Interpretation of Hb Type (Hemoglobin Typing): Panduan Lengkap untuk Diagnosis Thalassemia dan Hemoglobinopati

Table of Contents

Interpretation of Hb Type (Hemoglobin Typing): Panduan Lengkap untuk Diagnosis Thalassemia dan Hemoglobinopati


INFOLABMED.COM - Interpretation of Hb type (hemoglobin typing) adalah keterampilan esensial bagi setiap analis laboratorium medis, dokter patologi klinik, dan hematologis. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis hemoglobin dalam darah, baik yang normal (HbA, HbA2, HbF) maupun varian abnormal (HbS, HbE, HbC, HbH, Hb Bart's, dll). Hasil hemoglobin typing sangat krusial untuk diagnosis thalassemia (gangguan produksi rantai globin) dan hemoglobinopati (gangguan struktur hemoglobin) seperti sickle cell disease dan hemoglobin E disease.

Artikel ini akan memberikan panduan interpretasi pola hemoglobin dari metode elektroforesis dan HPLC (High Performance Liquid Chromatography) yang paling sering digunakan di laboratorium Indonesia.

Dasar-dasar Hemoglobin Normal

Sebelum mempelajari interpretation of Hb type (hemoglobin typing), pahami komposisi hemoglobin normal pada orang dewasa sehat:

Jenis HbStrukturKadar Normal (dewasa)Fungsi / Keterangan
HbA (α2β2)2 rantai alfa + 2 rantai beta95-98%Hemoglobin mayor pada dewasa
HbA2 (α2δ2)2 rantai alfa + 2 rantai delta1,5-3,5%Kadar >3,5% mengarah ke thalassemia beta minor
HbF (α2γ2)2 rantai alfa + 2 rantai gamma<1% (dewasa), tinggi pada neonatus (60-80%)Fetal hemoglobin, meningkat pada thalassemia beta dan sickle cell

Pada neonatus, komposisi berbeda:

  • Lahir: HbF 60-80%, HbA 20-40%, HbA2 <1%.
  • Pada usia 6-12 bulan, HbF turun ke <2% (kadar dewasa).

Metode Pemeriksaan Hemoglobin Typing

MetodePrinsipKelebihanKekurangan
Elektroforesis (Alkaline & Acid)Pemisahan Hb berdasarkan muatan listrik (pH 8,6)Murah, tidak perlu alat canggihResolusi rendah, sulit bedakan HbE dan HbA2
HPLC (High Performance Liquid Chromatography)Pemisahan berdasarkan interaksi dengan kolom kation-exchangeResolusi tinggi, kuantitatif, otomatisAlat mahal, perlu kalibrasi rutin
Capillary Electrophoresis (CE)Pemisahan dalam kapiler dengan tegangan tinggiResolusi sangat tinggi, cepat, sedikit sampelAlat mahal
Isoelectric Focusing (IEF)Pemisahan berdasarkan titik isoelektrik (pH gradien)Resolusi tertinggi, deteksi varian langkaManual, lama, kurang praktis untuk rutin

Di Indonesia, laboratorium rujukan dan rumah sakit besar umumnya menggunakan HPLC (Bio-Rad Variant, Tosoh G7/G11, Menarini HA-8180) karena otomatis dan memberikan hasil kuantitatif yang akurat.

Interpretasi Pola Normal pada HPLC / Elektroforesis

Pola Normal Dewasa (Bukan Thalassemia)

FraksiRentang Normal (%)Interpretasi
HbA95 - 98Fraksi dominan, puncak terbesar
HbA21,5 - 3,5Puncak kecil di antara HbA dan HbF (pada HPLC)
HbF< 1,0 (biasanya <0,5)Puncak sangat kecil, kadang tidak terdeteksi

Catatan: Pada beberapa alat HPLC, terdapat window (area) untuk HbA1c, HbA0, dan varian lain. Pastikan Anda membaca puncak yang benar.

Pola Normal Bayi (Usia < 6 bulan)

UsiaHbFHbAHbA2
Lahir60-80%20-40%<1%
3 bulan30-50%50-70%<1%
6 bulan5-10%90-95%<1%
1 tahun<2%95-98%1,5-3,5%

Penting: Jangan mendiagnosis thalassemia pada bayi <6 bulan hanya berdasarkan HbA2 rendah karena secara fisiologis memang rendah. Tunggu hingga usia >1 tahun untuk pemeriksaan definitif.

Interpretasi Hemoglobinopati Paling Umum

Berikut adalah pola khas untuk berbagai kelainan hemoglobin berdasarkan interpretation of Hb type (hemoglobin typing):

1. Thalassemia Beta Minor (β-thalassemia trait)

ParameterHasilInterpretasi
HbA23,5 - 7% (meningkat)Ini adalah ciri paling khas
HbFNormal atau sedikit meningkat (1-3%)
HbA90-95%

Kesalahan umum: HbA2 >3,5% namun <7% dengan HbF normal → hampir pasti beta thalassemia minor, bukan anemia defisiensi besi (yang HbA2 normal atau rendah). Tidak perlu terapi, hanya perlu konseling genetik untuk pasangan.

2. Thalassemia Beta Mayor (Homozigot)

ParameterHasilInterpretasi
HbFMeningkat drastis: 60-98%Kompensasi karena produksi rantai beta sangat kurang
HbA2Bervariasi (biasanya normal atau meningkat)
HbASangat rendah (0-10%)

Klinis: Anemia berat dependen transfusi sejak usia 6-12 bulan. Puncak HbF yang sangat tinggi adalah kunci diagnosis.

3. Thalassemia Beta Intermedia

ParameterHasil
HbF10-50%
HbA2Normal atau meningkat
HbAMenurun (50-90%)

Klinis: Anemia sedang-berat, onset lebih lambat (>2 tahun), kadang tidak tergantung transfusi.

4. Thalassemia Alfa Minor (α-thalassemia trait)

Penting: Pemeriksaan hemoglobin typing tidak dapat mendiagnosis thalassemia alfa trait secara langsung karena kadar HbA2 dan HbF normal. Diagnosis ditegakkan dengan:

  • PCR untuk deteksi delesi gen α-globin (--SEA, -α3.7, -α4.2).
  • Atau pada bayi baru lahir: ditemukan Hb Bart's (γ4) pada elektroforesis (0,5-1,5%).

Pola thalassemia alfa intermedia (HbH disease):

  • Ditemukan puncak HbH (β4) yang sangat cepat elusi pada HPLC.
  • HbH pada elektroforesis berjalan cepat (seperti Hb Bart's).

5. Hemoglobin E (HbE)

ParameterHasil
HbE20-30% (heterozigot) atau 60-80% (homozigot)
HbAMenurun (pada heterozigot)
HbFMeningkat pada homozigot

Ciri khas: Pada HPLC, HbE berelusi pada window yang sama dengan HbA2 (retention time mirip). Hasil laporan akan menggabungkan HbA2 + HbE. Jika kadar "HbA2" > 8-10%, curiga HbE heterozigot (bukan beta thalassemia). Konfirmasi dengan elektroforesis alkalin atau PCR.

Distribusi: Sangat umum di Asia Tenggara (Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam), dan Indonesia (khususnya Jawa Barat dan Sumatera).

6. Hemoglobin S (HbS) – Sickle Cell

ParameterHasil
Trait (AS)HbS 30-40%, HbA 60-70%
Disease (SS)HbS >80%, HbF meningkat (5-20%), HbA tidak ada
S-beta thalassemiaHbS 60-80%, HbA 10-30%, HbF meningkat

Ciri khas: Pada pH 8,6 (elektroforesis alkalin), HbS berjalan lebih lambat dari HbA (posisi antara HbA dan HbA2). Pada HPLC, puncak HbS muncul setelah HbA (retention time lebih panjang). Uji konfirmasi: Sickle solubility test (positif) dan Sickling test.

7. Hemoglobin C (HbC)

  • Trait (AC): HbC 30-40%, HbA 60-70%.
  • Disease (CC): HbC >90%, tidak ada HbA.
  • Ciri khas: Elektroforesis: HbC berjalan di posisi yang sama dengan HbA2 (atau lebih lambat). Pada apusan darah: target cell (sel target) + crystal intracellular.

8. Hemoglobin Constant Spring (Hb CS)

  • Varian α-globin akibat mutasi terminasi.
  • Pada HPLC: puncak kecil di akhir (retention time panjang).
  • Biasanya ditemukan bersama thalassemia alfa (--SEA / ααCS).

Tabel Ringkasan Interpretation of Hb Type

KondisiHbAHbA2HbFVarianCatatan
Normal dewasa95-98%1,5-3,5%<1%
β-thal minor↓ (90-95)↑ (3,5-7%)Normal/↑Kenaikan HbA2 adalah kunci
β-thal mayor↓↓ (0-10%)Normal/↑↑↑ (60-98%)
β-thal intermedia↓ (50-90%)Normal/↑↑ (10-50%)
α-thal traitNormalNormalNormalTidak terdeteksi oleh Hb typing (perlu PCR)
HbH diseaseNormalHbH 5-30%Puncak cepat (pada HPLC)
HbE trait↓ (60-70%)↑ (15-30%)NormalHbE (terdeteksi sebagai "HbA2+E")Sangat umum di Asia
HbE homozigot↓↓ (0-10%)↑↑ (60-80%)HbEAnemia ringan sedang
HbS trait60-70%NormalNormalHbS 30-40%Asimtomatik
HbS disease0%Normal↑ (5-20%)HbS >80%Sickle cell anemia
HbC trait60-70%NormalNormalHbC 30-40%
HbC disease0%NormalHbC >90%Hemolitik ringan

Interpretation of Hb Type pada Kehamilan dan Neonatus

Pada kehamilan: Kadar HbA2 dapat meningkat fisiologis (batas atas 3,5-4,0%). Jangan diagnosa beta thalassemia minor hanya karena HbA2 3,6% pada ibu hamil tanpa konfirmasi pasca persalinan atau pemeriksaan pasangan.

Pada skrining bayi baru lahir (newborn screening) untuk sickle cell:

  • Darah tali pusat atau darah kapiler (tumit) pada usia 24-72 jam.
  • Deteksi dini HbS, HbE, Hb Bart's (untuk α-thalassemia).
  • Temuan Hb Bart's > 2% pada bayi baru lahir → curiga α-thalassemia trait atau HbH disease.

Hambatan dan Artefak dalam Hb Typing

Interpretation of Hb type (hemoglobin typing) harus waspada terhadap faktor yang mengganggu:

InterferensiEfekSolusi
Transfusi darah baru (<3 bulan)Pola hemoglobin dari donor (normal) mengaburkan pola pasienTunda pemeriksaan hingga 3 bulan pasca transfusi
Hemolisis beratPuncak tidak jelas, baseline naikUlang dengan sampel baru tanpa hemolisis
Sampel yang terlalu lamaDegradasi hemoglobin, puncak abnormalSegera periksa atau simpan di 2-8°C max 7 hari
HiperbilirubinemiaDapat mengganggu baseline HPLC (puncak lebar)Lakukan control blank
Penyakit ginjal (uremia)Karbamilasi hemoglobin (puncak ekstra di depan HbA)Kenali sebagai artefak karbamilasi

Algoritme Interpretation of Hb Type (Pendekatan Praktis)

Hasil Hb typing keluar
├── Apakah ada puncak di luar HbA, HbA2, HbF?
│ │
│ ├── Ya → Identifikasi varian (bandingkan retention time dengan standar):
│ │ │
│ │ ├── HbS (RT setelah HbA) → Lakukan sickle test, HbS quantitation
│ │ ├── HbE (RT sama dengan HbA2) → Hitung "HbA2+E", jika >10% curiga HbE trait
│ │ ├── HbC, HbD, HbO, dll → Rujuk ke lab rujukan untuk konfirmasi.
│ │ └── HbH (puncak sangat cepat) → Curiga α-thalassemia intermedia.
│ │
│ └── Tidak → Periksa kadar HbA2.
├── HbA2 > 3,5% (dewasa) → Curiga β-thalassemia minor (atau varian E jika kadar >10%).
├── HbA2 < 1,5% (dewasa) → Curiga α-thalassemia trait atau anemia defisiensi besi.
│ │
│ │ Lakukan ferritin dan iron panel untuk membedakan.
│ │ Jika ferritin normal → curiga α-thal trait → konfirmasi PCR.
│ │
│ └── Jika pasien anak (>6 bulan) dengan HbF > 2% → curiga β-thalassemia, HPFH, atau sickle cell.
└── HbF meningkat (>2% pada dewasa tanpa thalassemia beta mayor):
├── HPFH (Hereditary Persistence of Fetal Hemoglobin) – jinak, HbF 10-30% tanpa anemia.
└── Reaktif (kehamilan, kemoterapi, regenerasi sumsum tulang).

Kesimpulan

Interpretation of Hb type (hemoglobin typing) adalah kompetensi yang tidak boleh hanya mengandalkan angka dari alat. Anda harus memahami:

  1. Nilai normal HbA, HbA2, HbF untuk berbagai usia (dewasa vs bayi).
  2. Pola khas thalassemia: β-thal minor (HbA2 meningkat), β-thal mayor (HbF sangat tinggi), α-thal (tidak terdeteksi di Hb typing dewasa, hanya dengan PCR atau Hb Bart's pada bayi).
  3. Varian umum di Indonesia: HbE (sangat sering, berelusi di window HbA2), HbS (curiga pada pasien dengan anemia hemolitik dan ras Afrika/keturunan), Hb Constant Spring (puncak kecil di akhir).
  4. Perangkap diagnostik: Transfusi baru, hemolisis, uremia, dan usia bayi <6 bulan dapat mengelabui interpretasi.

Dengan penguasaan pola-pola di atas, ATLM dapat memberikan laporan yang tidak sekadar angka, tetapi interpretasi yang bermakna bagi klinisi untuk diagnosis thalassemia, skrining pranikah, dan konseling genetik. Ingatlah bahwa hasil Hb typing harus selalu dikorelasikan dengan indeks eritrosit (MCV, MCH) dan kadar ferritin untuk membedakan thalassemia trait dari anemia defisiensi besi.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment