Hasil LED Jika Memakai Natrium Sitrat dengan Persentase Berbeda: Apakah 3,2% Bisa Menggantikan 3,8%?

Table of Contents

Hasil LED Jika Memakai Natrium Sitrat dengan Persentase Berbeda: Apakah 3,2% Bisa Menggantikan 3,8%?


INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) metode Westergren, standar baku yang direkomendasikan oleh International Council for Standardization in Haematology (ICSH) adalah penggunaan Natrium Sitrat 3,8% sebagai antikoagulan dengan perbandingan 1 bagian sitrat dan 4 bagian darah . Namun, di lapangan sering terjadi kelangkaan atau keterbatasan stok Natrium Sitrat 3,8%, sehingga muncul pertanyaan: bagaimana hasil LED jika memakai natrium sitrat dengan persentase yang berbeda, misalnya 3,2% atau 3,0%? Apakah hasilnya masih dapat diandalkan untuk diagnosis klinis? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan berbagai penelitian ilmiah.

Mengapa Standar LED Menggunakan Natrium Sitrat 3,8%?

Pemeriksaan LED atau Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah tes sederhana namun penting untuk mendeteksi adanya proses inflamasi atau infeksi dalam tubuh. Metode Westergren yang menjadi gold standard menggunakan Natrium Sitrat 3,8% karena larutan ini bersifat isotonik terhadap sel darah merah . Sifat isotonik ini penting agar sel darah merah tidak mengalami krenasi (mengkerut) atau lisis (pecah) yang akan mengganggu kecepatan sedimentasi.

Namun, laboratorium di daerah terpencil atau dengan anggaran terbatas seringkali kesulitan mendapatkan Natrium Sitrat 3,8%. Akibatnya, mereka terpaksa menggunakan konsentrasi yang tersedia seperti 3,2% atau 3,0% . Pertanyaan tentang validitas hasil LED dengan konsentrasi alternatif ini menjadi sangat relevan.

Hasil LED dengan Natrium Sitrat 3,2% vs 3,8%

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Poltekkes Kemenkes Bandung, yang membandingkan konsentrasi Natrium Sitrat 3,8%, 3,2%, dan 2,9% terhadap nilai LED, diperoleh kesimpulan yang sangat penting. Penelitian tersebut menggunakan uji statistik One Way ANOVA dan mendapatkan nilai signifikansi (0,93) yang lebih besar dari α (0,05) .

Apa artinya? Secara statistik, tidak terdapat perbedaan yang bermakna (signifikan) antara hasil LED yang menggunakan Natrium Sitrat 3,8% dengan yang menggunakan Natrium Sitrat 3,2% maupun 2,9% . Temuan ini didukung oleh penelitian lain yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh konsentrasi antikoagulan Natrium Sitrat 3,8% dan 3,0% terhadap nilai LED .

Dengan kata lain, untuk keperluan praktis di lapangan, Natrium Sitrat 3,2% dapat digunakan sebagai antikoagulan alternatif tanpa mengorbankan akurasi hasil LED, selama rasio pencampuran dengan darah tetap benar .

Kesalahan Umum: Pencampuran yang Tidak Tepat

Penting untuk dipahami bahwa meskipun konsentrasi sitrat divariasikan, faktor paling kritis yang mempengaruhi hasil LED sebenarnya adalah ketepatan rasio pencampuran antara darah dan antikoagulan, bukan konsentrasinya itu sendiri .

Penelitian yang dilakukan di University of Kelaniya, Sri Lanka, menunjukkan bahwa:

  • Under dilution (terlalu sedikit sitrat, misal rasio 1:7): Darah menjadi lebih kental dan sel darah merah mengendap lebih cepat (hasil LED lebih tinggi dari nilai sebenarnya).
  • Over dilution (terlalu banyak sitrat, misal rasio 1:1): Darah menjadi lebih encer dan sel darah merah mengendap lebih lambat (hasil LED lebih rendah dari nilai sebenarnya) .

Jadi, konsentrasi sitrat 3,2% atau 3,8% bukanlah masalah utama. Yang lebih penting adalah memastikan Anda mencampur 1 bagian larutan sitrat (konsentrasi berapa pun yang tersedia) dengan 4 bagian darah pasien secara akurat.

Tabel Perbandingan Hasil LED Berdasarkan Konsentrasi Sitrat

Konsentrasi Natrium SitratHasil LED Dibanding Standar 3,8%StatusSumber
3,8% (Standar)Normal (acuan)Standar Emas ICSH
3,2%Tidak berbeda bermaknaDapat digunakan sebagai alternatif
3,0%Tidak berbeda bermaknaDapat digunakan sebagai alternatif
2,9%Tidak berbeda bermaknaDapat digunakan sebagai alternatif
Dextrosa 5%Tidak berbeda bermaknaAlternatif pengencer isotonik

Penelitian Pendukung Lainnya

Selain penelitian di atas, studi yang dilakukan oleh Sterndale (dipublikasikan di Journal of Clinical Pathology) juga mengamati efek zat pengawet dalam larutan sitrat terhadap LED. Penelitian ini menemukan bahwa penambahan zat pengawet (seperti methyl/propyl hydroxybenzoate) ke dalam larutan sitrat justru dapat menghambat laju endap darah (menghasilkan LED lebih rendah) .

Ini adalah catatan penting: jika Anda menyimpan larutan sitrat dalam waktu lama dan menambahkan pengawet, hasil LED bisa terganggu. Namun, jika Anda hanya memvariasikan konsentrasi sitrat (misal dari 3,8% menjadi 3,2%) tanpa menambahkan zat pengawet, hasilnya masih dapat diandalkan.

Praktik Baik Penggunaan Natrium Sitrat 3,2% di Laboratorium

Berdasarkan bukti ilmiah yang ada, berikut adalah rekomendasi praktis jika Anda terpaksa menggunakan Natrium Sitrat 3,2%:

  1. Pastikan Rasio Tepat: Gunakan perbandingan 1:4 (1 bagian sitrat 3,2% : 4 bagian darah). Jika Anda menggunakan tabung vakum, pastikan volume hisap darah sesuai.
  2. Segera Lakukan Pemeriksaan: Pemeriksaan LED harus dilakukan maksimal 2 jam setelah pengambilan darah. Penyimpanan lebih dari 2 jam dapat menyebabkan eritrosit menjadi lebih bulat dan menurunkan nilai LED .
  3. Hindari Pengawet: Gunakan larutan Natrium Sitrat murni tanpa tambahan zat pengawet untuk hasil yang optimal.
  4. Kontrol Suhu: Lakukan pemeriksaan pada suhu ruang (18-25°C) dan hindari paparan sinar matahari langsung.

Perbedaan dengan Antikoagulan EDTA (K2EDTA)

Sebagai informasi tambahan, ICSH saat ini juga merekomendasikan penggunaan darah EDTA (K2EDTA) yang kemudian diencerkan dengan Natrium Sitrat atau saline sesaat sebelum pemeriksaan . Namun perlu diingat bahwa hasil LED antara sampel EDTA dan sampel Sitrat menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana EDTA cenderung memberikan hasil yang lebih tinggi . Oleh karena itu, jika laboratorium Anda menggunakan metode yang berbeda, konsistensi metode harus dijaga.

Jawaban Singkat untuk Klinisi

Untuk menjawab pertanyaan "bagaimana hasil led jika memakai natrium sitrat dengan persentase yang berbeda" , kesimpulannya adalah:

Hasil LED tetap akurat dan tidak berbeda bermakna secara klinis. Natrium Sitrat 3,2% (maupun 3,0% dan 2,9%) dapat digunakan sebagai pengganti Natrium Sitrat 3,8% untuk pemeriksaan LED metode Westergren, selama rasio pencampuran dengan darah (1:4) tepat dan pemeriksaan dilakukan segera setelah pengambilan sampel .

Kesimpulan

Keterbatasan ketersediaan reagen bukanlah hambatan untuk tetap memberikan hasil pemeriksaan yang berkualitas. Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, variasi konsentrasi Natrium Sitrat antara 2,9% hingga 3,8% tidak mempengaruhi hasil LED secara signifikan. Yang jauh lebih berpengaruh adalah ketepatan rasio pencampuran dan waktu pemeriksaan. Oleh karena itu, laboratorium di seluruh Indonesia dapat dengan tenang menggunakan Natrium Sitrat 3,2% sebagai alternatif ketika stok 3,8% sedang kosong. Namun, tetap usahakan untuk kembali ke standar 3,8% jika tersedia, karena ini adalah baku emas yang diakui secara internasional.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment