Kampanye Nasional Keselamatan Penggunaan Gendongan Bayi Mendesak Demi Mencegah Risiko Fatal
INFOLABMED.COM - KESELAMATAN BAYI DALAM GENDONGAN MENJADI SOROTAN UTAMA - Penggunaan gendongan bayi, sebuah alat yang semakin populer di kalangan orang tua modern untuk kepraktisan dan kedekatan emosional, kini berada di bawah sorotan tajam para peneliti. Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh para ahli tidur bayi terkemuka dari Durham University di Inggris, menyerukan diadakannya kampanye berskala nasional di Inggris Raya.
Tujuannya sangat krusial: memastikan orang tua mendapatkan arahan yang tepercaya dan nasihat spesialis mengenai penggunaan gendongan bayi, baik sebelum maupun pada saat pembelian. Publikasi penelitian ini di BMJ Paediatrics Open menyoroti potensi bahaya yang mengintai jika tidak ada langkah pencegahan yang memadai.
Penggunaan gendongan bayi atau *baby sling* yang tidak aman telah dikaitkan dengan insiden tragis kematian akibat sesak napas dan jatuh yang tidak disengaja. Sesak napas dapat terjadi ketika hidung dan mulut bayi tertekan pada tubuh orang tua atau tersumbat oleh kain gendongan.
Lebih mengerikan lagi, bayi bisa saja merosot ke dalam gendongan dan menyebabkan saluran pernapasannya tertekuk, sehingga menghambat aliran udara. Para peneliti menegaskan bahwa insiden-insiden fatal ini sebenarnya dapat dihindari jika ada kesadaran yang lebih besar mengenai keselamatan bayi saat menggunakan gendongan.
Pentingnya kesadaran ini semakin dipertegas oleh sebuah peringatan dari koroner pada Desember 2024, setelah kematian bayi berusia enam minggu, James Alderman, yang meninggal saat proses menyusui "tangan bebas" menggunakan gendongan.
Ironisnya, meskipun jumlah orang tua yang menggunakan gendongan bayi terus meningkat, saat ini belum ada panduan nasional yang komprehensif dan berbasis bukti ilmiah mengenai keselamatan penggunaan gendongan. Studi ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa produsen gendongan bayi hanya menyediakan sedikit panduan keselamatan, dan banyak orang tua yang tidak menyadari keberadaan sumber daya spesialis seperti perpustakaan gendongan (*sling libraries*).
Survei yang dilakukan terhadap 1.470 orang tua dengan bayi di bawah usia satu tahun menunjukkan bahwa panduan dalam memilih dan menggunakan gendongan bayi secara aman sangat jarang ditawarkan pada titik pembelian, terutama saat berbelanja secara daring. Mayoritas keluarga, mencapai 89 persen, membeli gendongan atau pengangkut bayi mereka secara online, namun kurang dari tiga persen di antaranya menerima bantuan dari asisten penjualan virtual atau fungsi obrolan.
Bahkan ketika orang tua membeli gendongan di toko fisik, hanya 30 persen yang dilaporkan menerima saran dari staf toko. Proses pembelajaran orang tua dalam menggunakan gendongan bayi umumnya dilakukan dengan membaca instruksi dari produsen, mencari informasi dari media sosial, situs web dan blog *babywearing* (aktivitas menggendong bayi dengan gendongan), serta dengan menghadiri sesi di perpustakaan gendongan.
Di perpustakaan gendongan inilah, orang tua dapat meminjam atau menyewa gendongan dan mendapatkan panduan keselamatan langsung dari konsultan *babywearing*. Ketika orang tua memanfaatkan perpustakaan gendongan atau konsultan spesialis, mayoritas (76 persen) menerima saran yang dipersonalisasi mengenai pemilihan dan penggunaan produk yang tepat.
Meskipun perpustakaan gendongan tersedia di banyak kota di Inggris, tingkat pengetahuan dan pemanfaatannya masih belum jelas.
Menilik Risiko dan Kebutuhan Edukasi Keselamatan Gendongan Bayi
Studi tersebut menemukan bahwa seperempat dari orang tua merasa panduan yang paling sering digunakan, yang dikenal sebagai TICKS*, masih kekurangan beberapa poin penting terkait saran mengenai posisi bayi, durasi menggendong, menyusui, dan tidur saat bayi berada dalam gendongan. Profesor Helen Ball, Direktur Durham Infancy and Sleep Centre di Durham University, menyatakan keprihatinannya, "Banyak orang tua tidak menyadari panduan keselamatan seputar gendongan bayi.
Mengingat sebagian besar orang tua mulai menggunakan gendongan saat bayi mereka masih sangat muda dan paling rentan, sangatlah krusial bagi mereka untuk mengetahui cara memilih produk yang paling sesuai dan cara menggunakannya dengan aman." Beliau menambahkan, "Meskipun kematian yang terkait dengan penggunaan gendongan bayi tidak sering terjadi, insiden tersebut dapat dihindari dengan akses yang lebih baik terhadap panduan sebelum atau segera setelah orang tua membeli produk tersebut." Untuk itu, para peneliti merekomendasikan agar informasi keselamatan mencakup kesadaran akan asfiksia posisional (kesulitan bernapas akibat posisi tubuh), pentingnya pemantauan aktif, serta praktik menyusui dan tidur yang aman saat bayi digendong.
Penelitian ini dengan tegas menyoroti kebutuhan akan panduan yang lebih jelas dan mudah diakses untuk membantu keluarga menggunakan gendongan dan pengangkut bayi seaman mungkin. Banyak keluarga menghargai kegunaan gendongan dan pengangkut bayi, namun sangat penting bagi mereka untuk memiliki akses terhadap informasi tepercaya mengenai cara menggunakannya dengan aman, terutama selama bulan-bulan awal ketika bayi berada pada titik paling rentan.
Jenny Ward, CEO The Lullaby Trust, mengkonfirmasi upaya mereka, "The Lullaby Trust saat ini bekerja sama dengan badan amal terkemuka, organisasi layanan kesehatan, peneliti, dan pakar untuk mengembangkan dan menguji panduan keselamatan gendongan dan pengangkut bayi yang baru bagi keluarga. Keluarga harus merasa didukung untuk membuat keputusan yang terinformasi saat memilih untuk menggunakan gendongan atau pengangkut bayi." Orang tua menggunakan gendongan bayi untuk berbagai alasan, termasuk untuk mobilitas, menenangkan bayi, membangun ikatan dan kedekatan, serta untuk memiliki tangan yang bebas untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.
Rata-rata, sebagian besar ibu menggendong bayi mereka di gendongan hingga tiga jam per hari. Baik orang tua baru maupun yang berpengalaman dilaporkan mengalami kesulitan dalam menggunakan gendongan bayi atau pengangkut mereka.
Tantangan umum meliputi penyesuaian posisi bayi, kenyamanan bagi orang tua, cara memasukkan bayi ke dalam gendongan, dan memastikan pengikatan yang aman.
Solusi dan Rekomendasi untuk Penggunaan Gendongan Bayi yang Aman
Untuk mengatasi tantangan ini, orang tua sangat disarankan untuk menghubungi perpustakaan gendongan atau konsultan *babywearing* jika mereka membutuhkan informasi atau bantuan terkait penggunaan gendongan atau pengangkut bayi. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di [https://www.carryingmatters.co.uk/guide-to-slings/](https://www.carryingmatters.co.uk/guide-to-slings/).
Penelitian yang mendasari temuan ini didanai oleh The Lullaby Trust dan Teddy's Wish. Data penelitian ini, yang diterbitkan dalam jurnal *BMJ Paediatrics Open* dengan judul "Adult-worn sling and baby carrier safety: exploring parental practices, knowledge and information needs", diharapkan dapat menjadi pemicu untuk perubahan kebijakan yang lebih luas, termasuk pengembangan kampanye keselamatan nasional yang didukung oleh informasi berbasis bukti.
Diharapkan ke depannya, setiap orang tua memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan yang dibutuhkan untuk memastikan keselamatan buah hati mereka saat berbagi momen kedekatan melalui gendongan bayi.
Post a Comment