH2, dst).

Memahami ketiga nomenklatur dan konversinya sangat penting bagi staf bank darah untuk:

  • Membaca rekam medis lama yang masih menggunakan Wiener.
  • Memilih donor yang compatible untuk pasien dengan alloantibodi (misal anti-c, anti-E).
  • Berkomunikasi dengan laboratorium rujukan.
  • Menghitung frekuensi antigen dalam populasi donor.

Dalam praktik sehari-hari di Indonesia, laporan golongan darah Rh hanya mencantumkan D positif atau D negatif. Namun, untuk pasien dengan alloantibodi atau pasien thalassemia yang memerlukan fenotipe Rh lengkap (C,c,E,e), penulisan dengan Fisher-Race (D+C+E-c+e+) sudah cukup. Penulisan haplotipe Wiener (R1R2) dapat digunakan sebagai singkatan, tetapi harus disertai dengan fenotipe lengkap untuk menghindari kesalahan interpretasi.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment