NITRIT DALAM URIN: Positif Tidak Selalu Berarti ISK – Ini 5 Penyebab Lain yang Sering Terlewat
INFOLABMED.COM - Strip urin (dipstick) adalah alat skrining cepat yang paling banyak digunakan di laboratorium dan fasilitas kesehatan primer. Salah satu parameternya adalah nitrit, yang secara tradisional dianggap sebagai penanda kuat infeksi saluran kemih (ISK) akibat bakteri pereduksi nitrat (seperti Escherichia coli, Klebsiella, Proteus, Enterobacter). Namun, nitrit dalam urin: positif tidak selalu berarti ISK. Sebaliknya, tes nitrit dapat memberikan hasil positif palsu (false positive) maupun negatif palsu (false negative) yang membingungkan klinisi. Artikel ini akan mengupas tuntas 5 penyebab nitrit urin positif selain ISK, serta faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi tes.
Bagaimana Tes Nitrit Bekerja?
Tes nitrit pada strip urin mendeteksi konversi nitrat (NO₃⁻) menjadi nitrit (NO₂⁻) oleh bakteri yang memiliki enzim reduktase nitrat. Nitrat sendiri secara normal ada dalam urin karena berasal dari metabolisme protein atau asupan makanan (sayuran hijau). Bakteri gram negatif seperti E. coli (penyebab 75-85% ISK komunitas) memiliki enzim ini, sementara bakteri gram positif (Enterococcus, Staphylococcus saprophyticus) dan beberapa jamur tidak.
Reaksi kimia pada strip: Nitrit + reagen (Griess reagent: asam sulfanilat + N-(1-naphthyl)ethylenediamine) → Warna merah muda / merah (reaksi diazotisasi).
Sensitivitas dan spesifisitas:
- Spesifisitas tinggi (≥90%) → jika positif, kemungkinan besar memang ada bakteri pereduksi nitrat.
- Sensitivitas rendah (hanya 45-60%) → negatif TIDAK menyingkirkan ISK.
5 Penyebab Positif Nitrit Selain ISK (False Positive)
Nitrit dalam urin: positif tidak selalu berarti ISK adalah peringatan bagi ATLM dan dokter untuk tidak serta merta menegakkan diagnosis ISK hanya berdasarkan dipstick.
1. Kontaminasi Sampel (Penyebab Tersering)
Sampel urin yang terkontaminasi oleh flora normal dari kulit, vagina, atau rektum dapat membawa bakteri pereduksi nitrat (misal E. coli dari kontaminasi tinja) tanpa adanya infeksi di kandung kemih.
Kapan ini terjadi:
- Pengambilan sampel tidak midstream / tidak porsi tengah (porsi awal atau akhir).
- Wadah urin tidak steril.
- Pasien wanita tidak membersihkan labia dengan benar sebelum buang air kecil.
Ciri kontaminasi di mikroskop:
- Sel epitel skuamosa >5-10 per LPB (lapangan pandang besar).
- Leukosit mungkin ada, tetapi tidak dominan.
- Kultur urin menunjukkan pertumbuhan campuran (≥2 jenis bakteri, masing-masing ≤10.000 CFU/mL).
Solusi: Ulang pengambilan dengan teknik clean catch midstream yang benar.
2. Pengaruh Diet Tinggi Nitrat dan Nitrit
Diet kaya nitrat dapat meningkatkan kadar nitrat urin basal. Konsumsi makanan tertentu dalam 24-48 jam sebelum pemeriksaan dapat menyebabkan deteksi nitrit yang sangat lemah (1+) tanpa adanya infeksi.
Makanan tinggi nitrat:
- Sayuran hijau: Bayam, selada, sawi, bit (beetroot), lobak
- Sayuran kalengan (pengawet nitrat/nitrit)
- Daging olahan: Sosis, kornet, bacon (mengandung nitrit/nitrat sebagai pengawet)
Mekanisme: Kelebihan nitrat diekskresi melalui urin. Bakteri saprofit (bukan patogen) di uretra distal atau wadah penampung yang tidak steril dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit secara in vitro (setelah sampel diambil, bukan di dalam tubuh).
Solusi: Konfirmasi dengan pemeriksaan mikroskopis sedimentasi urin. Jika tidak ada piuria (≥5-10 leukosit/LPB), kemungkinan besar bukan ISK.
3. Obat-Obatan Tertentu
Beberapa obat dapat mengganggu reaksi Griess pada strip nitrit atau menyebabkan perubahan warna yang dibaca sebagai positif palsu.
| Obat | Mekanisme Interferensi |
|---|---|
| Phenazopyridine (Pyridium, Uristat) | Pewarna azo merah-oranye dapat dibaca sebagai nitrit positif (merah) oleh strip otomatis |
| Nitrofurantoin | Metabolit obat berwarna coklat dapat mengganggu pembacaan visual |
| Klorpromazin (antipsikotik) | Obat dan metabolitnya berwarna merah-ungu |
| Riboflavin (vitamin B2) dosis tinggi | Warna kuning neon dapat mengganggu interpretasi |
| L-DOPA / Metildopa (obat Parkinson/hipertensi) | Metabolit berwarna gelap |
Solusi: Jika pasien mengonsumsi salah satu obat di atas, jangan laporan nitrit positif sebagai bukti ISK. Lakukan pemeriksaan mikroskopis atau kultur.
4. Sampel Urin yang Terlalu Lama (Penyimpanan Tidak Tepat)
Nitrit dalam urin: positif tidak selalu berarti ISK juga berlaku sebaliknya untuk false positive akibat kontaminasi pasca-pengambilan (post-collection).
Jika sampel urin dibiarkan pada suhu ruang lebih dari 2-4 jam tanpa pendinginan:
- Bakteri kontaminan dari udara atau wadah (bukan dari saluran kemih pasien) dapat berkembang biak.
- Bakteri ini mereduksi nitrat menjadi nitrit, menghasilkan positif palsu.
Ciri sampel yang sudah lama:
- pH urin meningkat (alkali) karena pertumbuhan bakteri (kecuali pada pasien dengan ISK Proteus).
- Keruh (turbid) karena pertumbuhan bakteri.
- Bau amoniak (busuk) karena degradasi urea menjadi amonia.
Solusi: Lakukan pemeriksaan urin maksimal 2 jam setelah pengambilan. Jika tidak memungkinkan, simpan di lemari es (2-8°C) maksimal 24 jam.
5. Kondisi Non-Infeksi yang Menyebabkan Nitrit Positif (Sangat Jarang)
Dalam kasus yang sangat langka, kondisi non-infeksi tertentu dapat menghasilkan nitrit dalam urin:
- Kehamilan: Perubahan fisiologis pada traktus urinarius dan peningkatan ekskresi nitrat dapat menyebabkan positif lemah tanpa infeksi.
- Diet ketogenik (rendah karbohidrat, tinggi protein): Metabolisme protein menghasilkan nitrat lebih banyak, sehingga substrat untuk reduksi menjadi nitrit berlebih.
- Penyakit ginjal tertentu (penyakit Ginjal polikistik, nefritis interstisial) dapat mengubah kemampuan reabsorpsi nitrat di tubulus, meskipun bukti masih terbatas.
Tabel Ringkasan: Positif Nitrit = ISK? (Keputusan Klinis)
| Hasil Nitrit | Hasil Leukosit Esterase | Mikroskop (Leukosit) | Interpretasi | Tindakan |
|---|---|---|---|---|
| Positif | Positif | ≥10/LPB | ISK sangat mungkin (sensitif 80-90%) | Kirim kultur urin, mulai antibiotik empiris jika gejala khas |
| Positif | Negatif | <5/LPB | Probable false positive | Ulang dengan midstream, cek diet/obat. Kultur jika gejala tetap ada |
| Negatif | Positif | ≥10/LPB | ISK masih mungkin (bakteri non-pereduksi nitrat: Enterococcus, S. saprophyticus) | Kultur wajib, jangan skip antibiotik hanya karena nitrit negatif |
| Negatif | Negatif | <5/LPB | ISK unlikely (NPV 90-95%) | Tidak perlu kultur atau antibiotik, cari diagnosis lain |
Keterbatasan Tes Nitrit: False Negative Juga Berbahaya
Sementara nitrit dalam urin: positif tidak selalu berarti ISK mengingatkan kita tentang positif palsu, negatif palsu (false negative) justru lebih sering terjadi dan berbahaya karena ISK dapat terlewat.
Penyebab false negative (pasien ISK tapi nitrit negatif):
- Bakteri non-pereduksi nitrat: Enterococcus faecalis, S. aureus, S. saprophyticus, Pseudomonas aeruginosa (10-15% kasus ISK).
- Waktu retensi urin terlalu singkat: Bakteri memerlukan setidaknya 4 jam di kandung kemih untuk mengkonversi nitrat menjadi nitrit. Pasien yang sering buang air kecil (frekuensi) dapat memberikan nitrit negatif meskipun ISK berat.
- pH urin sangat rendah (<5.5): Reaksi reduktase nitrat optimal pada pH netral (6.0-7.5). Urin sangat asam menghambat enzim.
- Vitamin C (asam askorbat) dosis tinggi dalam urin mengganggu reaksi Griess (oksidasi reagen).
- Bakteri dengan reduktase nitrat lemah: Beberapa strain E. coli tidak mengekspresikan enzim ini dengan baik.
Kesimpulan penting: Negatif nitrit TIDAK menyingkirkan ISK, terutama pada pasien dengan gejala khas (disuria, frekuensi, urgensi).
Prosedur Laboratorium yang Benar
Untuk meminimalkan interpretasi keliru nitrit dalam urin: positif tidak selalu berarti ISK, laboratorium harus:
- Gunakan urin segar (<2 jam pada suhu ruang, atau <24 jam di 2-8°C).
- Pastikan strip tersimpan dengan benar (tutup rapat, hindari kelembaban dan panas).
- Baca strip tepat waktu sesuai manual pabrik (biasanya 60 detik).
- Jangan laporkan nitrit positif tanpa konfirmasi mikroskop. Minimal, periksa leukosit esterase dan sedimentasi urin.
- Tanyakan klinisi tentang obat yang dikonsumsi pasien (phenazopyridine, nitrofurantoin) sebelum melaporkan hasil.
- Jika ragu (positif lemah 1+ tanpa gejala), rekomendasikan pengambilan ulang dengan teknik midstream.
Kesimpulan
Nitrit dalam urin: positif tidak selalu berarti ISK adalah prinsip fundamental dalam interpretasi urinalisis. Lima penyebab utama positif palsu – kontaminasi sampel, diet tinggi nitrat, obat-obatan (phenazopyridine, nitrofurantoin), sampel yang terlalu lama, dan kondisi non-infeksi langka – harus selalu dipertimbangkan sebelum menegakkan diagnosis infeksi saluran kemih.
Tes nitrit memiliki spesifisitas tinggi (≥90%) tetapi sensitivitas rendah (45-60%). Artinya: positif nitrit cukup kuat mendukung ISK (jika sudah disingkirkan penyebab palsu), tetapi negatif nitrit tidak menyingkirkan ISK. Oleh karena itu, laboratorium wajib mengombinasikan tes nitrit dengan:
- Leukosit esterase (sensitivitas 75-90%)
- Pemeriksaan mikroskopis sedimentasi (leukosit, bakteri, sel epitel)
- Kultur urin (gold standard untuk diagnosis pasti)
Dengan pendekatan yang hati-hati dan pengetahuan tentang keterbatasan tes, ATLM dapat mencegah misdiagnosis (overdiagnosis maupun underdiagnosis) dan memastikan pasien hanya mendapat antibiotik jika benar-benar diperlukan.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment