Mycobacterium tuberculosis (MTB) | AFB Grade +++: Arti Skala 1+, 2+, 3+ pada Pemeriksaan BTA
INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan mikroskopis tuberkulosis (TB) menggunakan pewarnaan Ziehl-Neelsen atau Fluorochrome (auramine-rhodamine), hasil dilaporkan secara semi-kuantitatif sebagai AFB (Acid-Fast Bacillus) grade. Mycobacterium tuberculosis (MTB) | AFB Grade +++ adalah temuan dengan jumlah basil tahan asam terbanyak (lebih dari 10 batang per lapangan pandang mikroskop minyak emersi). Semakin tinggi grade, semakin berat infeksi (high bacterial load), dan semakin menular pasien tersebut ke orang lain.
Artikel ini akan membahas sistem grading BTA (1+, 2+, 3+), interpretasi klinis, serta implikasi terhadap pengobatan dan tindakan kontrol infeksi.
Apa Itu AFB Grade?
AFB grade adalah skala semi-kuantitatif yang menggambarkan kepadatan Mycobacterium tuberculosis (atau mikobakteri lain) dalam spesimen (biasanya sputum/dahak) setelah pewarnaan BTA.
| Metode | Pewarnaan | Perbesaran | Cara Membaca |
|---|---|---|---|
| Ziehl-Neelsen (ZN) | Carbol fuchsin (merah) + Methylene blue (latar biru) | 1000x (minyak emersi) | Menghitung jumlah BTA per lapangan pandang (LP) |
| Fluorochrome (auramine-rhodamine) | Pewarna fluoresen (kuning-hijau) | 200-400x (cahaya UV) | Menghitung jumlah BTA per LP atau per rentang panjang |
Kelebihan fluorochrome: Lebih cepat (perbesaran lebih rendah, lapang pandang lebih luas), sensitivitas sedikit lebih tinggi, tetapi biaya alat lebih mahal. Di Indonesia, Ziehl-Neelsen masih menjadi standar di banyak laboratorium daerah.
Sistem Grading BTA (Ziehl-Neelsen)
Berdasarkan pedoman WHO dan Kemenkes RI, hasil BTA dilaporkan sebagai berikut:
| Grade | Kriteria Mikroskopis (perbesaran 1000x, minyak emersi) | Interpretasi Kuantitatif (perkiraan jumlah BTA/mL sputum) | Tingkat Penularan |
|---|---|---|---|
| Negatif (-) | 0 BTA per 100 lapangan pandang (setelah melihat minimal 100 LP) | Tidak terdeteksi | Tidak menular (atau sangat rendah) |
| Scanty (+/-) | 1-9 BTA per 100 LP (dilaporkan sebagai "Scanty" atau "1-9/100 LP") | 100 - 1.000 | Rendah (masih bisa menular) |
| 1+ | 10-99 BTA per 100 LP (atau 1-9 per LP dalam 50 LP) | 1.000 - 10.000 | Sedang |
| 2+ | 1-10 BTA per LP dalam minimal 50 LP | 10.000 - 100.000 | Tinggi |
| 3+ (+++) | >10 BTA per LP dalam minimal 20 LP (bisa lebih dari 50 per LP) | >100.000 | Sangat tinggi (sangat menular) |
Catatan: Pada beberapa laboratorium, grade 3+ juga didefinisikan sebagai "BTA memenuhi lapangan pandang" atau "konfluen". Pasien dengan BTA 3+ seringkali memiliki rongga (kavitas) di paru yang terlihat pada foto toraks.
Apa Arti AFB Grade +++ bagi Pasien dan Kontak?
1. Beban Bakteri Sangat Tinggi
BTA 3+ mengindikasikan Mycobacterium tuberculosis dalam jumlah sangat besar di saluran napas pasien. Ini berarti:
- Pasien sangat menular (highly infectious). Satu kali batuk dapat melepaskan ribuan basil ke udara.
- Risiko penularan ke kontak erat (keluarga serumah, rekan kerja) sangat tinggi.
- Pasien harus segera diisolasi (ruang isolasi dengan ventilasi baik, atau menggunakan masker bedah saat di ruang umum) sampai BTA konversi (menjadi negatif), biasanya setelah 2-4 minggu pengobatan TB.
2. Kemungkinan Adanya Kavitas (Lubang) di Paru
BTA grade 3+ sangat sering ditemukan pada TB paru dengan kavitas (rongga) di foto toraks. Kavitas adalah tempat berkembang biaknya M. tuberculosis dalam jumlah masif karena oksigen tinggi dan antibodi/obat kurang mencapai rongga.
3. Respons Terhadap Pengobatan (Konversi BTA)
Konversi BTA adalah perubahan hasil dari positif menjadi negatif setelah pemberian obat anti tuberkulosis (OAT). Ini adalah indikator keberhasilan pengobatan fase intensif.
| Waktu setelah OAT | Target BTA | Keterangan |
|---|---|---|
| Bulan 0 (sebelum OAT) | Positif (1+,2+,3+) | Diagnosis ditegakkan |
| Bulan 2 (akhir fase intensif) | Negatif (paling lambat) | Jika tetap positif → curiga resistensi obat (MDR-TB) atau kepatuhan buruk |
| Bulan 5-6 (akhir pengobatan) | Negatif | Pasien sembuh (bakteriologis) |
Pada pasien dengan BTA grade 3+ di awal, konversi biasanya terjadi lebih lambat (bisa 2-3 bulan) dibandingkan pasien dengan BTA 1+ (biasanya konversi dalam 1-2 bulan).
4. Risiko Transmisi ke Tenaga Kesehatan
Tenaga laboratorium dan perawat yang memproses spesimen BTA 3+ memiliki risiko tertular lebih tinggi. Prosedur pencegahan: lakukan semua pemeriksaan di biological safety cabinet (BSC) kelas II, gunakan masker N95, dan jangan membuka wadah sputum di luar BSC.
Perbedaan Grade BTA antara Ziehl-Neelsen dan Fluorochrome
| Grade | Ziehl-Neelsen (1000x) | Fluorochrome (200-400x) |
|---|---|---|
| 1+ | 10-99 BTA/100 LP | 10-99 BTA per rentang panjang (1+ setara) |
| 2+ | 1-10 BTA/LP (50 LP) | 1-10 BTA/ LP (fluorochrome) |
| 3+ | >10 BTA/LP (20 LP) | >10 BTA/ LP (20 LP) |
Catatan: Fluorochrome lebih sensitif (dapat mendeteksi BTA pada grade scanty/1+ dengan lebih akurat). WHO merekomendasikan fluorochrome sebagai pengganti ZN jika tersedia.
Interpretasi BTA Grade +++ pada Berbagai Spesimen
1. Sputum (Dahak)
- Grade 3+ → TB paru berat, sangat menular, hampir pasti BTA positif pada pemeriksaan langsung (bahkan tanpa konsentrasi).
- Kemungkinan diagnosis banding: BTA positif juga dapat disebabkan oleh mikobakteri non-tuberkulosis (MOTT), misal Mycobacterium abscessus atau M. kansasii. Konfirmasi dengan kultur atau PCR (TB atau MOTT).
2. Cairan Serebrospinal (CSF) – Meningitis TB
- BTA pada CSF jarang positif (hanya 10-20% kasus meningitis TB) karena jumlah basil sedikit.
- Jika ditemukan BTA grade +++ di CSF, itu adalah TB meningitis berat dengan beban basil sangat tinggi (prognosis buruk). Pasien harus dirawat di ICU.
3. Urin – TB Ginjal
- BTA di urin dapat disebabkan oleh TB ginjal atau kontaminasi dari sputum (pada pasien TB paru yang batuk dan urinnya terkontaminasi). Konfirmasi dengan kultur urin (3 hari berturut-turut).
- Grade 3+ di urin menunjukkan ekskresi basil masif (biasanya sudah ada kerusakan ginjal).
4. Jaringan Biopsi (Paru, Pleura, Kelenjar Limfe)
- Pada sediaan histopatologi, BTA grade 3+ berarti ditemukan banyak basil di dalam sel makrofag (sel datia) atau di jaringan nekrotik (caseous necrosis). Ini khas TB milier atau TB kelenjar.
Alur Konfirmasi BTA Grade +++
| Langkah | Pemeriksaan | Tujuan |
|---|---|---|
| 1 | Pewarnaan BTA (Ziehl-Neelsen atau fluorochrome) dari sputum | Mendapatkan grade BTA (1+,2+,3+) |
| 2 | Konfirmasi dengan metode molekuler (PCR): Xpert MTB/RIF atau GenoType MTBDRplus | Mendeteksi DNA M. tuberculosis dan resistensi rifampisin (indikator MDR-TB) secara cepat (2 jam) |
| 3 | Kultur (solid: Lowenstein-Jensen, atau cair: MGIT) – gold standard | Konfirmasi definitif, uji kepekaan obat (untuk MDR-TB) |
| 4 | Foto toraks | Melihat kavitas, infiltrat, milier |
Pelaporan Hasil BTA (Contoh)
Laporan mikrobiologi:
Pemeriksaan: Basil Tahan Asam (BTA) – Pewarnaan Ziehl-Neelsen Spesimen: Sputum (Volume 2 mL) Hasil: BTA positif grade 3+ (+++) (ditemukan >10 Basil Tahan Asam per lapangan pandang minyak emersi pada 20 lapangan pandang) Interpretasi: Ditemukan basil tahan asam dalam jumlah sangat banyak, konsisten dengan tuberkulosis paru aktif (sangat menular). Rekomendasi: Lakukan konfirmasi dengan Xpert MTB/RIF (deteksi resistensi rifampisin) dan kultur. Kontrol infeksi: Pasien harus diisolasi, tenaga kesehatan menggunakan masker N95, ruangan dengan ventilasi silang. Monitoring: Lakukan pemeriksaan BTA ulang pada bulan ke-2 pengobatan untuk menilai konversi.
Kesimpulan
Mycobacterium tuberculosis (MTB) | AFB Grade +++ adalah temuan mikroskopis dengan beban basil tertinggi (>10 BTA per lapangan pandang pada pewarnaan Ziehl-Neelsen). Ini mengindikasikan tuberkulosis paru aktif yang sangat menular, sering disertai kavitas di paru. Pasien harus segera diisolasi dan diberikan OAT (fase intensif 2 bulan). BTA grade +++ di awal dikaitkan dengan konversi yang lebih lambat (bisa hingga 2-3 bulan), sehingga perlu dipantau dengan pemeriksaan BTA ulang pada bulan ke-2 pengobatan. Selain sputum, BTA grade +++ dapat ditemukan di cairan serebrospinal (meningitis TB berat), urin (TB ginjal), atau biopsi jaringan. Konfirmasi definitif dan uji resistensi dilakukan dengan Xpert MTB/RIF atau kultur.
Bagi ATLM, kemampuan membedakan BTA grade 1+,2+,3+ sangat penting untuk menentukan tingkat penularan dan prioritas isolasi pasien. Jangan hanya melaporkan "BTA positif"; laporkan gradering-nya (scanty, 1+, 2+, 3+). Karena pasien dengan grade 3+ perlu tindakan kontrol infeksi yang lebih ketat dibanding pasien grade 1+.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment