Panduan Lengkap Hitung Trombosit Manual: Metode, Prosedur, Dan Interpretasi Hasil
INFOLABMED.COM - Hitung jumlah trombosit merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium hematologi yang sangat krusial dalam membantu diagnosis berbagai gangguan perdarahan. Trombosit, atau keping darah, memainkan peran vital dalam proses hemostasis, yaitu penghentian perdarahan.
Fungsi utamanya adalah menjaga integritas dinding kapiler; ketika terjadi cedera, trombosit akan berkumpul di area tersebut untuk menyumbat kebocoran dan mencegah kehilangan darah. Nilai normal jumlah trombosit dalam darah berkisar antara 150.000 hingga 400.000 sel per mikroliter (μL) atau 150 hingga 400 x 10^9 sel per liter (L).
Perubahan pada jumlah trombosit dapat mengindikasikan kondisi medis tertentu. Peningkatan jumlah trombosit di atas nilai normal, yang dikenal sebagai trombositosis, dapat ditemukan pada kondisi seperti polisitemia vera, trombositemia idiopatik, leukemia mielogenik kronis, dan juga setelah splenektomi (pengangkatan limpa).
Sebaliknya, penurunan jumlah trombosit di bawah normal, yang disebut trombositopenia, dapat menjadi gejala dari purpura trombositopenik, anemia aplastik, leukemia akut, penyakit Gaucher, anemia pernisiosa, dan terkadang terjadi sebagai efek samping kemoterapi atau terapi radiasi. Trombositopenia yang signifikan dapat menyebabkan waktu perdarahan menjadi lebih lama dan retraksi bekuan yang buruk.
Proses menghitung jumlah trombosit secara manual bukanlah tanpa tantangan. Ukuran trombosit yang sangat kecil, kecenderungannya untuk mudah hancur, dan kesulitan membedakannya dari debris seluler menjadi kendala tersendiri.
Selain itu, trombosit memiliki sifat mudah melekat satu sama lain (agregasi) dan pada benda asing. Penggunaan antikoagulan seperti EDTA pada sampel darah dapat membantu mengurangi penggumpalan trombosit.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Mean Platelet Volume (MPV) dapat meningkat dalam satu jam pertama setelah pengambilan sampel jika menggunakan EDTA, sehingga pengukuran MPV sebaiknya dilakukan dalam 1 hingga 3 jam setelah spesimen diperoleh agar lebih stabil.
Perubahan morfologi trombosit, dari bentuk cakram menjadi bulat, juga dapat mempengaruhi interpretasi. Meskipun pengambilan sampel darah dari ujung jari atau tumit terkadang bisa digunakan, hasilnya seringkali kurang akurat dan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan darah vena.
Jika terpaksa menggunakan sampel kapiler, tetesan darah pertama setelah tusukan harus dibuang. Pengambilan sampel untuk hitung trombosit harus dilakukan dengan hati-hati, memastikan darah mengalir bebas dan segera masuk ke dalam pipet pengencer untuk mencegah penggumpalan atau adhesi trombosit pada area tusukan.
Metode Hitung Trombosit Manual dengan Hemositometer
Secara umum, terdapat dua metode utama untuk menghitung jumlah trombosit: menggunakan alat penghitung sel otomatis atau metode manual dengan hemositometer. Artikel ini akan berfokus pada metode manual.
Prinsip dasar dari metode manual ini adalah sampel darah diencerkan menggunakan larutan amonium oksalat 1%. Larutan ini berfungsi untuk melisiskan sel darah merah, sehingga hanya trombosit yang tetap terlihat untuk dihitung menggunakan hemositometer di bawah mikroskop.
Hasil perhitungan kemudian akan dikonfirmasi kembali dengan pemeriksaan apusan darah tepi yang diwarnai dengan pewarnaan Wright atau Giemsa.
Prinsip utama pemeriksaan ini adalah melakukan dilusi sampel darah dengan larutan amonium oksalat 1% yang akan melisiskan sel darah merah. Trombosit yang tersisa kemudian dihitung menggunakan hemositometer di bawah mikroskop.
Verifikasi hasil dilakukan dengan memeriksa apusan darah yang diwarnai.
Larutan Pengencer dan Persiapan Prosedur
Beberapa larutan pengencer dapat digunakan, antara lain:
Cairan Brecher-Cronkite: Terdiri dari larutan amonium oksalat 1% yang telah disaring dan disimpan pada suhu 4°C. * Rees-Ecker: Merupakan larutan yang terdiri dari sodium sitrat (untuk mencegah koagulasi), Brilliant cresyl blue (sebagai pewarna trombosit), formalin, dan aquadest.
Untuk memulai prosedur hitung trombosit manual, persiapan alat dan bahan yang cermat sangatlah penting. Pastikan reagen amonium oksalat 1% (yang telah diencerkan dengan aquadest dan disaring sebelum digunakan) tersedia dan disimpan dengan baik.
Alat-alat seperti hemositometer (terdiri dari bilik hitung, pipet leukosit, dan pipet eritrosit), deck glass sekali pakai, object glass yang bersih dan kering, pewarna Wright, mikroskop, cawan petri, dan kertas saring harus siap sedia.
Langkah-langkah Prosedur Hitung Trombosit Manual
1. Persiapan Sampel Darah: Campurkan sampel darah secara lembut selama kurang lebih 2 menit sebelum pemeriksaan.
Periksa tabung dari adanya gumpalan; jika ditemukan gumpalan, sampel harus diganti. 2.
Pembuatan Apusan Darah: Buat sediaan apusan darah tepi untuk proses pewarnaan Wright. 3.
Pengenceran Sampel: Gunakan pipet Thoma RBC (pipet eritrosit). Ambil darah hingga tanda 1.0, kemudian encerkan dengan larutan amonium oksalat 1% hingga garis 101.
Ini menghasilkan pengenceran 100 kali. Untuk kasus jumlah trombosit yang sangat tinggi, dapat digunakan pengenceran 200 kali.
Campurkan sampel darah yang telah diencerkan selama 10-15 menit. 4.
Pembersihan Hemositometer: Bersihkan hemositometer secara menyeluruh menggunakan etil alkohol 95% (v/v) dan kain yang tidak berbulu untuk memastikan bebas dari kotoran atau serat. 5.
Pembuatan Ruang Lembab: Siapkan cawan petri dengan selembar kertas saring yang telah dibasahi dan ditempelkan di dinding cawan. Ini berfungsi untuk menjaga kelembaban ruang hitung.
6. Pengisian Bilik Hitung: Setelah sampel darah yang diencerkan tercampur merata, isi satu atau kedua sisi ruang hitung hemositometer dengan hati-hati.
Hindari gelembung udara. 7.
Inkubasi dan Pengendapan: Letakkan hemositometer di dalam ruang lembab dan diamkan selama 15-20 menit. Tutup cawan petri untuk mencegah penguapan cairan.
Proses ini memungkinkan trombosit mengendap. 8.
Pengamatan di Mikroskop: Tempatkan hemositometer pada meja mikroskop. Fokuskan pada kotak tengah besar dengan perbesaran rendah (10x), lalu ubah ke perbesaran 40x.
Trombosit akan tampak sebagai partikel bulat atau oval dengan kilauan keunguan terang. Bedakan trombosit dari kotoran berdasarkan daya pantulnya.
9. Penghitungan Trombosit: Hitung jumlah trombosit dalam 25 kotak kecil yang telah ditentukan (biasanya area yang diberi label 'T' pada ilustrasi hemositometer).
Hitung kedua sisi bilik hitung untuk mendapatkan jumlah rata-rata.
Perhitungan Hasil Hitung Trombosit
Rumus sederhana untuk menghitung jumlah trombosit per mikroliter (μL) adalah:
Jumlah Trombosit/μL = (Jumlah Trombosit yang Dihitung / Jumlah Kotak yang Dihitung) x Faktor Pengenceran x Kedalaman Ruang Hitung (dalam satuan mm^3 diubah ke μL)
Atau, menggunakan rumus yang lebih ringkas berdasarkan kedalaman standar bilik Neubauer:
Jumlah Trombosit/μL = (N / 25) x 1000
Dimana: * N = Jumlah total trombosit yang dihitung dalam 25 kotak kecil. * 1000 = Faktor pengenceran (100x) dikalikan dengan faktor konversi volume (10^4 μL/mm^3 dibagi 40 mm^3 volume 25 kotak kecil).
Sumber Kesalahan dan Cara Mengatasinya
Gumpalan Trombosit: Jika ditemukan gumpalan, sebaiknya hindari penghitungan dan ulangi prosedur. Hal ini bisa disebabkan oleh pencampuran sampel yang kurang baik.
Kualitas Sampel: Pengumpulan darah yang tidak tepat, pencampuran yang buruk, atau penggunaan antikoagulan yang tidak sesuai (misalnya konsentrasi EDTA berlebih) dapat mempengaruhi hasil. * Peralatan yang Tidak Akurat: Hemositometer atau pipet yang tidak bersih atau rusak dapat memberikan hasil yang keliru.
Teknik Pengisian Bilik Hitung: Pengisian bilik hitung yang tidak tepat, baik terlalu penuh maupun terlalu sedikit, serta adanya gelembung udara, akan mempengaruhi akurasi. * Distribusi Trombosit yang Tidak Merata: Jika trombosit tidak terdistribusi secara merata di ruang hitung, hasil bisa bervariasi.
Untuk meminimalkan kesalahan, selalu bandingkan hasil hitung trombosit dengan gambaran morfologi trombosit pada apusan darah tepi yang diwarnai. Jika jumlah trombosit yang dihitung sangat rendah (<80 trombosit di 10 kotak kecil), penghitungan ulang mungkin diperlukan, bahkan dengan pengenceran yang berbeda atau menggunakan pipet leukosit.
Idealnya, jumlah trombosit yang dihitung minimal 100 sel untuk akurasi terbaik.
Nilai Normal Trombosit
150.000 - 400.000 sel/μL
Memahami dan menerapkan prosedur hitung trombosit manual dengan benar sangat penting untuk mendapatkan data diagnostik yang akurat, yang pada gilirannya mendukung penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pasien dengan gangguan perdarahan.

Post a Comment